Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
Gagal bertemu


__ADS_3

Papa raka sudah menunggu kedatangan Fabian di rumahnya.


sedangkan mama Rani yang dari tadi pagi merajuk sekarang sedang pergi jalan jalan dengan teman teman arisannya.


tak lama kemudian suara mobil hartop sudah berhenti di depan rumahnya.


seorang pemuda tampan dan gagah dengan pakaian resmi kantor beserta sekertarisnya yang terlihat hamil besar sedang turun dari mobilnya dan berjalan menuju pintu utama.


"assalamualaikum pak Raka..." ucap Bian dengan senyum ramah.. beserta sekertarisnya yang sudah tidak asing lagi dengan Raka.. karena mereka memang sudah lama menjalin kerja sama.


"waalaikumsalam Fabian...ayo masuk..." ucap papa Raka dengan ramah.


" sini pak Bian, aduh maaf ya saya mengajak kalian pertemuan di sini di rumah saya ..ya saya pikir biar lebih nyaman saja..." ucap papa Raka.


" ah, gak apa apa pak Raka, justru suasana rumah pak Raka sangatlah nyaman.." ucap Bian dengan senyum manisnya.


" nona indah , belum ambil cuti ya sepertinya sudah hamil tua ya..." tanya papa Raka.


" oh iya pak Raka hari ini adalah hari terakhir saya bekerja sekaligus pertemuan klien terakhir , mulai besok dan seterusnya saya sudah resain dari perusahaan.." ucap indah dengan hormat dan santun.


"ehm..benar pak Raka , sebenarnya saya sudah memberikan cuti yang lumayan panjang untuk tidak usah resain,sayang karena sudah lama bekerja, tapi memang seorang istri harus menuruti kehendak suaminya..jadi ya saya tidak bisa berbuat apa apa..." ucap Bian dengan senyuman nya.


" ngomong ngomong pak Raka dan pak Fabian kok jadi ngomong soal saya sih, lebih baik kita bicara masalah kontrak saja pak...maaf kalau saya lancang..." ucap indah dengan lugu dan santun.


" o iya iya...maaf lo ndah...ayo ayo pak Bian bisa anda jelaskan beberapa point point' yang membuat perusahaan kita harus tetap menjalankan kerja sama ini..." ucap papa Raka.


" ok pak, begini saya jelaskan..."


Fabian pun dengan jelas dan gamblang memberikan beberapa point point yang mungkin dangat menguntungkan untuk kedua perusahaan besar ini..


setelah selesai dengan beberapa pembahasan jalinan kerjasama bisa dijalankan, dan kontrak sudah ditandatangani..


" ok pak Bian semoga ke depannya kita bisa lebih dekat dan lebih baik dalam kerjasama ini..." ucap papa Raka dengan senyum bahagia.


" iya pak Raka benar sekali...o iya pak Raka sepertinya saya dan pak Raka memiliki keterpautan usia yang cukup jauh jadi akan lebih baik kalau kita tidak usah terlalu resmi pak, pak Raka bisa memanggil saya Fabian saja tidak usah pak, agar kesan kita bisa lebih akrab..." ucap Bian.


" ok ok Fabian...." jawab papa Raka.


Dan tak lama kemudian mama Rani datang dan terkejut melihat pemuda tampan dan gagah beserta wanita cantik yang sedang hamil tua...


"assalamualaikum.."


"waalaikumsalam "


"pa...ada tamu.." ucap mana Rani.

__ADS_1


" o iya mama kenalkan ini relasi papa , dan ini sekertarisnya..." ucap papa Raka.


" oya bu, kenalkan saya Fabian Huanxel, teman dan rekan bisnis pak Raka..." ucap Bian sambil menjabat tangan Rani.


" Fa...bi...an..hu..an..xel...o iya kenalkan saya istrinya pak Raka ,Rani wijaya..." ucap mama Rani.


"o iya ini sekertaris saya indah.."


mereka pun saling bercerita...hingga kira kira hampir,2 jam Milea belum juga pulang.


" hai ,sayang belum pulang kenapa, papa sudah menunggu dari tadi.."


[ iya pa, ini terjebak macet mungkin agak lama pa, aduh maaf ya pa]


tiba iba muncullah Rara dan bara..


"assalamualaikum "


"waalaikumsalam "


" nah ini anak anak kami pak Fabian, ini Rara dan ini Bara..." ucap mama Rani.


