Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
cinta memang indah


__ADS_3

Milea sedang sibuk mengerjakan tugas tugas di rumah , karena gak mau lembur takut dimarahi mama papa nya lagi, milea lebih memilih membawa tugas tugasnya pulang ke rumah.


" Milea sayang , mama boleh masuk nggak.." ucap rani dari luar pintu kamar Milea.


" iya ma, masuk saja" , jawab Milea


ceklekkkk


Rani masuk dengan membawa secangkir susu hangat.


"tugas dari kantor ya..." tanya Rani.


" iya ma , " jawab Milea.


" bos kamu gimana" tanya Rani penasaran karena tahu kalau bosnya bakalan dijodohkan dengannya..


" hh dia bos paling menyebalkan..." jawab Milea.


"lho kok gitu sih..." ucap Rani.


" iya ma, masa sih ada aja tugas tugas yang gak penting, masa Milea disuruh mijitin, bahkan nyuapin makan siang segala... nyebelin banget, mana tugasnya membuat membuat laporan banyak lagi..." jawab Milea dengan ketus dan kesal.


Rani hanya tersenyum bahagia, berarti bos muda tampan itu ada hati dangan Milea.


" terus teman laki laki mu yang mengajakmu nginap di rumahnya kemarin itu gimana , kapan dia mau ke sini .." sahut Raka yang berdiri di belakang Rani.


"papa ..em ...itu....aduhhh...itu" jawab Milea yang gugup dan gak tahu harus jawab apa.


" pokok nya papa gak mau tahu secepatnya kamu harus bawa dia kemari, aku hanya ingin pemuda yang bertanggung jawab.. siapa pun dia..." ucap Raka.


Milea hanya mengangguk


dan mereka pun meninggalkan Milea bergelut dengan tugas tugasnya.


sudah larut malam dan Milea pun ketiduran.


dan keesokan harinya seperti biasa Milea pergi ke kantornya, hari ini dia mengendarai mobilnya sendiri.


sampai di kantor Milea bergegas menuju ruangan kerjanya menaruh tasnya di samping tempat duduknya.


Milea berdiri dan berjalan menuju ruangan bosnya, seperti biasa sebelum Fabian datang dia bereskan berkas berkas dan menata buku buku di rak .


Milea memanggil petugas kebersihan untuk membersihkan meja dan kursi yang banyak debu... Milea menata majalah dan bunga bunga di atas meja.


" kayaknya sudah rapi...dan bersih..." gumam Milea.


"eh kok kayak ada orang di dalam" dia mendengar kan ada suara glodak glodak di dalam ruangan pribadi bos-nya..


Yang namanya kepo selalu ingin tau apapun caranya.


Milea ambil kursi dan naik mengintip dari atas pintu.


dan di saat dia hendak berdiri, kursinya bergoyang dan seseorang membuka pintunya.


bruaks..


Fabian pun kaget dan langsung menangkap tubuh Milea dan mendekapnya dalam gendongan.


kedua mata mereka saling menatap dan lagi lagi Frans muncul dari luar pintu dan masuk tanpa mengetuk ..


" aduhhh....salah masuk lagi deh kayaknya..." ucap Frans sambil mendengus kesal.


sontak Fabian menurunkan Milea dari gendongan nya..


" eh..lagi lagi kamu gak ketuk pintu sih..." bisik Fabian kepada Frans.


" aku lagi yang salah, heh...bos ku ini masih pagi, masa sudah habis daya sih pake perlu dicas.." ketus Frans yang membuat kepala nya lagi lahi di dampar sama Fabian..


" ngomong jangan sembarangan.." ucap Bian


" aduhhh...benar benar gagar otak nih kayaknya..." dengus Frans sambil melangkah keluar dari ruangan bos nya sambil menyerahkan berkas berkas yang harus ditanda tangani..


"kalau gitu Milea mau kerjakan tugas dulu.." ucapnya sambil nunduk.


" eh ..mau ke mana..." ucap Fabian sambil menarik lengan Milea.


"aku aku aaku "


" Milea , jawab jujur...apa kamu mau menjadi istriku.." ucap Fabian dengan tegas.


" aku a a " ucap Milea gugup dan menunduk.


" tatap mataku , lihat kejujuran di mataku, apa kamu masih ragu..." ucap Fabian.


" aku harus menjawab apa Bi..." ucap Milea dengan tetap menatap mata indah Bian.


" apa maksut kamu " tanya Bian dengan semakin mempererat mencengkram lengan Milea.


Milea memejamkan matanya...


