Ku Rindu Mentari

Ku Rindu Mentari
Melia #1


__ADS_3

ok teman teman pembaca semua ...kembali lagi ke cerita sebelumnya ya...dan ini kelanjutan kisah kehidupan Milea , gadis yatim piatu yang dirawat oleh Rani dan Raka keluarga yang harmonis dan bahagia.


***


17 tahun telah berlalu, hari hari yang bahagia suka ,duka dan lika liku kehidupan.


Milea ,putri sulung Raka dan Rani telah tumbuh menjadi gadis cantik..dia sudah duduk di bangku kuliah semester akhir yang sedang sibuk mengurus skripsi.


sedang kedua adik kembarnya yaitu Rara dan Bara sudah duduk di bangku SMA.


Pagi itu menjadi pagi yang mendebarkan untuk Milea yang akan mengajukan sidang skripsi untuk pertama kali.


" Dek, kamu nanti berangkat sama papa ya ...ini kakak buru buru ada sidang skripsi..." ucap Milea sambil menyambar roti di atas piring dan berlari ke depan sambil merapikan rambutnya dengan jari jarinya.


" lho kak, kakak gak bawa mobil..." ucap Rara.


"enggak dek, kakak sudah pesan ojek online biar cepet, takut macet.." ucap Milea sambil berlari.


"aduh nih anak ...udah sayang ayo sarapan dulu, Bara ditaroh dulu ponselnya..." ucap Rani lembut kepada anak laki lakinya.


" ok bundaku yang cantik " jawab Bara sambil tersenyum menggoda bundanya.


Rani hanya tersenyum begitu juga dengan Raka yang tersenyum bahagia melihat keluarga kecilnya.


setelah Selasai sarapan bersama, Bara dan Rara pun bersiap siap ke sekolah .


" Bara ,hari ini bunda mau arisan bersama teman teman bunda jadi mobilnya bunda pakai ya..kamu bisa pakai mobilnya kak Milea.." ucap Rani.


"tapi bun, masa iya Bara yang keren gini pakai mobil cewek sih, lihatlah bun udah kecil pink lagi pake stiker hello kitty...aduhhh..


bisa turun dong aura ketampanan Bara.." ucap Bara ngeloyor tanpa dosa.


Rani hanya geleng geleng kepala.


"bunda saja yang pake mobilnya kak Milea, bunda kan cewek..." ucap Bara sambil mencium pipi bundaya.


" eh ..dasar kamu ya , o iya sayang Rara dibarengin dong , dari pada papa yang harus anterin kan gak searah.." ucap Rani.


" ok...ayo Ra " mereka pun berangkat sekolah bersama mengendarai mobil sport mewah milik Bara .


Raka yang masih sibuk mengenakan dasinya hanya tersenyum..


" aduh yang, kamu ini lo dah tahu gak bisa pakai dasi masih saja ngeyel sini ..." ucap Rani manja kepada suaminya.


" iya sayang, besok kita jalan jalan yuk, kita ke puncak, sudah lama lo kita gak liburan... bosen tahu kerja kerja kerja dan kerja..." ucap Raka sambil mencubit pipi istrinya.


" lha terus anak anak sekolah nya gimana , siapa yang siapin..." ucap Rani.


"kan ada mbak Ratmi, dia bisa bantu kan , lagian sayang kita butuh honey moon lagi lo, atau Bara dan Rara kita hadiahi adik ya..." ucap Raka sambil melingkarkan kedua tanganya di leher Rani.


" eh...apaan sih, sudah tua ...masih saja maunya...ih ogah ...udah 3 anak cukup..." ucap Rani dengan mencubit pinggang suaminya.

__ADS_1


"aduhhhh ...dah tau tua masih saja kasar..." gumam Raka.


" biarin ...mau lebih sini aku timpuk pakai panci mau sini...." ucap Rani.


" ya elah sayang , malu dilihat anak anak katanya sudah tua, aku belum merasa tua lo.. masih kuat dan bugar..." ucap Raka sambil memeluk hangat tubuh istrinya.


Rani hanya tersenyum dan membalas hangat pelukan suaminya.


" hei...hari ini kamu gak kerja lagi...kemarin sudah gak masuk, sekarang mau gak masuk lagi, kalau aku yang jadi sekretaris mu aku udah robek robek semua berkas berkasnya...ngeselin tau punya bos bisanya cuma perintah lewat wa atau telp..." ucap Rani.


" eh... walaupun begitu banyak yang naksir tau, sugar Daddy, biarpun dah tua tetap ganteng kan...." ucap Raka sambil mencium pipi istrinya itu.


Rani hanya tersenyum..." dah sana berangkat kerja , aku juga mau siap siap arisan aku akan ajak mbak Ratmi agar dia gak stress tiap hari di rumah ngurusin kita..." ucap Rani.


