
seperti biasa setiap pagi rani bersiap siap untuk berangkat sekolah, dan rangga bersiap mau kuliah.
" kak tunggu, rani berangkat sama kakak.." ucap rani sambil memakai sepatu dan mengikat rambutnya yang hitam lurus sebahu.
"memangnya motor kamu kemana, kakak buru buru nih, ada tugas di lapangan dan jam setengah 7 harus sudah sampai sana..., kamu telp raka saja suruh dia jemput, ini nanti amel juga gak kakak jemput..." ucap rangga sambil berjalan mengambil kaca mata hitam dan melangkah menuju garasi.
"ih..." rani mendesah
rani segera berlari menuju mobil kakaknya dan duduk di samping kemudi.
"hari ini rani ujian, plis kak...rani mohon..." rengek rani .
rani segera mengeluarkan jurusnya yaitu merayu kakaknya dengan menghujaninya dengan ciuman di pipi kanan dan kiri...
" eh....dasar bocil....kalau amel yang cium sih aku mau, ini bocil yang cium, idih...." rangga berusaha menghindar namun kalah cepat dengan tangan rani yang memegang pipi kakaknya.
dengan kesal rangga segera melajukan mobilnya, agak ngebut
"kak...!! pelan dikit dong..." teriak rani.
rangga yang tampak cool dengan kaca mata hitamnya tak menggubris, dia terus melaju menuju sekolah adiknya itu..
dan beberapa saat kemudian mereka sampai di depan gerbang sekolah.
rani dengan cepat turun dari mobilnya dan menghampiri kakaknya ,bersalaman dan tak lupa rangga mencium kening adeknya..
"ujian yang bener, awas kalau nilaimu turun, gara gara sering jalan sama raka.." ucap rangga ketus
" ok ,kak..." ucap rani tersenyum dan melambaikan tangan pada kakaknya itu.
__ADS_1
tampak ada segerombolan gadis yang terpana melihat ketampanan rangga.
tak sedikit pula yang melihat begitu manjanya rani sama pemuda itu.
tapi yang tau bahwa rangga adalah kakak rani, mereka berbisik bisik ..." wah beruntung ya rani, dicintai 2 pria tampan , kakaknya tampan, pacarnya pun tak kalah tampan.."
namun rani tak menggubrisnya, dia terus saja melangkah masuk ke dalam kelas.
tak berapa lama ujian pun mulai ,semua tampak tenang dan konsentrasi .
"dalam waktu seminggu ini aku tak boleh ketemu raka , aku harus fokus sama ujianku.." gumam rani dari dalam hati.
dan waktu berlalu hari berganti..benar saja sudah seminggu rani gak ketemu raka.
ujian kenaikan kelas sudah selasai, dan rani mulai lingak linguk, dari beberapa hari ini dia tak melihat raka.
segera rani berlari naik ke lantai atas untuk mencari raka di kelasnya, dan dia tak menemukannya, tapi bertemu leon dan dion.
leon dan dion saling berpandangan.
" gini ran, sebenarnya raka hari ini terbang ke belanda.." ucap leon
"hah...belanda.." ucap rani seperti tersambar petir. rani langsung lemas tak kuasa menahan dadanya yang sesak.
"ran ran , maafin aku ran, karena raka yang melarangku mengatakannya kepergiannya, karena takut kamu cemas.." ucap dion sambil memegang tubuh rani yang lemas.
"tapi kamu masih ada waktu ran, sekarang masih jam 11 ,raka naik pesawat ikut penerbangan jam 1 "ucap leon.
" iya ran,kita langsung susul saja ke bandara.." ucap dion.
__ADS_1
"le ..kamu urus ijin di sekolah ,ya kamu bilang lah ,rani sakit haru di bawa ke rumah sakit atau apa kek terserah...aku dan rani ke bandara pakai motor..ok " ucap dion.
"ok siap"ucap leon.
"eh tunggu ran, aku ada sesuatu yang raka titipin buat kamu.." ucap leon sambil mengambil segebok amlop dari tasnya.
apapun itu rani tidak memperdulikannya, dia segera memasukkannya ke dalam tasnya.
dan dion segera membawa rani dengan motornya ke bandara.
siut siut, dion menaiki motornya bersama rani ngebut, tampak dion yang sesekali memegangi tangan rani, takut rani pingsan atau lemas, ya dari tadi rani nangis terus sampai matanya merah sembab.
"ran, kamu gak papa kan.."tanya dion.
rani tak menjawab.
tapi dion merasa punggungnya basah karena air mata rani yang terus membanjiri.
sesampainya di bandara, mereka terus berlari ke ruang pemberangkatan, rani yang sudah bleng tak tau lagi harus ke mana, dion terus menggandeng tangan rani ,dia berlari.
dan tampak sesorang mirip raka , tampak dari belakang dengan rambut cepak khas raka, kaca mata hitam , jaket kulit.
rani terdiam dan memanggilnya..
"raka...!!??"teriak rani
raka menoleh, tak percaya seperti mendengar suara yang selalu dia rindukan..
raka pun melihat rani yang sudah lusuh dengan derai air mata.
__ADS_1
dada rakapun terasa sesak melihat rani yang begitu terpukul.
ranipun berlari menghampiri raka dan langsung memeluknya erat seakan tak mau melepaskannya.