
malam semakin larut Raka dan Rani semakin bingung ...
sedangkan Milea sendiri masih terlelap dengan Fabian juga terlelap di sampingnya, mereka ketiduran di mobil.
Milea membuka mata pelan pelan dia kaget berada di mana, dia lihat sekeliling setelah kesadaran nys pulih semua, dia lihat ponselnya ada begitu banyak panggilan tak terjawab..
dan Milea kaget lagi ternyata Fabian juga terlelap di sampingnya.
saat melihat jam ternyata masih jam 10 malam..
" hah...masih jam 10 malam berarti lama juga ya aku ketiduran ..." gumamnya.
"aduh, ini di mana lagi ,mana tempatnya gelap.. aduhhh..oh iya pasti papa dan mama kepikiran, aku chat mereka saja."
kemudian Milea membuka ponselnya dan mengirim pesan kepada mamanya...
{ Ma , maaf in Milea ya ma, tadi Milea diajak teman Milea nginep dirumahnya, dekat kantor Milea ma, teman Milea juga baik kok ma...mungkin untuk beberapa hari Milea gak pulang, pekerjaan Milea banyak dan teman Milea juga baik banget ma ijinin Milea nginep..}
" dah dengan begini mama dan papa pasti tidak bingung nyariin Milea.
Milea kembali bersandar di bangku mobilnya dia melihat sinar lampu yang sekilas menerpa wajah tampan Fabian.
dia amati wajah pemuda yang terlelap itu...
" kalau diperhatikan dia tampan juga " ucap Milea dengan senyum senyum sendirian.
Milea tetap menatap fabian dengan lekat, dia benarkan selimut yang menempel di tubuhnya.
saat dia benarkan selimutnya wajah mereka begitu dekat, tanpa sadar Milea semakin mendekat dan hampir saja pipi mereka bertabrakan...
" aduh kok susah amat sih, meskipun mobil ini besar tapi tetap saja ini sebuah mobil.." lenguhnya.
namun tiba tiba tangannya di pegang oleh Bian yang sebenarnya dia sudah bangun dari tadi..
" eh....aduhhh...Bi, Bian... kamu sudah bangun.." ucap Milea.
Fabian tersenyum dan membuka matanya perlahan..
__ADS_1
" kenapa, baru sadar ya kalau aku ganteng dan saat tidur pun aku tetap ganteng..." ucapnya sambil tersenyum menyeringai.
" ih ...siapa yang bilang..." sanggah Milea.
" udahh ngaku aja, telingaku masih normal kok aku masih bisa dengar..." ucap Fabian dengan tersenyum menang.
" o iya aku mau turun dan tidur ke kamar..." Fabian turun dari mobilnya dan membawa selimut nya...dia menoleh ke arah Milea yang masih duduk di kursi mobil dan terdiam menatap nya.
" kamu mau tetap di situ atau ikut masuk..." ketus Fabian.
Milea pun bingung, mau ikut masuk takut diapa apain, mau tetap di dini gelap ..
" iya iya Milea ikut masuk saja..." jawab Milea gugup.
Milea kemudian ikut berjalan di belakan Fabian..
" wah ini rumah atau istana sih, besar amat tapi kok ya gelap amat .." gumam Milea.
tanpa sadar Milea meraih tangan Fabian dan menggenggam Nya hangat.
Fabian yang merasakanya juga semakin mempererat genggaman nya.. mereka berjalan menyusuri anak tangga naik ke lantai 2 , dan masuk ke sebuah kamar yang besar dan luas...
Fabian hanya tersenyum dan terdiam.
"sudah sana kamu mandi lebih dulu nanti aku pinjamin bakuju, lihat bajumu kotor rambutmu juga kumal...udah lea kamu gak perlu takut denganku, aku bukanlah pria brengsek yang akan menyakitimu..aku sangat menghormati wanita. ..lagian aku capek, malam ini cukup ya aku gak ingin bertengkar dengamu...aku benar benar lelah..." ucap Fabian sambil membuka lemari pakaian untuk mengambil handuk dan kaos oblong serta boxer untuk di pakai Milea.
