
siska di bawa masuk ke ruang ugd, amel dan
rangga menunggunya dengan cemas.
sesekali rangga bangkit dan menengok ke
ruangan itu.
"semoga kak siska dan bayinya tidak kenapa napa..." ucap amel menenangkan.
rangga menoleh dan sesekali masih menatap ke ruangan pemeriksaan itu.
tak lama kemudian dokter pun keluar.
"apa kah anda suami pasien.." tanya dokter kepada rangga..
rangga dan amel saling bertatapan..
dan amel mendekat pada rangga.
"iya dok dia suaminya, emang nya kenapa ya dok.." tanya amel kepada dokter dengan kecemasan akan kondisi siska.
sontak rangga terkejut dengan ucapan amel, tapi apa boleh buat saat ini yang terpenting adalah siska dan bayinya selamat.
" begini ya mas, istri anda mengalami kram perut dan ini mungkin bukan yang pertama dia mengalami kondisi seperti ini.." ucap dokter itu kepada rangga dan amel.
"lalu gimana dok, apa yang harus dilakukan, lakukanlah yang terbaik dok agar kak siska dan bayinya selamat..tolong dok, " ucap amel penuh harap.
" karena mengingat kondisinya yang lemah kami akan merawatnya dulu biar tenaga nya bisa pulih dan kami bisa segera melakukan tindakan, karena untuk membiarkannya terud dalam kondisi seperti ini tidaklah mungkin, itu bisa berbahaya bagi dirinya dan bayi yang ada dalam kandungannya.." ucap dokter.
" lakukan yang terbaik dok.." ucap rangga.
" kami akan memberikan vitamin dan cairan untuk membantu memulihkan kondisinya, untuk bisa segera menjalani operasi.." ucap dokter.
" hah...operasi.." ucap rangga dan amel bersamaan .
"iya , karena kandungan istri anda masih memasuki 7 bulan awal , jadi tidaklah mungkin memaksanya untuk lahir normal.."ucap dokter .
tiba tiba seorang suster yang ada di dalam ruangan siska memanggil dengan panik.
" dok dokter...!!? pasien ngedrop dok..." teriak suster itu. semua orang pun panik.dan dokter bergegas masuk ke dalam.
terlihat dari jendela dokter itu memasang beberapa alat dan menyuntikkan beberapa suntikkan. suster pun terlihat bekerja keras.
suster pun keluar dan dihadang oleh rangga di depan pintu.
"sus ,gimana keadaannya..." ucap rangga panik.
"bapak suaminya, mari ikut saya, kami butuh tanda tangan bapak untuk persetujuan melakukan tindakan...karena kami harus segera melakukan operasi sesar untuk mengeluarkan bayinya..." ucap suster .
__ADS_1
rangga pun menoleh kepada amel, amel menyembunyikan luka hatinnya.
dis sebenarnya sangat terluka dan perih di hatinya mendengar ucapan dokter dan suster kalau dia adalah suaminnya.
tapi amel gak boleh egois, dia pun mendekat pada rangga dan menepuk bahu rangga..
" udah gak papa mas, kamu yang harus ingat kondisi siska dan ingatlah pesan kak aldo, semua adalah amanahnya..".ucap amel.
rangga segera melangkah mengikuti suster itu untuk menyetujui dan tanda tangan atas semua tindakan yang akan dilakukan kepada siska dan bayinya..
amel terdiam dia merasakan lemas dan bersandar pada dinding rumah sakit yang dingin. kakinya pun terasa lemas..
dia segera duduk dan menunduk menangis..
" mas, kamu begitu perhatian sama siska..aku cemburu mas..." gumam amel sambil tersedu sedu menangis....
terdengar langah kaki yang mendekat dan meremas pundak amel..
amel menoleh dan mendongak ke atas, ada senyum manis yang amat lembut ...
"maafkan aku amel..." ucap rangga yang sudah berdiri di sampingnya.
amel menggeleng pelan.
