
sepulang dari panti asuhan itu, Rani merasa capek dan dia harus segera beristirahat.
Dia membuka jilbab dan kardigan yang melekat di badannya.
sebelum melangkah ke tempat tidur Rani selalu menyempatkan cuci muka atau kaki bahkan mandi yang sudah menjadi kebiasaan.
Dia melangkah hendak mengambil handuk ,tanpa sadar dia menoleh ke arah nakas..
Diapun terkejut ternyata semua surat surat dari raka sudah tidak ada di atas nakas..
Rani pun bingung dan mencari cari di bawah bawah kolong meja ..Dan dia pun tersadar kalau beberapa hari yang lalu Alex berada di kamar ini.." mungkinkah Alex yang membawanya .." ucap rani dalam hati.
deg..deg..deg
degup jantung Rani mulai berjalan cepat, berarti dia harus istirahat..
kemudian diapun merebahkan tubuhnya dan berusaha tenang sambil meringis menahan sakit di dadanya.
Rani mulai tenang ,dia mengambil nafas pelan pelan...
"aku harus bisa, aku gak boleh menyerah, aku harus kuat, demi mereka yang menyayangiku.." ucap Rani.
tak lama kemudian dia merasa lebih baik dan mencoba memjamkan matanya...
** Di rumah Alex**
Alex merapikan meja kerjanya, dia menata beberapa buku dan kertas laporan.
__ADS_1
Dia pun mencoba beberapa kamera miliknya, tiba tiba matanya menangkap sebuah tas, dia teringat akan surat surat yang berada di tas itu.
kemudian dia bangkit dan mulai membacanya satu persatu.
Alex merasa lemas, dan terduduk dan bersandar di kursi kerjanya..
" seperti itu kah cinta mereka, sedalam itu kah cinta Raka ke Rani...apakah aku salah yang sudah berada di antara mereka.." gumam Alex sambil memejamkan matanya.
" ok ok....Alex kamu jangan bodoh , ok Alex kamu harus bisa mendapatkan Rani, kamu yang berhak karena kamu yang selama ini sudah membantunnya untuk sembuh..tapi...ah.....apa sebenarnya Rani juga masih mencintainya.." gumam Alex..
"Apa aku harus mencari Raka...":ucap Alex.
setelah itu dia sadar sesuatu, dia mengotak atik ponselnya miliknya, dia mencari sesuatu , ya jadwal kontrak untuk pemotretan reklame (baliho ).
Dia harus bertemu dengan CEO muda yang baru saja datang dari belanda yang bernama..Raka aditya tama..
kemudian dia mencari profil tentang orang tersebut..dia mendapatkan fotonya dan ternyata sama dengan foto raka yang terselip di salah satu surat surat itu...
deg....
Sontak Alex kaget, seperti tersambar petir..
" ternyata benar, oh....tuhan apakah ini berarti apa yang aku perjuangkan selama ini akan sia sia..." gumamnya sambil tersungkur lemas di atas kasus..."kenapa ini yang terjadi tuhan..." ucap Alex..
"tidak, tidak aku tidak boleh egois, aku juga harus memikirkan perasaan Rani, dan bagaimana kalau ternyata dia juga masih mencintainya , apakah aku sanggup meninggalkanya.." gumam Alex.
Alex menyandarkan kepalanya di sisi ranjang, sambil terus berpikir apa yang akan dia tanyakan kepada Raka, sampai larut malam dan dia tertidur lelap.
__ADS_1
* di pagi hari*
Alex yang sudah segar dan baru selesai siap siap mendapati beberapa chat dari Rani.
Deg...
Dia jadi teringat kepada Raka, dia terduduk di kursi...
"Untuk saat ini aku harus fokus dengan kesehatan Rani , masalah kami berjodoh biarlah Tuhan yang menentukan.." gumam Alex.
Dia pun segera membalas chat Rani..
[ Alex , apakah kamu yang mengambil semua surat dari Raka..]
[ maafkan aku ya sayang, aku masih menyimpan semua surat itu ]
alex pun menjawab..
[ iya Ran, aku yang mengambilnya, aku ingin tau bagaimana Raka, dan sebesar apa cintanya padamu ]
[ ok Ran jangan bahas soal itu lagi, setelah ini aku jemput kamu ya , kamu siap siap kita ke kampus lalu kr studioku, setelah itu aku ingin mengajakmu bertemu klien untuk membuat kontrak kerjasama..]
Dan Rani pun membalasnya..
[ iya sayang aku sudah bersiap siap nih...emangnya aku harus ikut, baiklah ...]
mereka pun mengakhiri chatnya..
__ADS_1
dan tak berapalama Alex pun sampai di rumah Rani, mereka berangkat ke kampus bersama sama.