
sesaat kemudian siska dipindah ke ruang perawatan.
amel yang ada di situ mendekati rangga dan menggenggam tangannya erat dan hangat.
"mas.. " ucap amel.
" iya amel..." jawab rangga dan mengeratkan genggamannya.
"jika suatu hari nanti akan ada seseorang yang datang dan memintamu untuk meninggalkan aku apakah kamu akan menerimanya..." ucap amel lirih.
rangga pun kaget dengan pertanyaan aneh amel.
" apa sih yang kau katakan sayang, tentu aku akan menolaknya, karena aku hanya mencintai kamu seorang..." jawab rangga sambil terus menggenggam tangan amel .
"tapi apabila orang itu aku..." ucap amel menatap lekat mata rangga.
rangga melotot dan menatap amel, pandangan mereka saling beradu, dan tidak ada sorot kebohongan di mata keduanya, yang nampak hanyalah sinar kepedihan.
"tidak amel, itu tidak akan terjadi..." ucap rangga .
" tapi mas, kau harus melindungi siska dan anaknya, dia lebih membutuhkanmu, kau harus menjalankan apa yang aldo amanahkan.." ucap amel dengan berkaca kaca..
"menjaga siska dan anaknya tidak berarti aku harus menikahinya, lagi pula ada mama dan papa yang bisa membantuku menjaga mereka..." ucap rangga.
"kau bisa mengatakan itu mas, tapi hatiku berkata lain, hatiku tidak terima jika kamu lebih perhatian sama mereka, hatiku sakit mas, sakit sekali..." hicks hicks....ucap amel dengan diiringi isakan tangisnya yang sudah tidak terbendung lagi.
"mel, kau mau aku bersama orang yang sama sekali tidak aku cintai, tidak mel, tidak mungkin....kau egois, kau ingin kebahagiaan siska dan anaknya, tapi bagaimana dengan perasaanku.." ucap rangga dengan emosi dan meremas kepalanya sendiri.
di balik tembok tidak jauh dari mereka bicara ternyata rani dan alex berdiri mematung, mereka mendengar semuanya.
rani yang ikut sedih melihat kedua orang yang disayanginya berdebat pun ikut menangis dan tanpa sadar dia memeluk alex yang sedari tadi di sampingnya.
__ADS_1
"hicks hicks kenapa cinta selalu rumit...." ucap rani sambil terisak dan masih belum sadar berada dalam pelukan alex.
alex pun menenangkan rani dengan membelai rambut dan sesekali menepuk pundaknya, dan semakin mempererat dekapannya.
rani pun terdiam, dan dia sadar berada dalam dekapan seseorang, dia terhenyak dan mendongak, matanya yang tadinya sembab menjadi melotot..
" ihhh...." rani mendorong alex, hingga akex pun terpental dan terjatuh di samping kursi, sontak menjadi perhatian orang orang di sana.
"aduhh....nih cewek bar bar amat sih...punggungku mau patah rasanya... mimpi apa aku semalam ....!!!"
gumam alex sambil meringis menahan sakitnya.
rani pun mendengus kesal ..
dalam hatinya sebenarnya kasihan sama alex.
** di kamar perawatan siska **
"aduh sis lucu ya anakmu...tuh lihat pa,lucu ya...", ucap mama dan papa rangga.
''iya ma lucu ya hidungnya ,mirip siska ,iya matanya gak mirip siska mungkin mirip ay....." papa menghentikan ucapanya karena kaget disenggol mama sarah.
"pa ..." ucap mama sarah.
mereka saling menatap.
"iya om tante, memang matanya mirip ayahnya almarhum mas aldo...",ucap siska seraya mengusap air mata yang berlinang deras di pipi putihnya.
"dan sekarang yang ku punya hanya anakku tante..." siska semakin menangis.
"tenang sayang, kamu sekarang adalah tanggung jawab kami, karena aldo sudah amanahkan kalian ke rangga yang berarti juga kami, kamu adalah bagian dari keluarga kami sekarang.." ucap mama sarah sambil memeluk siska yang lemah itu.
__ADS_1
amel dan rangga muncul dari balik pintu..
"hai mas , hai mel, terimakasih kalian sudah menolongku .." ucap siska sambil tersenyum.
"iya kak , ucap amel sambil menggenggam tangan siska...",balas amel.
rangga hanya termenung dan diam membisu ,dia gak habis pikir kenapa semua bisa begini.
"mas ,kamu kenapa..." tanya siska.
"kalian lagi marahan ya...kenapa sih mel, mas, hari ini hari yang bahagia karena aku sudah melahirkan ,tapi kenapa kalian malah bertengkar..udah jangan lagi bertengkar ya...dalam sebuah hubungan sangat dibutuhkan kepercayaann dan saling mengerti.." ucap siska .
"iya kak siska, aku juga menginginka itu, tapi rasanya hatiku gak bisa menerimanya, belum lagi kalau kalian nanti tinggal serumah, aku gak bisa kak, aku terlalu cemburu..aku gak bisa aku gak bisa....",gumam amel dalam hati.
dan tak kuasa amel pun melangkah keluar dari kamar siska, dia menangis tersedu sedu sambil menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara di depan ruangan itu.
tampak rani dari kejauhan berlari dan memeluk sahabatnya itu.
"udah mel, tenangkan dirimu.." ucap rani menggosok punggung amel.
alex pun berdiri di samping rani dan hanya terdiam menyaksikan kejadian ini.
"cinta memang rumit mel..." ucap rani.
rangga keluar dari ruangan itu, dia duduk di samping amel...
"sampai kapan pun aku gak akan ikuti kemauanmu mel... gak akan.." ucap rangga.
"terserah...amel beranjak pergi berlari meninggalkan mereka yang tertegun menyaksikan amel berlari.
"mel mel mel...tunggu.." ucap rani sambil berlari menyusul amel, dan diikuti juga alex.
__ADS_1