
hari yang di nanti pun tiba.. persiapan demi persiapan telah selesai..
" nanti undangannya berapa dek..." tanya Milea.
" sekitar 500 orang .." jawab Rara.
" ya kalau cuma di sini gak cukup, kita harus pasang tendanya, di halaman.." Ucap Milea.
" kak udah dong sekarang giliran kakak di make up..," ucap Rara.
" ok ..." jawab Milea.
dan jam pun berjalan waktunya sudah hampir tiba...para tamu undangan sudah mulai berdatangan.
" kak, kakak berdandan aja dulu sekarang Rara mau rayakan ulang tahun Rara dulu bersama teman teman Rara..." ucap Rara.
dan suara riuh ulang tahun pun terdengar, gempita penuh suka cita...
mereka berteriak dan berpesta..
" kok mereka tega sih , gak nungguin Milea dandan..mbak masih lama ya.." ucap Milea.
" enggak kok nom tinggal sedikit ini , benerin mahkota nya.." ucap MUA nya.
" mbak apa nggak berlebihan ini kok kayak Milea yang punya acara..ini kan tunangannya adek saya mbak..." tanya Milea heran.
" nggak kok non justru non Rara sendiri yang memintanya..kan non lea gak mau ngecewain non Rara kan.." jawab mbaknya.
" iya juga sih mbak .." ucap Milea
sedangkan di luar suasana sudah sangat ramai .
" bar, kamu lihat kakak kamu " tanya Raka yang khawatir dengan Milea..
"nggak kok pa ,dari tadi bara memang gak melihat kakak .." jawab Bara.
di sisi lain Fabian yang dingin pun Tampak melirik sana melirik sini, mencari kebaradaan Milea tapi tidak menemukan nya..
dan bian pun terkejut karena Frans ternyata mengajak nenek datang...
" Frans Frans apa yang kamu lakukan kenapa kamu mengajak nenek, kalau terjadi apa apa sama nenek gimana ..." tanya Fabian sambil melotot ke arah Frans...
"tenang tenang saja bos...nenek aman kok ya nek, ayo nek kita berpesta.." ucap Frans sambil berdansa bersama nenek yang membuat para tamu undangan tertawa bahagia..
kemudian Raka dan Rani menemui nenek dan mengajaknya duduk bersama, mereka pun tetlihat akrab..
Fabian sungguh heran kenapa harus mengundang orang sebanyak ini, dari ibu penjaga kantin sampai satpam , semua orang dari kantor nya tak terkecuali...
" heran aku, bisa bisanya bikin acara sebesar ini , cuma tunangan saja, lea Lea kalau bukan karena mu sayang gak akan sudi aku berada di tempat ini, bikin malu aja, mana tunangannya sama anak kecil lagi, ehm...sungguh memalukan..." gumam Fabian dalam hati.
" pak Fabian selamat ya, wah bapak keren sekali, calon nya juga sangat cantik..." ucap salah satu karyawan nya yang membuat Fabian nyeringai gak suka...
" wah cantik banget.."
" iya calon pak Fabian sangat cantik...''
" iya ya baru lihat lo aku wanita secantik ini "
Fabian yang tak perduli pun membuang muka ..
__ADS_1
dan ada rasa pedih dan sakit yang di rasakan Raka melihat sikap Fabian yang seperti itu, karena dari tadi Raka terus memperhatikan sikap dan perilaku Fabian yang seperti terpaksa..tapi mau gimana lagi ini memang pilihan putrinya..
semua tamu undangan pun bertepuk tangan saat MC meminta pak Fabian Huanxel untuk naik ke atas panggung dan bersama sama mempelai di pelaminan..
" hh mempelai.." gumam Fabian menyeringai..
saat sekilas Bian melirik ke Milea..
deg...
" cantik banget benarkah itu Milea..." gumamnya dalam hati.
Rara yang berdiri di samping Fabian pun mencoba meraih tangan Fabian dan mulai menggenggamnya.. dengan senyum kebahagiaan.. Rara juga di dampingi Milea yang luar biasa cantiknya seperti seorang pengantin.
Fabian mulai neg, dia mencoba melepaskan pegangan tangan Rara tapi Rara mencubit dan tetap menggenggam nya..lain halnya dengan Milea yang terus menggenggam tangan Rara .
waktu terus berjalan , kemudian Rara perlahan lahan mundur dan menyatukan tangan fabian dengan Milea..
mereka pun kaget dan saling menatap..
Rara memeluk papanya..
",apa ini sayang " tanya Raka.
" nanti saja Rara jelaskan, sekarang biar pernikahan ini berlangsung " ucap Rara yang bergelayut di pundak papa nya.