" apabila aku menolakmu hatiku akan menderita Bi, dan kau sudah tahu jawabannya.." ucap Milea dengan satu tarikan nafas.


" jadi kamu bersedia"

__ADS_1


" iya aku bersedia"


Fabian tersenyum bahagia dan memeluk hangat tubuh Milea...begitu juga Milea yang membalasnya dengan pelukan hangat.


" terimakasih Milea, kau bersedia mendampingiku..aku sangat mencintaimu..." ucap Fabian dengan mata berbinar dan begitu juga dengan Milea.


dan di rumah nenek pun senang, karene Frans merekam kejadian itu dan mengirimkan live kepada nenek.


[Frans kau sungguh pintar, nenek akan memberimu hadiah..]


" Hadiah apa nek "


[ kau akan menikah bersamaan cucuku dengan gadis pilihanmu, karena kau juga nenek anggap sebagai cucu ke duaku ]


" wah...benar nek...kalau begitu sekarang juga Frans akan melamar Sarah nek "


[ gadis cantik di bagian personalia itu]


"iya nek"


[ terserah deh ]


" yess..." ucap Frans yanf membuat Fabian dan Milea melepaskan pelukannya dan menoleh ke arah pintu..


"hai Frans tunggu jangan lari kau..." ucap Fabian sambil tersenyum.


" udah bi..." ucap Milea.


dan mereka bahagia bisa bersama dan saling menyatakan cinta.


" Bi "


" ehem "


" papa meminta mu datang ke rumah " ucap Milea.


" oya bagus dong" jawab Fabian sambil mengotak atik laptopnya.


tapi yang dia tau orang yang mengajakku menginap kemarin itu di rumahnya.


Fabian kaget dan menoleh..


"maksut nya " ucapnya heran.


" iya papa ingin dia bertanggung jawab " ucap Milea.


" ok aku akan segera menikahimu " jawab Fabian.


" ish....apaan sih kamu..." ucap Milea sambil menyruput jus jeruk nya.


" trus mobilku gimana " jawab Milea.


" udah ditinggal di sini juga gak papa ini kantor ku sebentar lagi juga milikmu..." Jawa Fabian sambil menggenggam dan menarik tangan Milea sedang tangan satunya menenteng tas kantornya.


dan mereka pun berjalan bergandengan dengan bahagianya.


ibu penjaga kantin dan semua karyawan pun saling berbisik..


" wah benar benar pasangan yang serasi ya..pak Fabian ganteng, Bu Milea cantik..." ucap seorang karyawan.


dan mereka pun sampai di jalan simpang dekat rumah.


" lo bukanya ini jalan menuju rumah pak Raka ya..." gumam Fabian.


deg...


" ini benar rumah pak Raka '' ucap Fabian dalam hatinya.


"ayo turun Bi" ucap Milea.


Fabian hanya bengong dan turun dengan hati bertanya tanya...


tok tok tok..." assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


ceklekkkk


tampak sosok cantik putih membuka pintu..


"kak Milea, kak Fabian kok bisa bersamaan.." tanya Rara agak curiga dan hati yang berdebar debar.


Fabian dan Milea hanya tersenyum.


"ayo masuk Bi, " ucap Milea.


sedangkan Rara sudah menunjukkan rasa tidak suka kepada kakaknya itu.


"aku ke kamar dulu ya bi " ucap Milea.


"iya " jawab Fabian sambil mengangguk.


dan tak lama kemudian Rani dan Raka muncul dari belakang..

__ADS_1


" eh Bian...apa kabar kamu,tumben ke sini gak kabari dulu..." ucap Raka sambil menjabat tangan Fabian.


mereka pun ngobrol..


ya kalau para pembisnis bertemu pasti yang diomongin juga masalah bisnis.


Rara yang dari tadi memperhatikan Bian menjadi sangat emosi apa lagi antara Bian dan Milea seperti ada hubungan.


"ini kesempatan ku harus mendekati ksk Bian..dan papa mama harusnya mendahulukan aku yang ansk kandungnya, sedangkan Milea hanyalah anak yatim piatu yang dipungut dari kampung.


Rara pun membawakan makanan ringan dan memberikan kepada Bian..


"kak Bian ini ada makanan ringan untuk teman minum teh.." ucap Rara sambil duduk dekat dengan Bian membuat Rani melotot.


" kak Bian, terimakasih ya kemarin sudah menolongku dari para preman itu.." ucap Rara.


" iya sama sama Ra..." jawab Fabian singkat dengan senyuman yang selalu bikin candu apalagi untuk Rara yang sudh tergila-gila.


dan saat mau melangkah dia berpura pura kesleo di depan Fabian membuatnya terjatuh tepat di pangkuan nya...


