Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
cinta yang tak manis


__ADS_3

hari berganti waktu berlalu, semua berjalan seperti biasanya, hanya hubungan kakak beradik yang menjadi renggang..


Rara terlihat sangat membenci Milea.


tapi Milea sangat menyayangi adiknya.


Bara pun iba dengan kakaknya..


" kak, biarpun kak Milea bukan kakak kandungku, tapi aku tetap menyayangi kakak tetap seperti dulu, sayangku gak berubah kak.." ucap Bara seraya memeluk Milea dengan hangat.


Milea semakin terharu dan menangis..


" Bara, kakak kangen dengan nenek kakak di panti asuhan...tolong ya kamu antar kakak sekarang..." ucap Milea.


"sekarang kak.."


" iya sekarang"


"tapi ini sudah jam 10 malam kak.."


"kakak gak bisa menunggu bara "


"baiklah kak, bara ambil kunci mobil dulu ya..," ucap Bara...


tak lama kemudian bara dan Milea melaju menuju panti asuhan ..


dan 1 jam kemudian mereka sampai di panti asuhan yang tampak asri, mungil dan rindang..


" dulu kakak lahir di sini ,wah tempatnya biarpun kecil tapi sangat lah bagus kak asri dan sejuk...walaupn keadaan malam Bara dapat merasakan kenyamanan di sini.." ucap Bara.


" iya Bara ..." ucap Milea.


tok tok tok


cklekk..


seorang nenek membuka pintunya..


" nek..ini Milea..." ucap Milea sambil memeluk neneknya dengan hangat..


" sayang,kok malam malam ke sini , apa gak bisa nunggu besok pagi.." enggak nek, Milea kangen dengan nenek... Milea udah gak tahan pengen peluk nenek..." ucap Milea sambil menangis tersedu-sedu.


nenek memandang bara dan menanyakan apa yang terjadi dengan isyarat..dan Bara mengangguk dengan pertanda nanti akan diceritakan.


" udah ayo masuk, ih... kayak anak kecil saja , kan udah lulus kuliah...udah sayang..." ucap nenek Ratmi sembari mengelus punggungnya.


" nek, adek adek udah tidur semua..." tanya Milea sambil menyeka air matanya.

__ADS_1


" kamu lihat saja...tuh..."


" yah padahal Milea bawakan martabak manis kesukaan mereka...Bara kamu ambil gi di mobil..." ucap Milea memerintah adiknya.


" iya kak.." Bara pun ke luar mengambil martabak manis.


dan dikuti nenek Ratmi yang penasaran tentang apa yang terjadi.


di mobil Bara menceritakan semuanya dan meminta maaf atas nama adeknya Rara karena kesalahan nya yang terlalu memanjakan nya.


nenek Ratmi hanya tertegun, dia iba melihat Milea yang meringkuk ikut tidur di samping adek adek pantinya...


"Bara kamu pulang atau nginep di sini nak, sekarang sudah malam...kamu nginap saja besok pagi ajak kakakmu pulang, di sini bukan tempat yang layak untuknya, dia tidak boleh meninggalkan masalah , tapi harus menyelesaikan nya." ucap nenek bijak.


"baiklah nek..."


" Yola, siapkan tempat tidur untuk anak pak Raka.." ucap nenek Ratmi kepada yola ibu pengasuh panti yang lain.


"iya bu..." jawab bu Yola.


dan Bara pun bisa merebahkan tubuhnya di kasur kecil tapi penuh ketenangan.


cring...


panggilan dari kak Fabian.


"iya hallo kak"


" iya kak, kakak bersama ku "


[ sekarang kamu di mana bar, dari tadi ponsel Milea tidak bisa dihubungi..]


" kami di panti kak, kakak yang mengajaknya ke sini, kasihan kak Milea, Bara dapat merasakan kesedihan nya kak.."


[ iya Bara.. aku pun sama gak tega melihatnya]


" terus gimana kak, apa ada solusinya...di satu sisi kak Bian harus mengikuti permintaan kak Milea tapi di sisi lain kak Bian pasti sangat mencintainya.."


[ iya Bara, kak Bian seperti di lema]


"tapi kalau sampai terjadi sesuatu dengan Rara pasti kak Milea tidak akan memaafkan kak Bian "


[ itu lah Bara, mangkanya kak Bian bingung..]


