Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
Bos ku


__ADS_3

Milea mengerjakan tugas tugasnya dengan baik, dia bekerja keras demi bisa membeli rumah dan membangun rumah untuk panti asuhan milik nenek kandungnya yaitu bu Ratmi.


" lea kami ke sini sebentar.." ucap Fabian melalui panggilan telpon.


" ok bos " jawab Milea.


ceklekkkk


" hai Lea, aku capek le... bisa kamu pijitin sebentar..." ucap Fabian manja.


"ish ...apa apaan sih...masa tugas sekertaris harus pijitin segala..." ucap Milea kesal.


"eh... mau atau nggak .. atau aku harus cari tukang pijit beneran buat gantiin kamu jadi sekertaris pribadiku.." ucap Fabian sambil tersenyum menahan tawanya.


Milea pun dengan kesal memijit pundak bosnya itu...


" yang bener dong..." ucap Fabian sambil mengotak atik laptopnya.


" eh eh eh kamu buka video apa itu, tutup nggak...tutup sekarang, Bian..." teriak Milea yang merebut laptop bos nya karena mau membuka konten dewasa dan malah Milea yang terduduk di pangkuan Fabian dengan kepala Fabian berada tepat di leher Milea..


ceklekkkk


Frans masuk langsung melongo...


" anjir... kalian...siang siang di kantor lagi " ucap Frans sambil geleng geleng.


sontak Fabian dan Milea kaget saling menatap dan langsung berdiri..


" bisa gak sih ketuk pintu dulu sebelum masuk ,sialan kamu Frans.." ucap Fabian kesal.


" eh...eh...sejak kapan ada aturan itu untuk Frans.." ucap frans terkekeh.


" ehm... Milea mau kerjakan tugas dulu, permisi..." ucap Milea dengan muka merah merona karena menahan malu..


dan kedua orang ganteng itu hanya tersenyum.


"eh lo bisa gak sih pura pura gak tau " ucap Fabian kepada Frans yang masih terkekeh.


"serius aku kira kamu gak normal.. ternyata kamu luar biasa bi" ucap Frans sambil tersenyum.


" ish sialan kamu Frans.." ucap Fabian seraya senyum senyum sendiri.


"emang kamu sudah menembaknya..." ucap Frans.


" ehm..buat apa menembak, aku langsung melamarnya..." ucap Bian tersenyum.


" eh ..!.. serius lo...Bi...terus dia menerima dong, pasti dia juga cinta sama kamu..." ucap Frans terkekeh.


" enggak.."


" maksut lo"


" ya dia masih belum bisa menikah sekarang, terlalu cepat katanya..." ucap Fabian.


" aduhhhh...."


" kesellll aku ndengernya.." ketus Frans dengan mengusap mukanya kasar.


" aduhhh punya bos ganteng tapi bego..." ucap Frans.


" apa lo bilang " ucap Fabian sambil melotot.


"gimana gak kesel coba, ya ..aduhhh...Bian Bian...ya mending kamu tembak dulu, mau gak jadi pacarku, kalau sudah jadi pacar ya jarak berapa bulan gitu kamu lamar.. aduhhh..." ucap Frans.


" terus...untuk membuat nya tidak marah marag lagi gimana Frans, tadi aku ajak makan siang gak mau, aku belikan minuman e dikasih ke temannya, kesel gak sih..." ucap Bian.


" nah terus tadi apa... kalian bermesraan di sini.." tanya Frans.


" ya itu tadi gak sengaja , aku suruh dia mijitin pundakku dan dia mau merebut laptopku terus kepleset dan ya itu tadi..." ucap Bian.

__ADS_1


" what's..... jadi tadi itu kalian gak ngapa ngapain, cuma gitu doang...aduhhhh Bi Bi..." ucap Frans kesel.


" terus...suruh ngapain, jangan aneh aneh kamu..." ucap Bian sambil membuka kembali laptopnya.


" kesel sendiri aku sama kamu, mending aku makan siang saja sama sarah , bagian personalia yang cantik itu ..." jawab Frans sambil mengejek temannya itu dan Fabian pun hanya tersenyum sendiri.


[milea, kamu sudah makan siang ]ucap Fabian di telpon nya


" emang mau ngapain, aku udah bawa bekal dari rumah..." jawab Milea ketus.


[eh..siapa juga yang ngajak kamu]


"o giti ya , ok ok maaf, terus"


[ ya kamu belikan aku makan siang di kantin , bilang saja pesenan pak Fabian..pemilik kantin sudah tahu..]


" ok "


[ tu tunggu ]


"ish...apa lagi"


[ gak pake lama]


"baik bos ku yang paling menyebalkan"


dan Fabian hanya tertawa sendiri di dalam ruangannya.


di kantin**


"bu saya ambil pesanan pak Fabian.." ucap Milea sembari tersenyum manis.


" iya mbak, eh mbaknya baru ya, cantik sekali..." ucap pemilik kantin.