" aduhhh, sakitnya..." ucap Rara yang berbohong.


"eh kenapa dek , hati hati dong kalau jalan...maaf ya Bi.." ucap Milea yang buru buru menolong Rara dan membangunkan nya dari pangkuan Fabian.


" iya lebgak apa apa" ucap Fabian.


Rani dan Raka pun heran ada apa sih dengan anak ini...


setelah Milea mengantar Rara ke kamar nya ,dia duduk di dekat Bian mereka saling bergenggaman tangan dan saling menatap.


"ehem..." Raka tersenyum dan berdehem membuat mereka kelicutan dan malu dengan muka merah merona.


" seperti nya yang mau kalian sampaikan..." ucap Raka.


"ehm...begini pak Raka sebenarnya saya tidak tahu sebelumnya kakau Milea adalah pak Raka dan Bu Rani..." ucap Bian.


dan Raka dan Rani hanya tersenyum.


" gimana ya ngomongnya, jadi gak enak...begini mengenai kemarin soal Milea yang pulang pagi itu..." ucapan Bian terhenti karena melihat raut muka marah Raka.


" jadi Fabian sudah tahu semua kelakuan putriku " ucap Raka dengan nada emosi dan bersungut-sungut sambil melihat ke arah Milea..


"tenang pak Raka sebenarnya pemuda yang mengajak Milea menginap di rumah nya tidak lain adalah saya pak Raka.." ucap Fabian sambil tertunduk.


"apa ..." jadi Fabian yang baws Milea ke rumahmu...aduh...terus..." ucap Raka bingung.


"trus sekarang saya akan bertanggungjawab jawab pak, secepatnya saya akan menikah Milea, itu kalau pak Raka dan bu Rani merestui.." ucap Bian sambil menatap Milea yang tertunduk malu.


sontak Rani dan Raka sangat lega dan bahagia , mereka saling tersenyum.


tapi tiba tiba..


blar...bruaks bruks ..


Bara berlari ke kamar Rara..


"Ra, kenapa kamu..." ucap Bara yang kaget melihat kelakuan Rara yang hendak menyayat pergelangan tangannya sendiri.


semua orang berlari ke kamar Rara.


" pergi kalian, pergiiii....tak ada yang perduli denganku...pergi....bahkan orang yang aku anggap sangat menyayangi teryata tidak sayang padaku...pergi.." teriak Rara denga cater di tangannya.


" dek , tenanglah dek ke sini sayang sama kakak ayo letakkan itu berbahaya dek..." ucap Milea yang terus mendekat.


" tidak , pergi kau pembohong..." teriak Rara yang malah menyayat lengan Milea denga caternya..


seketika darah segar mengucur dari lengan Milea, Fabian pun panik dan segera menyambar tubuh Milea..


" apa mau mu Rara" , teriak Raka .


" aku mau Fabian menikah dengan ku bukan dengan Milea.." ucap Rara yang membuat semua orang kaget.


"tapi sayang kamu kan masih sekolah, belum saatnya menikah..." ucap Rani.


" tidak Rara tidak perduli, pokoknya kak Bian harus menjadi milikku.. hanya aku yang boleh mencintai nya , bukan dia, dia hanya anak pungut, anak yatim piatu.." ucap Rara dengan air mata berderai.


"tapi sudah sejak lama dia merebut semua dariku, mulai dari papa dan mamaku , sekarang kak bian...ehhhh ... kalau kak Bian tidak mau dengan ku lebih baik aku tidak ada ..." ucap Rara.


" tidak... Rara sadarlah ra istighfar Rara.." ucap Milea..


" baiklah berikan caternya pada kakak, kakak janji akan memberikan kak bian untuk Rara, ayo ra ,adekku Sayang..." ucap Milea dan langsung menyambar caternya.


dan memeluk Rara dengan hangat, sambil menahan perih di lengannya karena sayatan tadi.


" Bi, kemari lah .." ucap Milea.


"tapi sayang.." ucap Bian.


" udah ke sini saja ,please..." ucap Milea yang tak bisa ditolak sama Fabian.


"temani Rara bi, agar bisa lebih tenang.." ucap Milea..fan Fabian lagi lagi tak bisa menolaknya.


akhirnya Rara tenang dan kembali tersenyum dengan ditemani Fabian yang terlihat tertekan.

__ADS_1


Milea, Rani, raka dan Bara duduk di kursi depan, mereka terdiam dan membisu.


Raka dan Rani melihat Milea yang sebentar sebentar menyeka air matanya, namun tak berani berbicara..


__ADS_2