Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
Sisa sisa serpihan hati


__ADS_3

Rani terus berjalan menuju pintu, di ruang tamu terlihat rangga dan siska yang mengobrol sambil menggendong anaknya..


"assalamualaikum kak..."ucap rani sambil tersenyum dan melangkah menghampiri mereka..


"waalaikumsalam.." sahut keduanya seraya menoleh dan tersenyum lembut menatap Rani yang berseri seri..


"wahhh ..adek kakak lagi berbunga bunga nih ..", ucap rangga.


" iya kak, hari ini alex mengajakku ke suatu tempat...." jawab rani sambil duduk bersandar di bahu bidang kakaknya yang tampan itu.


"emang ke mana Ran...???" tanya siska sambil tersenyum melihat tingkah Rani.


" Tebak aja kak, hayo ke mana..." ucap Rani.


" Ya mana kakak tau lah..." ucap rangga sambil menjitak kepala adiknya.


Rani meringis kesakitan...dan memukul bahu Rangga.


"aduhhh...sakit tau Ran.." Ucap Rangga sambil merungis dan mencoba meraih tangan adiknya tapi Rani sudah berlari masuk ke kamar.


Rangga pun tersenyum..


"Alex sudah berhasil , dia telah mengembalikan cahaya di rumah ini..." ucap Rangga.


"iya mas, aku juga bahagia melihat Rani ..."ucap Siska sambil menimang nimang baby Al, putra tercintanya.


Rangga dan siska asyik bercanda, dia bergantian menggoda baby al.


Kalau dilihat memang seperti sebuah keluarga kecil mereka begitu senang dan harmonis, sesekali Rangga menciumi baby al yang berada di gendongan siska sehingga membuatnya begitu dekat jarak antara wajah siska dan wajah Rangga.


Dan tak sengaja ketika Rangga mau mencium baby Al, tiba tiba siska menoleh dan membuat jidat mereka berbenturan.


Untuk sesaat mereka saling menatap, begitu lekat..mata mereka saling terkunci dan menjelajahi isi hati masing masing.


"maaf maaf kan aku mas, aku gak sengaja..."ucap siska panik.

__ADS_1


Dan ternyata kejadian itu dilihat oleh mama dan papanya, mereka tertegun..dan saling pandang.


siska semakin panik dan merasa tidak enak, kemudian dia membawa anaknya masuk ke kamar. Anaknya pun seperti tak mengerti situasi, tiba tiba saja menangis."....oek...oek....."


semua mematung melihat tingkah siska, apa lagi Rangga yang merasakan hawa panas dan jantung yang tak karuan.


Mama sarah pun tersenyum dan menghampiri Siska,..


"aduh aduh cucu oma...kenapa nangis..sini sama oma ya..." kemudian mama sarah menggendong baby Al dan membawanya masuk ke kamar yang diikuti papanya.


siska dan Rangga masih mematung dengan suana yang sunyi membisu..


Siska mulai mengeluarkan suaranya..


"ok mas , siska mau ke dapur dulu ya..." ucap siska sambil melangkah, namun baru mau melangkah , Rangga meraih tangan Siska.


Untuk sejenak mereka saling menatap kembali.


" tidak tidak ini tidak boleh terjadi...tidak akan mungkin..." ucap Siska sambil menunduk.


"kenapa tidak sis...jawab aku ..kenapa tidak..apa kita tidak berhak bahagia.." ucap Rangga sambil menatap siska yang mulai menangis.


"Apa yang bisa aku dan amel pertahankan, di antara kami sudah tidak saling mencintai, dia lebih memilih ikut kakaknya ke jakarta...sebesar apapun aku memperjuangkannya tetap saja dia keras kepala dengan semua pendiriannya.." ucap Rangga.


"lantas...kamu mencoba mendekatiku untuk pelarianmu...ehm....tidak mas,tidak.... aku sudah cukup merasakan getirnya kehilangan orang yang ku cintai , dan aku gak mau terjebak.." ucap Siska sambil melangkah pergi untuk membuatkan susu untuk babynya.


semua hening membisu..Rangga yang sudah kalut hanya duduk merenung di ruang tamu.


Ternyata semua itu dilihat oleh mamanya..


mamanya memberikan baby al kepada suaminya dan melangkah mendekati putranya itu.


"Rangga.., mama tau kamu bersedih ...mama juga tahu kamu sebenarnya menyimpan perasaan spesial terhadap Siska, tapi tolong cobalah kau pahami perasaannya, dia sudah cukup menderita.. biarkan dia berjalan menentukan hidup nya sendiri..." ucap mamanya sambil memeluk putranya itu.


Siska pun yang sedari tadi di balik pintu hanya bisa menyeka air matanya,.

__ADS_1


"aku tidak pantas buat mu mas, kamu harus mendapatkan yang lebih baik daripada aku.." gumam Siska.


Siska pun melangkah ke kamarnya untuk memberika susu formula kepada anaknya.


**


Selang beberapa hari setelah kejadian itu ..


Kecanggungan menyelimuti Rangga dan siska.


***Di meja makan..***


"kak sis ,ayo dong ikut makan di sini ..kok kak siska sekarang gak pernah ikut makan dengan kami sih...." ucap Rani dengan polosnya..


Siska hanya terdiam..


"Ayo dong sayang, sini ikut makan, biar bi inah yang bantu jagain baby Al, nanti gantian... ya.." ucap mama sarah lembut.


Siska pun menurut dan kebetulan tempat yang kosong ada di sisi Rangga.


Mereka pun makan denga lahap dan suasana hening..hanya benturan sendok dan piring yang saling beradu.


"udah sayang kamu berangkat sekolah, bawa motor ya.." ucap mama sarah sambil mencium kening Rani.


Rangga mau beranjak , tapi mama papa masih terdiam dan menatapnya..begitu pun dengan siska..


"kalian berdua tetap di sini..." ucap papa.


dan itu membuat mereka terdiam dan kembali duduk.


" Rangga , Siska mama dan papa sudah putuskan, kalian menikah..." ucap mama sarah.


"menikah...." sahut mereka terkejut dan saling berpandangan.


"Ya kalian harus menikah, dan tetap tinggal di rumah ini, Rangga sebentar lagi lulus dan bekerja di perusahaan papa, Siska tetap menjadi ibu rumah tangga nemani mama di rumah.." lanjut mama.

__ADS_1


"Sis, kamu ya nak...aku tau Rangga menyukai mu dia akan menjagamu dan anakmu...",ucap Mama menambahkan.


Siska pun hanya terdiam ,dan tak tahu harus menjawab apa..


__ADS_2