
"eh iya kak.." amel tampak malu malu mengambil ponsel rangga.
Dan kemudian menelpon ke ponsel ayahnya kalau akan pulang terlambat karena ada teman yang ngajak nonton dulu.
" emang gak beralasan apa gitu.." tanya rangga.
" ya kan bener kita mau nonton , aku gak mau berbohong sama orang tua, dosa tau..." jawab amel sambil tersipu malu malu.
tak lama mereka pun tiba di sebuah gedung bioskop terkenal di kotanya. mereka langsung membeli tiket dan beberapa makanan kecil untuk menemani mereka nonton .
tanpa lama lama mereka pun sudah duduk di kursi masing masing, amel dan rangga duduk bersebelahan.
saat mereka sedang nonton ,rangga tidaklah fokus sama filmnya,malah memandangi wajah amel .amel tidak menyadarinya karena dia fokus dan menikmati filmnya, ya maklum lah ini pertamakali nya dia nonton di bioskop.
Rangga tak puas puas memandang wajah cantik dan manis di sampingnya , dia sempat melamun dan membayangkan.
Dalam bayangan rangga:
** mereka duduk di sebuah taman , rangga bersimpuh di hadapan amel.
" mel, aku sangat mengintaimu, mau kah kamu menjadi pacarku.." ucap rangga.
amel pun bangkit dari duduknya dan memegang bahu rangga untuk berdiri juga.
" iya mas aku mau...aku juga mencintaimu mas. " jawab amel bahagia.
dan mereka pun bahagia.
tapi rangga kaget kenapa ada yang mencubitnya..***
"eh...eh..eh...sakit.." ranggapun kaget berteriak dan langsung berdiri.membuat semua orang di situ memandanginya, dia pun salting dan malu malu sendiri.
ternyata amel yang mencubitnya.
Amel pun malu dibuatnya.
" kak ,kenapa sih..." bisik amel.
" dari tadi kak rangga cuma bengong aja menatap ke aku, aku malu tau, tu lihat filmnya sudah hampir habis..." bisik amel.
tak di sangka duduk tak jauh dari tempat rangga dan amel, tenyata ada rani dan raka.
" aduh sialan ada kakak lagi di sana, aduhhhh...pasti kena marah kalau sampai dis tau.." gumam rani sambil agak mencodongkan kepalanya ke dada bidang raka.
Raka pun dibuat berdebar, dia tak bisa mengontrol detak jantungnya , yang ternyata degupannya bisa didengar rani yang menempel di dada raka.
"ka , kamu berdebar ya..." ucap rani lirih, karena kalau keras bicaranya di marahin orang orang di sebelahnya.
"iya , kucing ....sudah tau masih saja nempel nempel..." jawab raka
rani sontak mengangkat kepalanya kesal dan duduk di tempatnya .
" eh..kamu nih..." ucap rani sambil sesekali mencubit lengan raka.
" pulang dari sini, pasti seluruh tubuhku memar karena kamu cubit..." gumam raka.
rani mendengarnya dan hanya tersenyum.
"eh itu ngapain juga anak kecil ikut ikutan nonton di sini, o...tadi bilangnya mau jemput doang ,eh rupanya masih mampir nonton juga..." gumam rangga yang melihat adiknya juga nonton di kursi sebelah .
" kenapa sih kak.." tanya amel.
__ADS_1
"itu di sebelah ada rani dan raka..." jawab rangga sambil menunjuk ke arah rani dan raka.
rani tampak menyadari bahwa kakaknya melihatnya.
" aduh...pasti kena marah nih..." rani tak berani menoleh.
amel hanya tersenyum
"aku senang sekali melihat mereka ,tingkah mereka sungguh menggemaskan..." gumam amel lirih.
dan tak lama kemudian film pun selesai, mereka semua bangkit dan berjalan teratur keluar dari dalam gedung.
saat sudah di depan pintu,rangga teringat akan adiknya dia sengaja menunggunya di luar gedung.
dan benar saja, rani celingak celinguk melihat keberadaan rangga yang tak dia temukan, padahal rangga berdiri tepat di belakang rani dan raka .
"aman...ternyata kakak sudah pulang duluan" gumam rani sambil ngelus dadanya.
raka yang berjalan di sampingnya pun menoleh dan melihat tingkah rani hanya tersenyum
"dasar kucing kecil yang menggemaskan..."ucap raka .
"eh eh eh....aduh....kak kak ampun kak..." ucap rani sambil merengek kesakitan.
raka pun terkejut dan langsung menoleh ke belakangnya yang ternyata ada rangga yang tengah menjewer telinga adiknya.
"kamu sudah mulai berbohong ya, apa kamu sudah bilang mama papa di rumah kalau kamu ke sini..." ucap rangga kesal sama adiknya.
"iya kak ,maaf ini semua aku yang salah, aku yang ngajak rani nonton, dan tadi rani juga sudah telpon mama sarah, aku sendiri tadi yang minta ijin sama tante sarah dan tante sarah juga ngijinin kok kak..." ucap raka yang sebenarnya juga kaget melihat raka .
rangga melepaskan adiknya.dan rani pun dibuat kesal.
"ya udah kak, kita langsung pulang yuk..." ucap amel pada rangga.