" ok sayang, kamu memang baik...aku berangkat dulu ya..." ucap Raka seraya mengecup pucuk kepala Rani.


Rani pun tersenyum dan melambaikan tangan nya.


**


Milea sedang berada di lampu merah, dia terlihat panik karena jam sudah menunjukan pukul 7:45 sedangkan jadwal sidang Milea jam 8:00 harus tepat.


"aduh kok lama banget sih...ayo bang cepetan keburu telat nih ..." ucap Milea.


" iya mbak, tapi ini masih lampu merah mbak..." ucap drivernya.


dan tak lama kemudian lampu merah berganti hijau..


" iya mbak, tapi kalau nabrak gimana..." ucap sang driver.


" udah gak bakalan.... atau biar aku saja yang bawa motornya..." ucap Milea.


" ok .." ucap driver sambil meminggirkan motornya.


dan bergantian Milea yang bawa motornya.


Dan sampai di tikungan lampu merah, tiba tiba ada mobil mewah sport warna merah muncul tiba tiba , untungnya gak kencang mobilnya...


bruaks....


mereka pun menabrak bemper mobil tersebut..


Milea dan pak driver pun jatuh tersungkur..


"aduhhh....bang, kamu gak apa apa..." tanya milea.


" aku gak apa apa sih mbak tapi motor ku ginana mbak.." ucap driver itu.


Milea pun bangkit dia buka dompet yang ada di tasnya dan memberikan beberapa jumlah uang kepada driver.


" mbak kok cuma sejuta sih , mana cukup untuk perbaiki motor mbak..." ucap driver.

__ADS_1


" yah gak ada lagi bang...masa sih gak cukup..uangku ya cuma segitu...lihat nih ..." ucap milea sambil memperlihatkan isi dompetnya yang sudah kosong.


" ye...mbaknya sih pakai minta di depan , akhirnya kayak gini kan, jadi gak bisa narik lagi ..." gerutu driver tersebut.


" ya maaf bang..." ucap Milea sambil garuk kepalanya yang tidak gatal.


Milea pun merapikan baju dan tasnya, saat akan melangkah lengannya telah dipegang seseorang..


pemuda yang tampan , mata tajam kulit putih bersih, badan tinggi tegap proporsional, terlihat kekar dengan otot dada kotak kotak karena bagian kancing bajunya ada yang sedikit terbuka.


" hei...mau ke mana..." ucap pemuda itu.


Milea berdecak dan menatap mata pemuda itu...


" kamu kan yang nabra kok aku yang tanggung jawab sih... enak aja.." ucap Milea.


" trus kalau bukan kamu siapa, udah jelas jelas kamu yang nabrak.."


" tapi kan....ehm mas maaf ya , aku gak sengaja ini soalnya mau buru buru..


tuh kan aduhhhh sudah jam 8:13 menit udah terlambat nih...gimana nih..." gunam Milea.


pemuda itu hanya mengeryitkan alisnya.


"trus apa masalahnya..."


" hari ini aku mau sidang skripsi dan sekarang sudah terlambat harus ditunda lagi minggu depan..." teria Milea menahan kesal.


" percuma dong tadi aku ngebut, ujung ujungnya gak bisa lagi ikut sidang...hikcs hikcs... Milea pun menangis yang membuat pemuda itu panik.


" eh eh ngapain kamu nangis sudah sudah berhenti jangan menangis..


aduh gimana nih...gadis aneh..hei ..sudah dong..." ucap pemuda itu panik apalagi banyak yang melintas dan lalu lalang di situ pada heran melihatnya..ada yang berbisik dan ada yang terang terangan menasehati kalau pacaran jangan di sini dong..


pemuda itu bernama Bian Ardian , seorang CEO muda yang sukses memimpin perusahaan besar yang merupakan putra dari teman baik Raka papanya milea.


" hei cewek aneh sudah dong nangisnya..malu tau..." ucap Bian.


Milea berhenti menangis dan menatap wajah Bian ..


" kenapa..." tanya Milea.


" heh... kenapa kamu bilang, lihat tu semua orang melihat ke arah kita, dikirannya aku ngapa ngapain kamu...dasar ..." ketus Bian .


" hh...awas ya , gara gara kamu aku gak bisa lagi sidang , tau..." balas Milea dengan nada lebih tinggi.


"aduh lama lama ngomong sama gadis aneh ini pusing kepalaku..." ucap Bian kemudian menuju ke arah mobilnya.


" hai... kamu yang aneh...awas ya ketemu lagi aku pukul,akuu cubit ,aku rema remas heh.....h!!!" ucap milea dengan emosi..


Bian tak menghiraukan dan langsung pergi begitu juga dengan Milea yang melanjutkan ke kampusnya dengan berjalan kaki yang kira kira 10 menitan lagi.

__ADS_1


__ADS_2