Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
Rara semakin kehilangan rasa


__ADS_3

Rara yang semakin tak terkendali selalu marah marah , apa lagi setiap melihat Milea.


seperti nya kebenciannya kepada kakaknya itu semakin hari semakin besar.


" ma, Rara mau papa ambil mobil Milea..itu seharusnya mobil punya Rara bukan punya dia.."ucapnya ketus.


plakk


sebuah tamparan dari Raka tepat ke wajah mulus Rara.


" jaga bicaramu Rara, kami tidak pernah mengajarimu seperti itu ..di mana kesopanan yang papa dan mama ajarkan selama ini..kau mau mobil, kamu tinggal bilang sama papa, pasti papa akan belikan bahkan jauh lebih bagus dari punya kakakmu..tapi kenapa kamu harus bicara kasar sama kakak yang selalu menyayangimu..." ucap Raka sambil mengelus dadanya.


" pa, sudah cukup pa..." ucap Rani sambil menangis dan menundukkan kepalanya di atas meja makan..


Rara yang terdiam malah semakin emosi dan membanting tas sekolah nya..


" semua Milea, semua untuk Milea, apa anak papa dan mama hanya kakak...bahkan apa apa yang terbaik untuk Milea...hahhhh...." teriak Rara sambil berlari ke kamarnya Dan menutupnya dengan keras.


Raka semakin terpukul dengan ulah Rara yang semakin hari semakin tak terkendali..


Dan Raka pun segera berangkat ke kantornya dengan wajah yang masam.


Rani semakin bersedih, dia pun masuk ke kamarnya dan menangis seharian di sana.


sedangkan Bara tak tahu lagi harus ke mana,


satu satunya yang bisa dia lakukan hanyalah curhat ke Fabian .


karena itu Fabian mengetahui semua nya dari


bara.


Milea duduk merenung diteras rumahnya..


sudah berhari hari Milea juga tidak kerja, hanya merenung dan merundungi nasib nya.


menangis pun sekarang rasanya sudah tidak bisa .


" ayah ,ibu... Milea kangen sama kalian... kenapa kalian pergi meninggalkan Milea... Milea tak punya siapa pun yang menyayangi sekarang.." ucap Milea dengan pandangan kosong.


Bara datang dari belakang dan memeluk kakaknya..


" kak, kakak masih punya Bara, Bara akan selalu menyayangi kakak...kakak adalah segalanya buat Bara, jangan bersedih ya kak.." ucap Bara.

__ADS_1


" iya dek, kakak tahu...kakak gak bersedih..kamu jaga mama dan papa ya, dan jangan membenci Rara , dia masih kecil belum tahu mana yang benar .." ucap Milea dengan tersenyum getir menahan pahitnya kenyataan.


" Bara janji, tapi Bara minta kakak jangan ke mana mana , kakak jangan pergi, jangan menyerah ya kak , Bara akan selalu bantu kakak..." ucap Bara.


" udah sekarang kamu ajak Rara ke sekolah, kamu rayu dia turuti apa maunya asal dia mau berangkat, sekolah... jangan sampai hanya masalah seperti ini membuat nya putus sekolah.." ucap Milea sambil menggenggam tangan adiknya dengan hangat..dan mengusap kepala Bara membuat Bara tersenyum dan mencium kening Kakaknya membuat kakaknya menangis..


" kamu dan Rara adalah segalanya buat kakak...gak mungkin aku gak rela melepas seorang Bian demi kamu Rara.. sejuta Bian pun aku sanggup meninggalkannya.." gumam Milea saat melihat Bara pergi melangkah menuju kamarnya Rara.


akhirnya Bara berhasil membujuk Rara untuk sekolah..


setelah semua pergi... Milea mendodok kamar mamanya...


tok tok tok...


ma..


ceklekkkk


Milea melihat mamanya tengkurap dan menangis di kasurnya..


Milea mendekap mamanya


" ma, sudah ma jangan menangis..." ucap Milea.


Rani pun bangun dengan mata sembab dan memeluk Milea..


