
tok tok ..
ceklekkkk..
frans membuka pintu dan mempersilahkan Milea masuk untuk bertemu bosnya.
" silahkan nona dia CEO di perusahaan ini..pak ini sekretaris bapak yang baru, saya permisi dulu.." ucap frans kemudian melangkah keluar dengan membisik ke telinga Bian..
" bos seleramu boleh juga ,tapu jangan macam macam dis gadis baik baik.."
" sialan kamu, ksmu pikir aku pria tidak baik " jawab Bian yang juga membisik ke frans.
" pak..saya sekretaris bapak yang baru..." ucap Milea dengan gugup.
Bian belum membalik duduknya yang masih mrmbelakangi.
Milea duduk dengan perasaan cemas..
" katanya bosnya botak gendut dan tua, nah ini kok sepertinya masih muda dan tidak botak " gumamnya dalam hati.
Milea menunduk, sedangkan Bian memutar tempat duduknya..dia masih pandangi gadis itu.
Milea yang belum menyadarinya masih was was dalam hati..
" kamu saya terima sebagai sekertaris pribadi saya..ingat sekertaris pribadi.." ucap Bian dengan senyum liciknya.
" hah..sekertaris pribadi..
bukannya sekertaris biasa ya, gak ada di kontrak tadi sekertaris pribadi..." ucap Milea bingung.
Namun dia merasa mengenali suaranya..dan diapun mengangkat kepalanya pelan pelan..
dan alangkah terkejutnya Milea ternyata bosnya itu adalah Bian, pemuda menyebalkan.
" kau...." ucap Milea.
" ehem..." jawab Bian dengan menahan tawanya.
" kau kau maksutku...maksutku...mem...mak...sutku.." ucap milea gugup..
"iya ..." Bian menjawab dan terus berjalan ke arah Milea, Milea pun terus mundur .
" bos Huanxel yang botak, gendut, dan jelek...ehm..." ucap Bian dengan senyuman mematikan.
__ADS_1
" ma ma maafkan aku pak pak Bian " dan Milea pun memejamkan matanya karena dia sudah tak bisa mundur lagi karena sudah tembok dan Bian menguncinya dengan lengannya yang kekar.
dekat,dekat dan semakin dekat..sampai jarak mereka hanya beberapa centimeter.
Milea dapat merasakan hembusan nafas Bian yang hangat di sekitar bibirnya.
dan aroma parfumnya yang maskulin.
" sekarang kamu tahu apa tugasmu.." ucap Bian yang terus menguncinya.
" bi bi bisakah kamu melepaskan ku " jawab Milea.
" ti dak a kan per nah ....!!!" jawab Bian.
" a pa... mak maksutmu.." ucap Milea yang meronta namun Bian malah merapatkan tubuhnya dan menarik pinggang Milea.
" kamu gila gila...aku batal kerja di sini , belum apa apa saja kamu dah berani sama aku..." ucap Milea dengan tersedu sedu sambil meronta minta lepas dari pelukan Bian.
" ehm...maaf maafkan aku , sorry aku gak sadar..ih..kenapa sih aku...udah udah ksmu diam ya , jangan nangis lagi, ok ok aku gak akan berbuat aneh aneh lagi kamu tetap kerja di sini.." ucap Bian yang panik karene Milea menangis takut kedengaran dari luar.
" aduhhh..."
ceklekkkk...
" bos ada apa sih...kamu ...apa yang kamu lakukan.. bos..
aduhhh bos... tadi kan sudah ku bilang dia itu gadis baik baik...kalau begini bos harus bertanggung jawab...gak bisa begini CEO Huanxel harus menjaga nama baiknya dan perusahaan..." ketus frans yang nerocos tanpa jeda membuat Milea kaget dan berhenti menangis begitu juga Bian yang langsung menimpuk kepala frans..
" hei kayak emak emak aja lo ,bisa diam gak bikin tambah pusing aja..." ketus Bian emosi.
" maksut nya " ucap Milea bingung sambil mengusap air matanya.
" bisa diam gak atau aku potong gajimu satu bulan..." gertak Bian.
" ok ok bos , kemarin sudah kau potong , sekarang kai potong lagi habis lah gajiku bos...dah sekalian saja kau potong baju dan celanaku...heran aku..." ucap Frans.
Milea semakin bingung, dalam benaknya masih ragu mau tetap kerja di sini atau berhenti dan menyerah ikut kerja saja sama papanya.
" aku aku aku...gak..." ucap Milea yang langsung dipotong sama Bian.