Sontak Rani dan Raka pun terkejut..
Frans dan Rara serta Bara saling memberi kode..
dan butiran bunga mawar pun jatuh di atas tenda dan pelaminan..
Frans pun maju dengan membawa penghulu dan berkas berkas serta buku nikah untuk kedua mempelai..
" Frans, bisa kamu jelaskan..'' tanya Fabian.
" o o o rasanya gak perlu dijelaskan, yang penting sah...." ucap Frans dengan senyum kemenangan.
"awas kamu! " ucap Fabian mengancam.
" et... sekarang silahkan mau potong gaji Frans sampai habis juga gak masalah msu pecat juga gak apa apa...ehm...kalu pak bos memecatku aku bisa pindah kerja sama bu bos sekarang.." ucap Frans ysng membuat semua orang tertawa..
" kamu...."
akhirnya pernikahan Milea dan Fabian pun terjadi ... mereka sungguh sangat bahagia, tapi Frans masih punya hutang satu penjelasan...
waktu berlalu acara pun selesai.
Milea, Fabian, Rara, Rani Raka, Bara dan Frans pun berkumpul di ruang tamu..
" kak, selamat ya ..." ucap Rara sambil memeluk kakaknya.
mereka pun tersenyum bahagia..
" Rara, papa sungguh bangga sama kamu nak sini peluk papa.." Rara pun mendekat dan memeluk papanya..
Fabian dan Milea saling pandang dan tangan Bian dengan tanpa melihat mencengkram lengan Frans yang hendak kabur..
"ayo Frans sekarang jelaskan apa yang terjadi.." ucap Bian..
__ADS_1
" ok ok bos , tapi lepaskan dulu ah...heran aku selalu kasar..." ketus Frans..
flashback on **
Bara sedang bersama Milea, dengan sayang dan penuh perhatian Bara menenangkan kakak nya yang sedang menangis, sampai akhirnya dia mendengar bara yang selalu telp dengan bian..
" kak begitu sakitnya hatimu kehilangan kak Bian..maaf kan aku kak.." gumam Rara.
" ma, maaf kan Milea ma, Milea dah gak kuat berada di sini , biarkan Milea pergi mencari kabahagiaan Milea sendiri..." ucap Milea sambil mengemasi baju bajunya ke dalam rangselnya.
ternyata Rara sejak tadi berada di samping pintu dan mendengar semua dengan jelas keluh kesahnya..
" kak, kakak sangat menyayangiku.." ucap Rara.
" ok sekarang aku gak akan biar kan keluarga ku hancur hanya karena kegoisanku.." gumam Rara.
cringg..
ponsel Frans berdering...
" kak aku Rara,bisa kita bertemu.." ucap Rara
[ ok , di cafe dekat lampu merah ya]
tok tok,
ceklekkkk
" bara, boleh aku masuk " ucap Rara.
" ehem masuklah.. Ra" ucap Bara...
" bar aku mau ngomong, aku sadar bar dengan kesalahanku aku mau memperbaiki , tapi tolong dirahasiakan biar mama dan papa tetap menganggapku gak bener..
tapi sekarang kamu cegah kak Milea yang mau pergi dari rumah ini, sementara aku mau menemui kak Frans di cafe depan ..." ucap Rara
"apa kak Milea mau pergi...ish...ok ok aku akan mencegahnya, kamu selesaikan urusanmu.." ucap Bara yang berlari ke kamar kakaknya..
dengan ngos ngosan ,bara akhirnya lega...
" kenapa kamu dek " tanya Milea..
" nggak kok kak...kakak kok bawa tas rangsel segala, kakak mau ke mana..." tanya bara..
" o ini kakak mau ke rumah teman di Jakarta..." jawab Milea
" enggak pokoknya kakak gak boleh pergi...nggak pokoknya.." ucap bara sambil memeluk kakaknya itu...
" Bara, kakak perlu menenangkan diri sebentar, kakak capek bar, " ucap Milea dengan buliran air mata yang terus menetes.
"kak, kakak adalah kakakku aku akan selalu ada buat kakak tidak akan aku biarkan sesuatu terjadi sama kakak..." bara semakin mempererat dekapannya.
milea pun menyerah dan menaruh kembali tas dan bajunya..
" baik lah kakak gak jadi pergi " ucap Milea.
sementara di cafe Rara bertemu dengan Frans, Rara meminta untuk mengatur tgl pernikahan,baju ,dan berkas berkas nya..
Flashback off**
__ADS_1
" begitulah ceritanya, yang intinya semua keluarga bahagia.."