"enggak mas, apa yang sudah semua kamu lakukan adalah benar..kita harus cepat bertindak agar semua tidak terlambat.."ucap amel, dengan masih terisak.
amel dan rangga duduk dengan pikiran cemas.
suasana hening dan sunyi....dengan lampu yang masih juga belum padam..
terdengar langkah kaki beberapa orang..
ternyata itu adalah suara langkah kaki mama sarah , rani dan alex yang mengikuti rani, meskipun rani gak suka diikuti..
tepat saat mama sarah tiba di hadapan rangga saat itu juga terdengar suara bayi menangis...
sontak mereka pun tersenyum bahagia.termasuk rani dan alex.
"aduh cucu mama sudah lahir..." ucap mama sarah bahagia..
semua orang pun bahagia...
mama sarah memang sudah menganggap siska seperti putrinya sendiri.
semua orang tersenyum senang, namun tidak dengan amel, ada perasaan yang berkecamuk dari dalam hatinya.
lampu operasi pun mati dan dokter bersama seorang suster yang menggendong bayi keluar dengan raut muka bahagia..
"selamat ya mas anaknya laki laki tampan seperti papanya..." ucap dokter .
__ADS_1
semua orang pun terheran dan melotot ke arah rangga terutama rani.
" kak.....apa...istri...anak...papa.." ucap rani melotot kepada rangga .
"udah udah, sini cucu mama.." ucap mama sarah sambil meminta bayi siska kepada suster.
"trus kondisi siska gimana dok..." tanya mama sarah.
" ibunya juga dalam kondisi sehat,dia sudah melewati masa kritis, tinggal menunggu dia sadar..." ucap dokter.
semua orang pun bahagia.
Rani sampai melupakan perasaan marah dan kesalnya sama alex.
apalagi saat mereka bergantian menggendong bayi siska, termasuk alex.
dengan cekatan alex menggendongnya dan menimang nimangnya seperti seorang ayah.
mama sarah hanya tersenyum.
"wah kamu dah pinter gendong bayi alex, tante gak nyangka lo, anak motor kayak kamu bisa juga lembut sama bayi...wah mama jadi gak khawatir nih..." ucap mama sarah sambil tersenyum menggoda rani.
" ma, maksut mama apa sih..." ucap rani sambil melotot.
"nanti kalau kita sudah punya baby aku yang akan lebih pinter gendongnya dari pada kamu ran..." bisik alex ke telinga rani sambil tersenyum .
"apaan sih....bisa diem gak..." bentak rani kesal pada alex.
kemudian alex memberikan bayi siska kepada suster untuk dibawa ke ruang perawatan bayi..
walaupun bayi siska termasuk bayi prematur tapi ukuran dan kondisinya sangatlah sehat dan normal semua.
tapi walaupun begitu tetap harus diletakkan di inkubator.
"maaf dari kalian bisa bergantian masuk ke dalam untuk melihat kondisinya..."ucap suster.
satu persatu pun mereka bergantian masuk untuk melihat kondisi siska.
tiba lah kepada amel ,dia yang masuk dengan perasaan berkecamuk.
amel menggenggam telapak tangan siska.
"kak sis, kakak beruntung ,mereka semua menyayangi kak siska..termasuk mas rangga, aku bisa lihat kak, di saat mas rangga menatapmu, merasa cemas akan keadaanmu dan bayimu..kamu yang kuat ya kak..aku tau kak siska mungkin bersedih kehilangan suami tapi sekarang kak siska harus bahagia karena memiliki jagoan kecil yang akan menjagamu kak..dan kalaupun suatu hari nanti kak rangga melabuhkan hatinya padamu kak, aku rela kak...aku gak akan menghalanginya, aku sendiri yang akan meminta sama kak baik siska untuk menerimanya..", ucap amel sambil menyeka air matanya.
tiba tiba jari jemari siska bergerak dan siskapun akhirnya sadar..
amel pum memanggil dokter melalui alat yang terpasang di sisi meja..
dan tak lama kemudian dokter beserta suster pun datang di ruangan siska.
__ADS_1