
Rani mulai membuka matanya, dia terlihat sydah bersih karena amel sudah membersihkan luka rani dan menggantikan bajunya..
Namun rani kaget ketika dia tidak bisa menggerakkan tangannya, yang ternyata alex menggenggamnya erat dan hangat...
"eh kamu sudah sadar.." tanya alex sambil tersenyum dan membelai rambut rani.
selain alex ternyata ada rangga di sana..
"kamu gak apa apa ran..." ucap rangga yang duduk di sisi ranjang.
rani hanya terdiam dan kelihatan masih trauma atas kejadian barusan.
"makasih ya lex, kalau kamu tidak datang di saat yang tepat aku gak tau apa yang akan terjadi dengan mereka.." ucap rangga sambil menepuk pundak alex.
"iya kak, sama sama..." ucap alex tersenyum.
rani terlihat masih ketakutan dan menangis.."aku takut kak ..." ucap rani menatap ke rangga.
rangga pun mendekat dan memeluk adiknya dengan hangat.
" kejadiannya memang sangat menakutkan pantas saja amel dan rani jadi syok dan trauma..." gumam alex.
beberapa saat kemudian suasana sudah menjadi tenang dan terlihat mereka sudah mulai kecapekan.
__ADS_1
"mel, kak, ...alex pulang dulu ya, kasihan mereka sudah mulai letih.." ucap alex memandang ke teman temannya.
saat akan beranjak berdiri, tangan alex di pegang oleh rani..sejenak mereka saling bertatapan. tatapan yang begitu dalam, seolah enggan ditinggalkan oleh alex.
Rangga dan amel saling berpandangan, dan rangga memberi kode kepada amel untuk keluar sebentar membiarkan alex dan rani berbicara .
kemudian amel ,rangga dan teman teman alex pun keluar dan menunggu di teras rumah.
Hanya keheningan dan tatapan yang entah apa artinya , mereka hanya diam membisu..
tiba tiba air mata rani mengucur deras memenuhi pipi mulusnya.
alex pun tak tega dan menyeka air mata rani dan memeluknya...
"hei sudah ran, maaf untuk apa.." ucap alex sambil memegangi pipi rani dan mengelus rambutnya.
rani hanya memandangi wajah alex lekat..
"alex dengarkan aku..." ucap rani sambil memegangi tangan alex yang masih berada di pipi rani.
'' Lex , aku gak mau memberi harapan padamu, aku tidak bisa menerima semua ketulusanmu lex, aku gak pantas..." ucap rani.
"apa maksutmu..." ucap alex penasaran.
__ADS_1
"ehm....hatiku sudah tidak utuh lagi lex, hatiku sudah hancur, sehancur hancurnya...dan aku tak tau apa bisa mengembalikannya utuh seperti semula.." ucap rani dengan suara semakin terisak karena tangisannya.
alex pun hanya menatap netra mata rani yang kosong, dia mendekatkan wajahnya dan mencium kening rani..
"ran, bisakah kamu memberiku kesempatan untuk membantumu..."ucap alex dengan senyum sambil mengusap air mata rani.
"biarkan aku membantumu mengembalikan serpihan serpihan hatimu yang sudah hancur..aku akan selalu bersamamu ran, takkan ku biarkan apa pun terjadi padamu.." ucap alex .
rangga dan amel beserta teman teman alex yang menyaksikannya pun tampak terharu melihatnya..
"iya ran dan hanya alex yang bisa membantumu, hanya dia yang bisa membawa kembali senyum ceriamu.." ucap amel sambil melangkah menuju ke arah rani dan alex yang berada di sofa.
rani hanya terdiam.
"entah lah mel..." ucap rani sambil terus menatap alex.
"amel sudah menceritakan semua tentang raka, aku memang bukan raka dan tidak akan bisa menjadi raka, tapi aku akan mencoba mengobati semua luka yang sudah dibuat oleh raka...aku janji ran, aku akan berusaha..." ucap alex .
rani pun mengangguk dan krmbali berbaring di sofa ..
sedangkan alex dan teman temannya pamit pulang
sekarang hanya tinggal mereka bertiga.
__ADS_1
suassna semakin hening, tak ada sepatah kata pun yang terucap.