
" Amelia permata, kau kah itu..." ucap Rani.
Rani pun melepaskan dekapan hangat Alex dan memeluk Amel sahabat lamanya yang kuliah di jakarta.
",apa semua ini, kalian bisa jelaskan padaku..oh my god.. aku sungguh gak ngerti apa apa..dan kau Alex aku kira kau sudah...dan memberikan jantungmu untukku.." ucap rani.
Alex langsung menepuk kepala Rani, dan Rani pun meringis kesakitan...
"kamu kira aku bodoh sepertimu , yang rela melukai hatinya sendiri demi pemuda seperti dia"
ucap Alex sambil menunjuk ke Raka, Raka pun terkejut dan menatap Alex dengan melotot.
Rani pun mencubit pinggang Alex
"eh apa kamu bilang..." ucap Rani.
"ampun ampun ran, emang nya kamu akan tahan Raka hidup bersama dia yang kdrt mulu.." ucap Alex.
Raka pun tersenyum dan merangkul pundak gadisnya itu, "walaupun tiap hari aku memar karena dipukul olehnya aku rela lex.."ucap Raka sambil tersenyum.
"ehm....dasar lebay ,bucin lo ka..." ucap alex mengejek.
dan Raka pun hanya tersenyum sembari menatap Rani yang tersipu malu dengan pipi yang memerah.
__ADS_1
Entahlah apa yang Alex rasakan saat ini, tidak lah mungkin secepat itu dia melupakan perasaannya kepada rani..gadis yang sangat dia sayangi ..tapi melihat Rani bahagia dengan senyum merekah dari hati adalah kebahagiaan tersendiri dari seorang Alexander.
Alex tersenyum melihat Rani yang terlihat bahagia bersama kekasih sejatinya.
Ya , mungkin ini mengajarkan kepada kita arti mencintai yang sesungguhnya.
mencintai tidak memiliki memang menyakitkan tapi melihat orang yang kita cintai menderita akan jauh lebih menyakitkan .
Alex pun tersentak dan ingat sesuatu..
"Kalian penasaran kan bagaimana Rani bisa mendapatkan donor jantung...dan dari mana..karena waktu itu aku meminta untuk merahasiakannya dari siapapun termasuk Rani sendiri.
dan yang tahu semua adalah kak Rangga om dan tante ..." ucap Alex.
" ehm... dengar penjelasanku ya.." ucap alex.
semua orang mendengar dengan seksama.
**flashback on*"
saat itu sebelum Alex mengalami kecelakaan, dokter di rumah sakit tempat Rani dirawat meneleponnya, dia mengatakan ada donor jantung yang tepat untuk Rani.
[ hallo pak Alex ini dari rumah sakit tempat mbk rani di rawat begini pak , ada seorang wanita yang meninggal dunia karena terjatuh dari sebuah bangunan, dan baru saja meninggal tapi sebelum meninggal dia berpesan sama keluarganya untuk mendonorkan semua organ yang masih bisa berfungsi untuk menyelamatkan nyawa seseorang..] suara dari telp.
__ADS_1
" ok dokter atur saja semua ,asalkan yang terbaik untuk Rani, tapi dia bukan korban bunuh diri kan dok.." tanya Alex.
[ o..bisa dipastikan bukan pak alex ,karena polisi sudah menanganinya dan 100 persen kecelakaan, menurut info dari beberapa warga wanita itu juga seorang guru ngaji di sebuah masjid besar di kota sidoarjo.]ucap dokter itu..
"baik lah dok, sebentar lagi saya ke sana.."ucap Alex bahagia.
dan setelah itu Alex mengabari Rangga om dan tante, mereka segera bergegas ke rumah sakit, namun naas bagi alex , baru mau melajukan motor gedenya, sebuah mobil avanza menghantamnya dengan hebat, sampai semua ringsek..
dan untungnya nyawa Alex masih bisa diselamatkan, karena Raka cepat membawanya ke rumah sakit setempat dan dengan tindakan yang eksklusif..Raka tak banyak berpikir yang penting nyawa Alex selamat.
waktu itu dokter mengatakan seorang pemuda tampan yang telah membawaku ke sana dan menanggung serta menandatangani berkas operasi.
"berterimaksihlah mas sama pemuda tersebut.."ucap dokter
**flashback off**
Semua tampak antusias mendengar cerita Alex..
" dan karena cidera punggung serta tulang iga ku yang patah , aku harus beristirahat cukup lama, dan Raka kembali membawaku ke luar kota untuk mendapat pengobatan yang baik.dan baru 2 hari ini selesai..kalian bisa lihat sendiri aku sudah pulih.." ucap Alex sambil tersenyum dan merentangkan tangannya.
" dan ini semua berkat Raka, makasihnya ka..tidak salah Tuhan memilihmu untuk mendampingi Rani.." tambah Alex sambil menepuk pundak Raka.
Raka pun hanya menggaruk nggaruk kepalanya..
__ADS_1
" bisa gak sih lex gak usah lebay, biasa aja kali..." ucap Raka yang ternyata malu saat dipuji dan disanjung.