"kak, sekarang sudah malem kak, kak Milea juga sudah tidur "


[ iya bara, kamu jaga kakakmu ya , kak Bian titip kak Milea bara jaga dia baik baik ]

__ADS_1


" iya kak "


dan ternyata Milea mendengar semua percakapan Bara dengan Bian.


Milea tersungkur dan lemas, Milea menangis dan duduk sambil menundukkan kepalanya.


setelah beberapa saat terlihat sebuah mobil berhenti di depan panti Asuhan.. Bara yang belum tidur langsung berlari ke luar..


Milea berjalan di teras dan terus berjalan ke halaman..


Fabian turun dari mobilnya dan duduk di samping Milea..di belakang mereka duduk yang tertutup dedaunan dan tanpa sinar lampu, Bara dan nenek yang berdiri dan melihat apa yang terjadi .


" kenapa kamu ke sini Bi, ini udah larut malam.. pulanglah Bi, jangan buat aku menjadi penghianat untuk adikku sendiri.." ucap Milea.


" tidak sayang, aku gak bisa , aku gak bisa seperti ini terus...aku butuh kamu, aku sangat mencintaimu buka Rara..kamu yang aku butuhkan sayang..." ucap Bian dengan lemas


" tapi Rara butuh kamu Bi,bukan aku atau siapa pun .. pergilah Bian, jangan buat aku merasa bersalah..." ucap Milea sambil menyeka air matanya.


" Milea sampai kapanpun aku gak akan pernah bisa menerima ini , ingat itu, kau ingin aku bersama Rara,kau pikir karena kau menyayanginya, tapi tidak lea, kau justru akan menghancurkan hidupnya , karena aku tidak akan pernah mencintai nya..tidak akan pernah.." teriak Bian.. membuat semua anak anak panti menjadi terbangun.


"sudah Bian hentikan, kau membuat panti ini gaduh.. sekarang apa maumu.." ucap Milea sambil menyeret lengan Bian.


" kau tanya mauku, apa masih penting.." ucap Bian.


"Bian...maafkan aku bi.." ucap Milea.


" kita menikah sekarang.." ucap Bian dan membuat semua orang kaget termasuk Bara dan nenek.


" apa kamu gila..." ucap Milea dan menampar pipi Bian.


" kamu sadar dengan apa yang kamu katakan barusan..jawab...aku pikir kamu sudah dewasa Bi, sudah bisa berpikir ternyata kamu gak punya otak...kamu memang gila.." ucap Milea dengan deraian air mata


" iya lea, aku memang sudah gila, aku gila le ,aku sudah gila karena kamu.." ucap Bian yang luruh dan tersungkur dengan muka tertunduk dan air mata yang membasahi wajah tampannya.


Milea pun tidak tahan ..dia menatap dan duduk mendongakkan wajah memelas bian.


lalu Milea mendekap hangat tubuh kekasihnya itu...


"aku juga sudah gila Bi, karena kamu, kita akan melewati ini, kau tak boleh menyerah Bi, aku selalu bersamamu, maafkan aku bi, maaf" dan Milea kembali memeluk Bian begitu pula Bian membalas seakan tak ingin melepaskan nya lagi.


Bara dan nenek pun terharu dan ikut menangis.


"nak doa nenek bersamamu sayang , kalian pasti bisa melewati semua ini..tak ada kebaikan yang mudah semua akan terasa sulit, tapi hanya dengan kesulitan kita akan merasakan nikmat nya keberhasilan..." ucap nenek dengan bijak.


" nenek betul, semoga semua bisa cepat membaik ya nek, Rara bisa sadar dan keluarga kami bisa kembali utuh kaya dulu.." ucap Bara.


sementara Bian dan Milea masih tetap berpelukan seakan tak ingin berpisah mereka melepaskan semua rasa rindu mereka selama ini.

__ADS_1


" Bi, lepaskan... kamu pulanglah, sudah larut malam ..." ucap Milea.


" tidak akan, sampai kapan pun tidak akan ku lepaskan, tidak lea tidak akan pernah.." ucap Bian yang malah mempererat dekapannya


__ADS_2