
Milea berhenti di lampu merah .
Lebih baik aku istirahat dulu dan mencari tempat makan, dari tadi pagi belum makan..
Milea pun meminggirkan mobilnya dan mencari tempat parkir yang pas dan teduh.
saat dia hendak keluar dia melihat ada yang jual es cream..
" aduhhh pasti seger nih , panas panas makan es cream...bang bang tunggu bang saya mau beli bang.." teriak Milea sambil berlari.. sampai sampai tak melihat ada mobil yang melintas, mobil itu berhenti seketika dan Milea tersungkur karena syok...
"ahhhh...."
cekikkkk
mobil hartop hitam itu pun berhenti untung saja remnya bagus kalau tidak pasti tubuh Milea sudah tertabrak mobil besar itu.
" hai nona kalai jalan lihat kanan kiri dong untung tidak sampai tertabrak..." teriak pengemudi mobil hartop itu.
Milea masih syok hanya terdiam..
" ya Alloh .... alhamdulillah" gumam Milea dengan mengatur nafas yang ngos ngosan.
pemuda itu pun turun dari mobilnya dan berdiri tepat di depan Milea.
Milea mengangkat kepalanya pelan pelan dan mereka pun terkejut.
" hah.. Milea...kau ...kau tak apa apa..." ucap Fabian yang panik melihat Milea yang masih duduk dengan lemas di tengah jalan.
Fabian membuka jaz nya dan melemparkanya ke dalam mobil nya kemudian melonggarkan dasinya agar mudah menggendong tubuh mungil milea.
Milea pun pasrah dia nurut saja digendong Fabian.
Fabian meletakkan tubuh Milea di kursi taman..
" tunggu sebentar aku minggirkan dulu mobilku" ucap Fabian.
Milea pun hanya mengangguk.
"aduhhh seperti nya kakiku kesleo deh..
aduh gak bisa digerakin..." ucap Milea.
" sini biar ku lihat ...'' ucap Fabian yang tak canggung meletakkan kedua kaki Milea di pangkuannya dan memijit pergelangan kakinya yang membiru...
" tahan ya ...agak sakit.." ucap Fabian yang kemudia menarik dan mencoba memijit kaki Milea yang kesleo..
" ahhhhhh.." teriak Milea sambil menjambak dan mencengkram leher Fabian hingga memerah terkena kuku cantik Milea.
" hah....." Melia mengatur nafas yang ngos ngosan menahan sakit.
"aduhhhh...bener bener nih cewek untung cantik...aduhhh.." gumam Fabian sambil memegangi lehernya yang memerah.
Milea yang sadar ke-dua kakinya berada di pangkuan Fabian segera menariknya dan menurunkannya.
" eh iya ...sudah tidak sakit lagi... makasih ya bos..." ucap Milea.
" ehm... sudah sembuh, nih lihat leher ku kayak gini sakit tau..." ucap Fabian sambil meringis menahan perihnya.
" sini sini coba kulihat...maaf " ucap Milea.
"lagian ngapain sih kamu nyeberang jalan segala.." gertak Fabian.
" mau beli es krim.." jawab Milea sambil menunduk.
__ADS_1
" haduhhhh dasar wanita....hanya demi sebuah es krim..." gumam Fabian sambil menggeleng.
" o iya ...ini masih jam 3 kok kamu sudah pulang..." tanya Fabian.
" em i itu itu ta tadi ...ta di ..itu aku sudah minta ijin ke pak Frans, karena saya ada urusan penting...dan pekerjaanku sudah selesai semua jadi boleh pulang .." ucap Milea gugup.
" tapi kan aku bosnya.. harusnya kamu dihukum.." ucap Fabian.
" hah dihukum.." jawab Milea kaget.
"iya kamu sudah pulang lebih awal dan tidak bekerja dengan baik..." ucap Fabian dengan mode tegas dan berwibawa.
" ih...susah amat ya kerja..trus apa hukuman nya..."
" kamu harus bersedia menjadi sekretaris pribadiku dan berpura pura menjadi pacarku di depan nenekku.." ucap Fabian yang tak meloloskan kesempatan.
" hah hukuman macam apa ini.." gumam Milea.
" trus kalau aku gak mau..apa sku tidak jadi diterima di sini " ucap Milea.
" ehem..."
" ok , lebik baik aku gak jadi bekerja sama dengan bos aneh macam kamu.." ucap Milea membuang muka.