"aku duluan ya ran ,ka,."..ucap amel sambil melambaikan tangan sama rani dan raka, dan merekapun membalasnya.
"iya mel hati hati ya..." jawab rani.
"kamu sangat menyayangi adikmu ya kak.." tanya amel pada rangga.
" iya dia adikku satu satunya, aku melihat dia bukan hanya sekedar adikku tapi juga belahan dari jiwa keluargaku, mama dan papa sangat memanjakannya.." ucap rangga serius.
"beruntungnya jadi rani..memiliki kakak yang sangat menyayanginya dan juga raka yang sangat mencintainya..." ucap amel sambil tersenyum.
merekapun asik bercanda dan tak disangka tanpa sadar mereka berjalan bergandengan tangan.
namun tiba tiba ada seorang wanita yang menghadang jalan mereka, dia adalah putri.
" rangga kamu, siapa dia, berani beraninya merebut kamu dari aku..." ucap perempuan itu ketus.
amel pun takut dibuatnya dan bersembunyi di balik punggung rangga ,ranggapun menenangkannya dan meraihnya ke pelukannya.
" kamu mau tau dia siapa, dia adalah pacarku...!!!" ucap rangga yang sesekali menatap amel dipelukannya yang tengah ketakutan.
"what.....!!!...pacar...rangga aku mencintaimu harusnya aku yang jadi pacar kamu bukan gadis kecil ini...rengek putri ...sambil memegangi lengan rangga...dan rangga pun pergi menuju parkiran mobilnya.
" ngga ngga ....." teriak putri kesal.
amel pun sontak terkejut sambil menoleh ke arah putri yang tampak kesal .
dan kemudian menatap ke arah rangga.
__ADS_1
tak percaya amel mendengar rangga kalau dia pacarnya.
dan saat tiba di mobil rangga tak langsung menyalakan mobilnya, dia membukakan pintu untuk amel.
saat mereka sudah duduk rangga menatap mata amel yang sayu dengan lekat, seakan menyusuri sedalam apa dia berada di hati amel.
amel pun demikian dan mereka saling menatap seakan tatapan itu yang bicara bahwa aku mencintaimu.
"mel aku mencintaimu..." ucap rangga serius.
dan sontak membuat amel terkejut tak percaya..amel terus menatap dan tak tau harus menjawab apa..
"apa kamu juga mencintaiku...maukah kamu jadi pacarku amelia permata.." ucap rangga yang sebenarnya menahan betapa kencangnya degupan jantungnya saat ini.
amel hanya mematung tak percaya.
rangga mendekatkan wajahnya dan menggemgam tangan amelia yang ternyata telah berkeingat dingin.
lalu amelia menunduk.
rangga mengangkat dagu amel dan terus menatap matanya seakan memberikan jawaban.
kembali rangga mengatakan cintanya
"mel aku sangat mencintaimu, tak bisa aku menemukan gadis sepertimu di manapun, kamu sederhana ,berhati baik..dan ini pertama kalinya aku benar benar jatuh cinta mel..." ucap rangga.
amel tak menjawab ,dia menatap mata rangga dan mengangguk memberikan jawaban.
"iya kak aku mau jadi pacar kamu, tapi aku takut kak ini pertama kali aku mengenal cinta, dan merasakan yang namanya jatuh cinta..dan baru kali ini aku benar benar mencintai seseorang..." ucap amel lirih sambil menunduk dengan muka merah merona karena menahan malu.
rangga pun bahagia..
" tapi jangan panggil kak dong sayang, kita kan sudah jadian...??" ucap rangga sambil tersenyum.
"terus panggil apa...'' tanya amel terkejut
"mas,beb,yang atau apa gitu, masa panggil kak sih..." ucap rangga.
amel pun terkejut dan berpikir
" iya mas, eh, aduh..." ucap amel sambil tersipu malu.
dan disaat seperti itulah yang membuat rangga semakin gila karena saat tersipu begitu amel mengeluarkan aura kecantikannya yang luar biasa yang bisa membius siapapun yang melihatnya.
rangga tak henti hentinya menatap wajah kekasihnya itu.
"udah mas ayo jalan udah sore nih nantu ayah dan ibuku cemas di rumah" ucap amel .
"eh iya sayang..." sontak rangga tersadar dari bengongnya yang rasanya tak percaya gadis yang menjadi idamannya sekarang telah menjadi pacarnya.
ranggapun melajukan mobilnya dengan hati yang berbunga bunga karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
langit senja yang indah seakan menggambarkan hati seorang rangga adi wijaya yang tengah bahagia .
dan amelia permata pun tak percaya bahwa seorang rangga yang tampan rupawan kini menjadi kekasihnya.
mereka berkendara memecah jalanan sore yang tampak padat merayap.
dan tak lama kemudian mereka tiba di depan gerbang rumah amelia, tampak pintu terbuka dan seorang perempuan duduk di teras.
"mas rangga mampir dulu atau mau langsung.." ucap amel sebelum turun dari mobil.
__ADS_1
"mas turun saja sayang aku mau bicara juga sama ibu kamu, takutnya mereka marah sama kamu, biar aku saja yang menjelaskan..." ucap rangga sambil melepaskan sabuk pengaman di mobilnya.