
3 hari telah berlalu , akhirnya Rani pulang dari rumah sakit..
"sayang sudah pulang..."sambut mama ,papa,dan siska .
Siska tersenyum, dengan di papah oleh Rangga dan Alex....
" Rani bisa sendiri kok kak, gak usah dipapah gini ah ..." ucap Rani kepada Rangga,tapi membiarkan Alex yang memapahnya.
Rangga pun segera melepaskannya..
"iya kakak tau kamu mau Alex yang membantumu..dasar ..."ucap Rangga.
Rani hanya tersenyum .
mereka pun sampai di kamar Rani yang bersih dan rapi.
" eh iya Ran, kamu mau makan apa..."tanya Alex.
"emang kamu mau masakin ...ehm...aku mau ayam goreng dan kentang goreng, sambel saos sama minuman soda..." ucap Rani.
"ok...bentar lagi nyampek, tapi minumnya tidak bisa soda tapi air meneral.." ucap Alex sambil mengotak atik hpnya.
"eh...jadi deliveri order nih..." ucap Rani sambil memnggenggam tangan Alex.
"iya...emang aku yang harus masak.." ucap Alex sambil mrmbalas genggaman tangan Rani yang semakin hangat.
"aku tau..." ucap Rani sambil tersenyum.
"Alex...apakah kamu begitu mencintaiku..." ucap Rani sambil menatap lekat mata tajam bernetra coklat.
"Iya...bahkan lebih besar dari yang aku tahu.." ucap Alex sambil tersenyum.
Rani pun tersenyum.
" Ya udah kamu tidur gi,sudah lelah kamu perlu istirahat..." ucap Alex sambil mengusap rambut Rani dan merapikan selimutnya.
Rani pun menurut dan merebahkan tubuhnya mencoba untuk istirahat...
Alex pun melangkahkan kakinya ke luar saat melihat Rani benar benar sudah tertidur.
Dia melangkah pelan pelan agar tak terdengar oleh Rani, tapi di saat hendak meraih gagang pintu dia menoleh ke arah nakas di sebelah meja rias..
__ADS_1
Alex pun menghentikan langkahnya dan mendekatinya.
"apa ini ..." gumam Alex.
Dia pun tertegun setelah tahu itu adalah tumpukan surat dari Raka, tak pikir panjang Alex meraih semua surat itu dan memasukkannya ke dalam tasnya.
kemudian dia pun keluar dari kamar Rani dan pamit kepada mama dan papa Rani.
"om ,tante ,Alex pamit pulang dulu ya.."ucap alex dengan penuh rasa hormat.
"Alex duduk sini dulu om sama tante mau ngomong sedikit.." ucap mama sarah sambil tersenyum dan menepuk kursi kosong di sebelah nya..
Dan Alex pun duduk di sebelah mama sarah.
"Alex kami semua di sini sangat berterimakasih sama kamu, kamu sudah iklas dan tulus membantu Rani...jujur saja Alex dulu aku sempat ragu sama kamu..karena kami tahu sendiri gimana Rani, dia sangat keras kepala dan suka menendam perasaannya..." ucap mama sarah dengan menarik nafas psnjang.
" dulu semenjak Rani kenal sama Raka , sebenarnya mereka sudah saling menyukai tapi tak ada yang berani mengungkapkannya, sampai akhirnya Raka pergi ke belanda ...
dan keduannya sangat terpukul, terutama Rani..yang pada saat itu sudah mulai berani menunjukkan rasa cintanya..." ucap mama sarah.
" apakah sejak saat itu tidak ada lagi telp atau mesage dari Raka atau kabar medsos atau apa gitu tan.." tanya Alex.
mama sarah dan semua orang menggelang.
"kurang ajar kamu Raka, takkan ku biarkan gadis sebaik Rani kau permainkam seperti ini...." ucap Alex dari dalam hati.
setelah agak lama mengobrol, Alex pun pamit pulang.
Di perjalanan dia tampak gusar dan gundah gulana memikirkan bagaimana dia bisa menemui Raka...
" Raka harus tau semua ini, mengenai sakit yang dialami Rani..dan kalaupun pada akhirnya ,Raka yang dipilih Rani, aku siap mengubur semua kenangan ini..." gumam Alex.
Alex dengan mobil soprtnya tetap melaju menecah jalanan kota yang padat .
**
Rani yang sudah lelap di kamar tiba tiba terbangun..dia merasa tubuhnya sudah lebih segar..
Rani pun berdiri dan mengambil nampan yang berisi makanan dan minuman yang sudah dipesan Alex.
Selain makanan ada selembar surat untuknya.
__ADS_1
***
Rani sayang kamu makan yang banyaknya, kamu harus kuat , besok aku ajak kamu mengunjungi panti asuhan sudah lama kita tidak ke sana, kita main sama anak anak panti di sana pastu seru.
kita ajak teman teman juga, aku sudah hubungi aldi dan yang lain.
pokoknya besok semua milik kita...
Alex..
***
Demikian isi pesan di selembar kertas itu, Rani pun segera menyantap makanannya.
"iya Alex, aku akan mencoba untuk berani menatap mentari, walaupun selama ini sebenarnya aku masih belum bisa sepenuhnya sembuh dari luka hatiku...kenangan dan wajah Raka masih ada dan semakin jelas di pikiranku..walaupun aku berusaha membohongi hatiku, tetap saja semuanya masih terasa..
dengan ketulusanmu, aku pastikan aku akan bahagia di sampingmu..
aku sebenarnya tau mungkin umurku tak lama lagi , karena sakit yang ku derita, dan semua berhubungan dengan hatiku, jantungku bermasalah..
karena itu lah aku akan gunakan kesempatan ini untuk membalas semua kebaikanmu dan cintamu..
aku janji alex ,aku janji tak akan mengingatnya lagi, demi kamu , dan hanya kamu yang selalu ada di sisiku.." ucap Rani dari dalam hati seraya mengambil sesuap demi sesuap nasi dan itu pun dengan derai air mata..
* flashback on*
Sebenarnya Rani sudah mengetahui semua tentang sakitnya , karena kemarin pas Alex dan Rangga berada di luar kamar dan menceritakan semua diagnosis dokter dan hasil lab diam diam Rani mendengar dari balik pintu..
Tapi Rani diam dan pura-pura tidak mengetahui apa apa...
" Rani sudah pasrah apapun kehendakMu ya
Rob...tapi sekarang aku mohon ya Alloh berikan kebahagiaan untuk Alex , selama ini aku tidak adil padanya, aku sudah berusaha mencintainya tapi aku tetap tidak bisa.. padahal dia sangat mencintaiku dengan tulus..", ucap Rani lirih .
* flashback off*
Rani tetap melanjutkan makannya sampai suapan terakhir.
Di balik pintu...
ternyata sang kakak sudah berada di sana .
__ADS_1
"Rani begitu dalam kah perasaanmu sama Raka, kamu harus kuat Ran, lupakanlah Raka, sekarang masa depanmu adalah Alex,dia benar benar tulus mencintaimu bahkan mungkin bahkan lebih besar dari apa yang kamu tau.." gumam Rangga yang dari tadi berada di balik pintu sambil menatap adiknya.