"ini pakai ini saja.." Milea tak menjawab apapun dia menerima baju yang disodorkan oleh Fabian kemudian langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri..
Di kamar mandi , Milea tak langsung mengguyur tubuhnya...dia melihat lekat ke cermin..." ini nyata atau mimpi sih..." dia tabokin ke dua pipinya...
" aduh ah sakit..., ternyata ini nyata..." dia tertunduk sesaat..
" duh kenapa aku bisa berada di sini, di kamar dengan seorang laki-laki, bosku sendiri..kalau sampai mama dan papaku tahu mereka pasti akan membunuhku... aduhhhh...gimana nih..'' gumam Milea..
kemudian terdengar Fabian mendodok pintu kamar mandi dari luar..
dog dog dog...
__ADS_1
" lea, kamu gak apa apa kan ...jawab lea..."
" eng enggak kok pak Bian.." jawab Milea dari dalam kamar mandi.
" cewek aneh, tadi panggilnya Bi, sekarang pak Bian..." Fabian hanya mendengus dan menggeleng kemudian duduk dan bersandar di sofa sambil mainin ponselnya..
sudah hampir satu jam Milea di kamar mandi dan akhirnya dia keluar dengan segar , kaos oblong milik Fabian kedondoran dengan boxernya tapi tetap saja tak menutup aura kecantikannya.
saat Milea keluar dari kamar mandi dia heran kok sepi, ternyata Fabian ketiduran di sofa dengan masih memakai baju kantornya yang sudah berantakan..
Milea hanya tersenyum, kemudian dia ambil selimut untuk menyelimutinya, karena ac-nya terlalu dingin.
terdengar dengkuran halus berarti Fabian sangatlah lelap.
Milea pun bersandar di sofa besar dengan aroma maskulin..tentu saja karena ini kamar milik Fabian Huanxel, dia bukanlah pemuda biasa.. dia pewaris tunggal perusahaan besar Huanxel yang memiliki cabang perusahaan di beberapa negara di Asia.
Milea menatap lekat wajah Fabian yang terlihat lesu dan capek...
" kamu sangatlah lelah Bi, selamat malam, akupun lelah..mungkin besok pagi kita akan mengumpulkan tenaga untuk bertengkar lagi..ehm...." gumam Milea.
kemudian Milea pun merebahkan tubuhnya di kasur , dia tetap memandangi wajah bosnya yang sangatlah tampan..
" eh..iya kamu ternyata sangatlah tampan BI..." gumam Milea sambil tersenyum , dan akhirnya ikut tertidur dengan lelapnya ..
waktu menunjukkan pukul 3:15 dini hari, Fabian membuka mata pelan pelan ..dia kumpulkan kesadaranya, dia lihat sekeliling dan meregangkan otot-otot nya...
Fabian tersenyum melihat wajah polos Milea yang tetap cantik walau tanpa make up, tubuhnya mungil meringkuk karena kedinginan tak memakai selimut.
kemudian Fabian beranjak dan mengambil selimutnya dan menyelimuti tubuh Milea yang kedinginan, dia belai sesaat pucuk kepala Milea sambil tersenyum.
Fabian melihat jam masih pukul 3 pagi, dia pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri karena kemarin tidak mandi langsung ketiduran ..
Fabian keluar dari kamar mandi dengan ganya memakai handuk yang dililitkan di pinggangnya.
Milea pun membuka matanya dan terbelalak melihat pemandangan ini, dia melongo melihat tubuh atletis Fabian dengan perut kotak kotak dan otot yang tampak membentuk sempurna , di sertai rambut basah yang membuatnya semakin terlihat ****...
Milea langsung menutup kepalanya dengan selimut takut Fabian menyadarinya kalau dari tadi melihatnya.
__ADS_1
Fabian hanya tersenyum, dia tahu dari tadi Milea memperhatikannya..
Fabian kembali ke kamar mandi untuk berganti baju.