" tidak ma.. semua bukan salah siapa siapa ...ini hanyalah ujian untuk keluarga kita ma... Rara juga masih anak anak dia belum tahu mana yang benar dan salah... Milea tidak menyalahkan siapa siapa kok ma...kalau Fabian memang jodohnya Milea ya Alloh pasti akan kasih jalan untuk kami bersama, tapi kalau Fabian ternyata memang jodohnya Rara ya udah Milea juga gak apa apa .." ucap Milea sambil menggenggam erat tangan Rani..dengan senyum getir nya.


" dan mama semakin gak ngerti dengan jalan pikiran Rara sayang, seminggu lagi dia ulang tahun , dia mau sekaligus bertunangan dengan Fabian..." ucap Rani menunduk.


" ma, ya gak apa apa kalau memang itu maunya Rara, biar nanti Milea ngomong sama Bian..." jawab Milea.


" ya udah ma, Milea mau bersihin kamar Milea dulu..." ucap Milea sambil beranjak meninggalkan kamar Rani..


saat memasuki kamarnya, Milea duduk lemas di lantai bawah pintu...


" oh Tuhan kuatkan hatiku...hikcs hikcs hikcs..." tangisan Milea pecah ketika dia mengingat wajah polos Fabian saat menggodanya, merayunya dan menjahilinya..


tiba tiba ponselnya berdering, ternyata Bian melakukan panggilan video..


"hai.."


[ sayang kamu baru nangis ya ]

__ADS_1


" enggak siapa bilang "


[ ada apa lagi ]


" enggak bi aku gak apa apa , kalau gak mengeluh padamu berarti aku masih kuat..lagi pula aku gak selemah yang kamu kira.."


[ aku kangen sayang , kapan kamu masuk kerja lagi...iya bu bos kapan masuk kerja lagi.. Frans kangen tau lihat kemesraan kalian..]


" Frans apa apaan sih kamu , bi maaf ya aku gak akan masuk kerja lagi..aku akan bantu perusahaan papa saja, kasihan papa sudah semakin berumur, lagi pula menunggu Bara bisa diandalkan juga masih 5 tahun lagi.." ucap Milea dengan sendu dan mata berkaca kaca.


[ sayang kalau kamu mau nangis menangis lah, luapkan isi hatimu.. Bara sudah cerita semua ke aku...begitu berat ujianmu sayang..]


" Bian, bagaimana nenek...katakan pada nenek aku minta maaf .."


[ dia selalu menanyakanmu sayang, kapan kau menjadi menantu nya..]


" bi, bersedia kah kamu bertunangan dengan Rara..."


[ apa aku gak salah dengar]


"enggak bi, aku pribadi yang memintamu"


[ tapi sayang]


" bi kamu menyayangiku kan, kamu tahu keluarga ku adalah segalanya bagiku, ayah dan ibuku Meraka meninggal ketika aku masih kecil dan mama Rani dan papa Raka yang merawatku memberiku kasih sayang, mungkin memang lebih dari apa yang mereka berikan kepada Rara.. mereka sungguh baik kepada ku, mana mungkin aku tega membiarkan mereka terpecah dan berantakan gara gara aku... tidak bi, jika sampai itu terjadi ,sampai kapanpun aku gak akan bisa memaafkan diriku sendiri.."


[ baik lah sayang apa pun akan aku lakukan tapi semua demi kamu , hanya demi kamu...tapi satu yang tidak bisa aku wujud kan meskipun kamu memintanya...yaitu hatiku ..tidak akan bisa sayang, sampai kapanpun tidak akan ada yang bisa mengambil hatiku darimu...]


" terimakasih ya Bi, kau sudah mau mengerti diriku... walaupun aku sangat menyayangimu akan aku simpan untukmu nanti ,entah itu, kapan, di mana pun walaupun sampai ke jannah.."


[ iya sayang]


[ sayang kamu matikan gi ]


"enggak kamu saja yang lebih dulu"


[ enggak sayang ]


" dan mulai hari ini kamu juga harus simpan panggilan sayang itu nanti .."


[ baiklah Lea apa pun yang kamu mau ]


dan panggilan pun berakhir..

__ADS_1


Milea mengambil nafas panjang dan merasa semua menjadi lebih baik..


Milea mulai kegiatan paginya, dia bersih bersih rumah dari dapur , kamar kamar, sampai halaman..


__ADS_2