" ehm...tapi kau juga harus membayar semua hutang mu , kau mau tahu tagihan bengkel nya , satu mobil 250 juta jadi 2 mobil 500 juta." ucap Fabian.
Milea hanya melongo mendengar nominal itu..
" masak iya sih aku harus minta ke papa ..tapi ah aku malu sama papa, Milea sudah banyak merepotkan keluarga papa dan mama..."gumam Milea sambil menunduk.
" hei...kamu nangis lagi... kalau kamu nangis benar benar aku cium lo...heran aku sukanya nangis....mulu.." ucap Fabian.
Milea pun menatap Fabian dengan tajam.
" oke dil , sekarang kamu ikut aku ..." ucap Fabian sambil menarik tangan Milea dan membawanya ke mobil hartop nya..
" hei hei tunggu tunggu Fabian.." teriak Milea.
Fabian pun melepaskan tangannya..
" terus mobilku gimana " ucap Milea.
" nanti aku belikan mobil baru.." ucap Fabian yang terus memegang lengan Milea.
" ish...Bi ...sakit tau ..dasar bos gila kamu ya ..dasar " gumam Milea.
" awas kamu nanti.." ketus Milea.
" hei.. lepaskan, bagaimana mobilku, jangan bilang kau mau membuang mobilku...kamu memang gila Bi..." teriak Milea.
Fabian melemparkan tubuh Milea ke jok mobil hartop nya..dan menutup pintunya.
jleng...
" Frans, ambil mobil milea di taman kota dan bawa ke rumah besar..jangan banyak tanya, atau ku potong gajimu setahun.." ucap Fabian kepada Frans di dalam telepon.
Milea mendengar percakapan itu dengar mengeryitkan dahinya..
" orang ini waras gak sih..." gumam Milea sambil membuang muka.
" kalau aku gak waras aku pasti sudah mengamuk kamu" ucap Fabian.
" ihhhh...bos gila..." ucap Milea.
__ADS_1
Fabian menatap Milea dengan tajam dan mematikan.
" sudah ayo jalan..." ucap Milea lirih yang akhirnya menyerah dan bersandar pada kursinya.
Fabian tersenyum dengan menahan tawa.
dia melirik ke arah Milea sambil menyetir .
" kok diam ..." tanya Fabian.
" aku capek..." ucap Milea yang kemudian sudah tertidur pulas dalam mobil Fabian.
Fabian sesekali meliriknya, rambutnya yang lembut sesekali menerpa wajah polosnya yang sedang tertidur.
Fabian hanya tersenyum...
" kamu cantik sekali Milea.." gumamnya.
***
waktu menunjukkan pukul 5 sore tapi Milea belum juga sampai di rumah...
" pa, kok milea belum pulang ya..." tanya Rani.
" entahlah ma, coba kamu telpon ponselnya.."
" udah pa ,tapi gak aktif...aduh di mana ya anak itu..." ucap Rani gelisah.
" aduh gimana ya, coba kamu telp teman temannya..." ucap Raka.
" udah semua, Liana dan freya juga gak tahu di mana Milea..aduh pa, mama takut nih..pa.." ucap Rani semakin panik.
Raka pun tak bisa apa apa ...selain menenangkan istrinya itu di pelukannya...
sedangkan Milea dan Fabian sudah sampai di rumah besar keluarga Huanxel..
Milea masih tertidur pulas, Fabian pun tak tega membangunkannya..
Fabian menungguinya di belakang kemudi dia terus menatap wajah polos Milea yang sedang pulasnya..
kemudian terlihat asisten rumah tangga sedang berjalan ke arahnya..
" bi , bi ijah sini..." ucap lirih fabian agar tak membangunkan Milea.
"ada apa tuan muda.."
" nenek sudah tidur
" baiklah kamu masuk ke dalam tolong ambilkan selimut di kamar tahu ya bi..." ucap Fabian.
" tuan muda itu siapa, bawa cewek ya ..." tanya bi ijah.
" iya pacar saya bi ..bi cepetan banyak nyamuk nih..."
" iya iya tuan muda...."
setelah bi Ijah kembali dengan membawa selimut dan bantal..
" udah bi sana masuk lagi"
" dasar anak muda jaman sekarang..."
Fabian pun menutupi tubuh Milea dengan selimut.
__ADS_1