
Hari pun berganti waktu berlalu. Rani dan Alex semakin dekat, begitu juga dengan teman temannya yang juga baik dengan Rani.
Rani yang semakin membaik mencoba terus tegar dengan keadaan , serpihan hati yang hancur kini sedikit sedikit mulai tertata...
"Ran, kamu lagi ngapain, jalan yuk.." ucap alex.
"alex bentar lagi ujian nasional, bisa gak kalau jalannya nanti setelah ujian..." ucap rani .
Alex yang duduk di motornya segera turun dan mendekati Rani..
" Nona Rani adi wijaya ...apa gak bisa bicaranya gak nyolot sambil melotot..jadi cewek galak banget..." ucap alex sambil terus mendekat dan mengunci rani dengan kedua tanganya di tembok pagar sekolah. Mata keduanya untuk sesaat saling beradu ,saling mencari kebenaran dan menyusuri ke dalam relung hati masing masing.
Rani terdiam dan tersentak mendorong dada alex, alex pun mundur dan melepaskannya sambil meringis .
"Dasar cewek galak...bisa gak sih gak main kasar..." ucap alex sambil mendengus kesal.
Rani hanya terdiam dan mendekat ke arah Alex..
" ehm....sakit ya, maaf ya , sayang...nya aku gak bisa...." ucap rani sambil mencubit perut Alex dan membuatnya lari mengitari motornya.
"Aku akan selalu kasar Alex, tunggu kamu..." Rani pun tak mau kalah terus mengejar Alex.
Tak sedikit pula teman dan adik kelas yang menyaksikannya, mereka hanya tertawa..
Begitu juga dengan Amel , dia tampak tersenyum senang melihat sahabatnya telah pulih dari luka hatinya..
" Rani , kamu harus terus seperti ini , kamu pantas bahagia...dan Alex, terimakasih kau telah mengembalikan keceriaan Rani ..." gumam Amel dari dalam hati.
__ADS_1
Dan tak lama kemudian terlihat teman teman Alex datang dengan motor gedenya , mereka juga tak kalah keren dari Alex, tapi masih tetap Alex starnya...
Rani pun kecapeka berlarian dan bercanda sama Alex..
"huh huh ...capek Alex..awas kamu kalau kena aku akan memukulmu..." ucap Rani sambil ngos ngosan ..
" ok ok cantik , ntar aku kasih kamu pilihan mau pukul yang mana , asal dengan satu sarat.." ucap Alex.
Rani mengeryitkan keningnya..
"syaratnya kamu harus memukulku dengan senyumanmu dan jangan kamu memukul hatiku...sakit tau, sakitnya tuh di sini.."ucap alex sambil mendekat pada rani dan merangkul pundaknya.
" Cie cie...yang lagi bucin.. lupa nih sama teman temannya...dari tadi kita cariin ..eh taunya udah mesra mesraan di sini..." goda teman temannya Alex .
Muka Rani langsung merah padam karena menahan malu, dan bersembuyi di belakang punggung Alex..
Dengan senyum kerennya Alex menarik tangan Rani.
" heh..kalian ngapain ke sini...sudah sana pulang..." ucap Alex .
" Bro...kayaknya semenjak jatuh cinta kamu melupakan sesuatu .." ucap aldi salah satu teman Alex.
" hhh ...seorang Alexander gak akan pernah lupa...tenang aja kalian pergi aja duluan...dah sana...nanti kami menyusul.." ucap Alex sambil mengibaskan tangannya.
"hh ..kami..'' tanya Rani melotot..
" iya kami..aku dan kamu..." ucap Alex.
__ADS_1
Tak menunggu lama Alex langsung menarik tangan Rani dan membawanya ke motornya..
"dah kamu naik sayang..." ucap alex.
"hh sayang..." ucap Rani sambil melotot.
"udah..." Alex langsung mengambil helm dan memakaikannya pada Rani.
Sejenak mereka bertatapan lagi dan kali ini begitu dekat, sampai sampai terasa deru nafas Alex, dan aroma parfum maskulinnya.
Alex mencubit hidung Rani, dan Rani pun tersentak.. "udah jangan bengong..."
mereka pun segera melaju menembus padatnya jalan di kota Surabaya.
Rani duduk dengan posisi agak di belakang, dengan kedua tangannya di pundak Alex, dan memang begitu setiap jalan.
Alex pun tak sabar, dia segera meraih tangan Rani dan melingkarkannya di perutnya.
Rani pun hanya pasrah dan menuruti Alex.
Sekarang jarak mereka begitu dekat, Alex bisa merasakan hangatnya hati Rani saat ini tidak seperti kemarin kemarin.
Dan Rani pun tersenyum, dia merasa begitu nyaman dan senang di dekat Alex.
" Alex, terimakasih ..." bisik Rani di telinga Alex.
Alex hanya tersenyum bahagia, dia berharap ini awal dari indahnya kisah cintanya.
__ADS_1