" ah ibu bisa saja..iya saya sekertaris pak Fabian, baru dua hari ini bu, karena mbak indah sudah mau melahirkan dan mau fokus ngurus anak anaknya.." ucap Milea.


'' o....jadi ini to sekertarisnya pak Fabian yang baru itu, pantesan cantik banget..."ucap ibu ibu pemilik kantin itu.


Dan ketika Milea sampai di depan lift, Milea bertemu dengan nenek nenek berambut putih tapi sangatlah ramah.


namun orang orang tidak mau mengalah dan malah berjubal masuk ke dalam lif membuat nenek berhenti dan menunggu lift berikutnya..


Milea merasa kasihan..dan memiliki ide..


Milea buru buru masuk ke dalam lift dan ketika berada di dalam ,dia mengajak ngobrol seorang temannya dan mengajaknya ke luar lift, kemudian dengan senyum manisnya dia menuntun nenek itu yang disertai perawatannya untuk masuk ke dalam lift.


nenek tersebut tersenyum dan melambai pada Milea, Milea pun membalas senyumnya dan memberikan salam hormat dengan mengangguk kan kepalanya.


dan tak lama kemudian Milea sampai di ruangan bosnya..


tok tok


"masuk"


ceklekkkk


Milea datang dengan senyuman manisnya membuat Fabian pun tersenyum bahagia.


" pak Fabian, ini makan siangnya.." ucap Milea.


" ok terimakasih"


" ehem..."


Fabian pun berdiri dan menyeret tangan Milea untuk duduk di sofa.


" eh...ngapain sih...selalu begini.." dengus kesal Milea.


Fabian pun duduk dan Milea didudukan di depan nya.

__ADS_1


" sekarang aku minta kamu suapin aku" ucap Fabian.


" hah ..suapin, emang gak bisa makan sendiri..'' jawab Milea kesal.


" eh ..aku kan bosmu.." ucap Fabian terkekeh.


" ok ok..."


Milea pun dengan kesal menyuapi bosnya.


Fabian makan dengan lahap.


Milea menatap mata Fabian yang ternyata memilik netra agak biru, sungguh tampan ..


" ternyata Fabian seorang blesteran,netra matanya agak biru biru coklat, sungguh tampan , wajahnya begitu keren dengan rahang yang tegas..bersih dan putih..." gumam Milea dalam hati.. membuat nya senyum senyum sendiri.


Fabian yang sadar gadis yang ada di depannya itu sedang terpesona dengan ketampanannya, justru semakin mendekat kan wajahnya.


deg...


dada Milea menjadi bergetar hebat..


untuk sejenak mereka saling menatap.


dan tiba tiba


ceklekkkk


pintu di buka...dan nenek datang mengunjungi cucu kesayangan.


sontak Milea yang sedang menyuapi Fabian menoleh dan Fabian pun yang sedang menerima suapan dari Milea juga menoleh.


mereka pun segera berdiri dan panik membersihkan sisa sisa makanannya.


" ne nenek...kok gak bilang bilang sih kalau mau kemari.." ucap Fabian gugup karena malu.


bi Ijah yang berdiri di belakang nenek pun tampak membisikkan sesuatu..


" nek, itu dia gadis yang pernah di baws tusn muda menginap di rumah... cantik ya nek" bisik bi Ijah.


nenek pun tersenyum dan mengangguk.


" Milea menunduk sehingga tak menyadari kalau dia itu nenek yang tadi dia bantu di lift.


" a ayo nek silahkan duduk " ucap Fabian sambil menuntun neneknya duduk di sofa.


" em..kalau begitu saya permisi dulu.." ucap Milea sambil menundukkan kepala dan melangkah tapi tangan Fabian lebih cepat menyambarnya..


" tuh kan so sweet ya nek..." bisik bi ijah sambil tersenyum.


dan nenek pun ikut tersenyum..


Fabian menggenggam tangan Milea dan memberi tanda untuk tetap di sini.


" nek, kenalkan nek ini pacar Fabian, namanya Milea..." ucap Fabian yang membuat Milea melotot ke arahnya dan menginjak kakinya.


" sayang , jadi nama kamu Milea..." ucap nenek.


Milea pun mengangkat kepalanya dan kaget melihat nenek..


" nenek , bukannya nenek yang tadi di lift.." ucap Milea berbinar sambil memegang dan mencium tangan nenek.


nenek hanya tersenyum...


" nenek sangatlah senang Fabian menemuka gadis yang baik dan cantik seperti mu nak..." ucap nenek sembari mengelus pucuk kepalanya.


" nek, kalian sudah saling kenal..." tanya Fabian sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"dia ini gadis yang sudah menolong nenek tadi di lift " ucap nenek.

__ADS_1


mereka saling bercerita dan semakin kelihatan akrab.


Fabian terlihat sangat bahagia, Milea pun berbinar, serta senyum senyum sendiri.


__ADS_2