" tetap kerja di sini menjadi sekretaris ku dan kamu gak bisa menolaknya untuk menjadi sekertaris pribadiku.. karena kau harus membayar hutangmu sudah merusak 2 mobilku..paham .." ucap Bian dengan tegas dan kemudian memanggil sekertaris lamanya untuk mengajarinya dan memberitahu apa saja tugas tugasnya .
Milea pun ikut sekertaris lama Fabian ke luar ruangan bosnya menuju tempat kerjanya di depan ruangan itu.
__ADS_1
Bian duduk dan melonggarkan dasinya bersandar di kursinya..
'' itu salahmu Milea, kamu terlalu cantik membuatku lupa diri..." gumam Bian.
Frans melemparkan kalender ke arah Bian membuatnya kaget..namun tak ambil pusing dengan kelakuan anak buah serta sahabatnya itu.
" sialan lo Bi, kau ambil kesempatan, sudah kau apakan gadis itu..ehm..aku gak nyangka Bian yang culun sekarang sudah berani macam macam sama cewek.." ketus Frans.
" apa nya , jangan sok tahu kamu..kurang ajar, mau aku hajar beneran..." ucap Bian sambil merebahkan kepalanya di kursi dan memejamkan matanya.
" kamu suka ya Bi sama tu cewek .. dia memang cantik, ya awalnya sih kalau kamu gak mau sama dia aku mau bi.." ucap Frans yang langsung dijitak sama Bian.
"awas kamu berani sentuh dia, benar benar aku hajar kamu..." ketus Bian.
" ok ok aku kan cuma bilang kalau kamu gak mau sama dia aku yang akan mengejarnya.." kok sewot sih..
" sudah sana pergi , pusing juga aku lihat mukamu...tapi awas jangan coba coba kau dekati dia, dan kamu cari tahu siapa dia, aku merasa dia bukan anak orang biasa.." ucap Bian setelah menandatangani berkas berkas yang dibawa Frans.
" ok bos siap perintah akan saya laksanakan ..o iya bos , tadi nenek telp , dia selalu mananyakan apa bos sudah punya pacar.." bisik Frans.
" trus kamu jawab apa..."
" ya aku bingung tiap hari itu saja yang nenek tanyakan ..aku jawab sudah.." ucap Frans tanpa dosa.
" est terus aku nanti bilang apa Frans, kamu kan tahu aku gak punya pacar..sialan kamu..pasti nenek mendesakku untuk segera menikah...est... sekarang kamu harus tanggung jawab kamu harus carikan aku seorang pacar..." ucap Bian.
" eh..dasar CEO culun...kan ada Milea, Bi Bi mangkanya jangan cepat emosi...isttsss...ganteng tapi culun..." ketus Frans.
" sialan kamu Frans, ok ok ...ide kamu bagus juga...jadi aku harus jadian Milea pacarku sekarang...'' ucap Bian antusias.
" ya jangan sekarang Bi.. aduhhhh gimana ya aku ngomong sama bos perusahaan besar yang gak tahu sama sekali soal wanita...dengar Bi cewek itu mahkluk sensitif kamu harus mendekati dengan hati yang lembut, kamu turuti apapun yang dia suka lama lama dia akan luluh sama kamu..." ucap Frans.
" ok ok aku paham sekarang, berarti aku harus bersikap lebih lembut sama dia, tapu kalau dia tetap gak mau sama aku gimana.." tanya Bian.
" ya kamu gunakan cara ke dua.."
" maksutmu cara ke dua apa"
"ehem...kalau dengan cara lembut dia tetap keras kepala cara ke dua adalah mengancamnya , kau harus membuat dia terpaksa denganmu yang lama lama dia akan selalu dekat denganmu dan terbiasa nyaman bersamamu...dan aku yakin pasti kau akan berhasil dengan cara yang ke dua.." ucap Frans yang membuat Bian gemas dengan sahabatnya itu dan menimpuknya lagi dengan buku buku di depannya.
" aduhhh....lama lama di sini bisa gagar otak aku...sudah kamu pikirkan sendiri saja bagaimana cara kamu mendapatkan dia asal jangan lagi buat dia menangis.." ucap Frans.
" o iya Bi, jangan lupan nanti ada pertemuan penting dengan pak Raka membahas kontrak kerja sama kita...ingat jangan buat Milea menangis agar kau bisa membawanya kemanapun kau pergi.." imbuh Frans sambil terkekeh dan melangkah pergi dari ruangan bosnya itu.
__ADS_1
" iya ya kok aku bisa lupa ya...selain itu pak Raka juga mau memperkenalkan aku seseorang karena mengingat umurku yang sudah semakin tua tapi masih jomblo...hah...jomblo memang berat...haduhhhh..." desah Bian sambil membenarkan duduknya dan mulai membuka laptopnya untuk memulai bekerja.