" wah ganteng banget, kok seperti pernah lihat ya... tapi di mana .." gumam Rara.


dan Bian pun salah paham dia mengira gadis yang akan dikenalkan oleh pak Raka adalah Rara..


" sini sayang .." mama Rani memanggil Rara untuk ikut bergabung dengan mereka.


" ini putri kami pak Bian,dia masih duduk di bangku SMA, dia sangat manja .." ucap mama Rani.


" iya bu Rani, putri ibu dan pak Raka sangat cantik.." ucap Bian dengan senyumnya yang khas dan memabukkan..


Rara pun tanpa sadar terus menatap ketampanannya, " duh tampan, keren, cool banget..." gumamnya.


Bian yang melirik gerak gerik Rara pun semakin yakin kalau dialah gadisnya..


" aduhh... masih bocah , ya mending Milea jauh , dah cantik dewasa pula..." ucap bisn dalam hati.


" ma, coba deh kamu hubungi Milea kok lama banget sih..." bisik papa Raka kepada istrinya.


" iya pa, sudah mama telepon tadi katanya masih terjebak macet.." jawab mama Rani.


" ok pak Raka Bu Rani karena sudah agak lama ya saya meninggalkan kantor dan saya kira cukup sampai di sini silaturahmi kita , jadi saya dan sekertaris saya mau pamit.. semoga kerjasama ini sama sama berdampak baik untuk kita ya pak.." ucap Bian sambil berdiri dan bersalaman dengan Raka.


"aamiin...iya Bian semoga kita bisa lebih akrab lagi ke depannya, dan saya minta maaf ya soal yang kemarin itu.." ucap papa Raka.

__ADS_1


" oiya pal gak apa apa , saya rasa bisa kok pak kita berteman dulu , sambil kita mendalami karakter masing masing.." jawab Bian.


Dan mereka pun meninggalkan rumah Raka.


namun terdengar dari dalam rumah Rani meminta anaknya untuk mencari kakaknya


Deg...


Bian berpikir apa yang dimaksut kakaknya gadis itu ya, tapi ah masa bodoh, yang terpenting sekarang adalah mendapatkan Milea.


Raka pun semakin bingung,.


" hah...maksut Bian apa ya...apa dia sudah bertemu Milea, bukankah tadi pagi Milea mau melamar kerja menjadi sekretaris nya .." gumam Raka dengan berpikir keras..." ah tau ah...pusing aku..."


" ma , pemuda itu tadi siapa sih, guanteng banget...ihh... seandainya dia menjadi pacar Rara gimana ma, mama jawab lah ma...dia kan rekan bisnis papa, pasti papa berteman akrab, nanti nanti kalau papa ketemu lagi sama dia Rara harus ikut..." ucap Rara dengan polosnya sambil makan cemilan di toplesnya.


deg...


Rani dan Raka saling bertatapan...


"ma , kamu dengar..apa yang dikatakan Rara.." tanya Raka.


" iya pa, gimana ini pa, jadi salah paham gini.." jawab Rani.


" nanti mama yang menjelaskan kepada Rara untuk tidak mencintai Bian..." ucap Raka.


Rani mrengangguk.


Dan mereka pun makan bersama di meja makan.


" pa , besok Bara mau pergi ke rumah teman bara di jalan Sudirman.." ucap Bara membuka perbincangan.


" jalan Sudirman, kalau ke sana mampir ke rumah om alex dan tante amel.." ucap Raka.


" aduhh pa ,tapi Bara lupa rumahnya .." jawab bara.


" ish...kalau lupa ya gak usah mampir gak apa apa, kita juga dah lama lo pa gak ke sana, gimana kabar mereka sekarang ya..." ucap Rani.


" pa.. Rara boleh gak minta nomer telp kak Fabian " ucap Rara.


" buat apa sih Ra, kamu masih kecil gak boleh pacaran..." ucap Raka yang saling menatap dengan Rani.


" ya udah nanti Rara cari saja Instagram nya , aduh dia pria idaman banget...udah ganteng ,keren, tajir lagi..." gumam Rara.


sedangkan Milea yang masih terjebak macet menjadi frustasi, muka lusuh, penuh peluh dan keringat, bahkan ac yang dingin saja tidak bisa mengurangi peluhnya.

__ADS_1


" aduh syukurlah sudah mulai reda macet nya...'' gumam Milea sambil terus konsentrasi mengemudikan mobilnya.


__ADS_2