
Rani yang cantik masih terlihat awet muda, dia menyiapkan makan malam untuk keluarga kecilnya.
tiba tiba Raka muncul dari belakang dan memeluk dengan mesra.
" ih papa , apa apaa sih..malu tahu dilihat anak anak..." ucap Rani sambil tersenyum dan tetap menyiapkan makanan di atas meja.
" aku gak akan lepasin kamu Ran, aku masih kangen...aku ingin menciummu..." ucap Raka yang manja sama istrinya.
" eh...apaan sih , Raka.." ucap Rani.
" haduh haduh kalian nih mama dan papa masih sore nih pa, udah mesra mesraan saja.." ucap Bara yang nyeloyor saja ngomongnya membuat Raka langsung melepaskan pelukannya dan berdua kelicutan dengan komentar anak laki lakinya itu.
" ini papa lagi bantuin mama siapin makanan buat kalian..." jawab Papa Raka gugup.
" ehm ..gak apa apa lagi pa, Bara senang kok lihat mama dan papa mesra terus itu berarti mama dan papa saling mencintai dan keluarga kita harmonis...iya kan kak.." ucap Bara sambil duduk di meja makan dan mengupas jeruk lalu memakannya satu persatu.
" yap betul sekali, terus begini ya ma, Milea senang melihatnya..." ucap Milea sambil memeluk mamanya dan dibalas belaian lembut dari papanya.
" o iya pa , Milea mau ngomong sama papa, tapi papa janji jangan marah ya.." ucap Milea sambil memundurkan kursinya untuk dipakainya duduk .
"apa sayang " tanya papa Raka antusias.
"begini pa, kemarin Milea menabrak mobil seseorang.." ucap Milea gugup dan menunduk.
" apa ...!!!!" ucap Raka kaget.
" tu kan papa marah sama Milea ya.." ucap Milea.
" ih kak jangan lebay ah, papa cuma bertanya, ya pasti kaget lah " ucap Bara yang cuek tetap memakan jeruk kesukaannya.
" ih...dasar" membalas adeknya.
" terus kamu gimana, ceritain ke mama kok bisa sih..." ucap mana Rani.
kemudian Milea menceritakan semua kejadian kemarin..mulai dari dia yang membawa motor pak ojek online itu sampai menabrak mobil mewah dan bertemu di bengkel untuk dimintai pertanggung jawaban..
" ya...memang itu salah kakak, kakak tanggung jawab dong .." ucap Bara.
Raka hanya tersenyum.."ya udah du bengkel mana kamu kasih tahu biar papa urus semua.."
" terimakasih papa, Milea sayang papa.." ucap Milea.
" iya sayang, papa juga sayang sama kalian semua..." ucap Raka.
" ih kalian semua memang lebay .." ucap Bara.
"apa sih..." ucap Milea sambil menimpuk pundak adiknya itu .
" sakit tahu " dan Bara pun membalasnya dengan melempar jan kotak tisu kepada Kakaknya itu dan drama kejar kejaran kakak beradik terjadi lagi .
Raka dan Rani hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"dasar kamu ya "
" aduh kak "
" ih awas ya"
" gak kena gak kena "
" Bara jangan lari kamu "
" ada apa sih kok ribut ribut..." tanya Rara yang muncul dari kamarnya.
" sini sayang " ucap Rani yang memanggil anak gadisnya dan memitanya duduk di sebelahnya.
__ADS_1
" kamu dari mana sih ..." tanya rani sambil memeluk Rara.
" dari kamar ma, tadi teman Rara chat terus gak berhenti berhenti..." jawab Rara manja.
" udah kita makan dulu, ayo pa..dah biarkan mereka puasin berantem nya ntar kalau capek berhenti sendiri... dah ayo keburu dingin.
Dan mereka pun memulai makan malamnya , sedangkan Milea dan Bara masih saling ejek dan kadang juga saling lempar barang.
" aduh Rara pusing lihat kalian berdua ribut terus..." ucap Rara.
Bara pun melempar bekas botol kosong tepat mengenai pundak Rara...
" aduh Baraaa....." teriak Rara sambil mengejar Bara yang berlari ke taman belakang.
Raka beranjak dan menggoda istrinya, muncubit pipinya yang membuat Milea kaget dan tersedak minuman..
"sayang kamu kenapa...? " tanya Raka.
Milea melotot menatap papanya..
" ih... papa sama mama lebay, gak tau apa ada jomblo di sini..." ketus Milea sambil meneguk minumannya.
sontak Raka sama Rani tertawa ... mereka malah berpelukan dan saling mencium pipi dengan tujuan menggoda Milea dengan menahan tawa.
" ihhhh....." Milea meringis dan beranjak masuk ke kamar.
" mangkanya kalau papa kenalin sama temannya papa mau biar cepat dapat jodohnya..." teriak Raka.
" ogah, teman papa palingan om om botak gendut ...ihhhh...." jawab Milea dari dalam kamarnya.
" memangnya kamu mau kenalin Milea sampa siapa, temanmu yang mana..." ucap Rani sambil bergelayut di lengan suaminya.
" Fabian Huanxel, CEO Huanxel group.." ucap Raka.
" hah...jadi benar kau mau jodohkan Milea dengan bos botak gendut..." tanya Rani penasaran.
"sudah sekarang ayo masuk kamar..." ucap Raka sambil menyeret lembut tangan istrinya itu.
tok tok tok....
ceklekkkk...
" ada apa sih dek....kakak capek..nih..." ucap Milea sambil memegangi lehernya ...
" kak , Rara mau curhat nih ...ayo dong, malam ini Rara tidur sama kakak ya...." ucap Rara.
" ok..."
" gini lo kak..."
" ehm..."
" kemarin, Rara tak sengaja ketemu sama seorang anak kecil yang lari lari dikejar preman kak...untuk Rara dan anak itu behasil sembunyi .. karena itu Bara nunggu lama trus dia ninggalin Rara, untungnya tu preman sudah pergi.." ucap Rara.
" lain kali jangan gegabah dek, itu bisa membahayakan dirimu sendiri lo..memangnya kamu tau anak itu siapa.." jawab Milea sambil rebahan dan mainin ponselnya.
" karena itu kak Rara jadi takut ke mana mana sendirian, gimana kalau preman itu ngenalin Rara trus tangkap Rara..." ucap Rara sambil menelusup ke dalam selimut milik Milea.
" lagian anak itu siapa sih, kamu pernah mengenalnya sebelumnya.." tanya Milea.
" ya , anak itu pernah menolong Milea kak, waktu itu Milea pulang sekolah jalan sendiri trus dikejar anjing, anak itu mengambil batu untuk mengusir anjing anjing itu..nama anak itu Dito, dia anak pengamen yang sering mangkal di lampu merah..sejak kejadian itu aku sering ngasih uang lebih ke dia saat ketemu...singkat cerita kami berteman..." ucap Rara yang menjelaskan panjang lebar..
" a..au....udah ...besok lagi aja cerita nya sekarang kakak ngantuk..." ucap Milea sambil menguap karena ngantuk.
" ih...kakak... oiya kak ceritain dong tentang pemuda yang tadi ..." tanya Rara sambil tersenyum.
__ADS_1
" yang mana "
" itu yang di bengkel tadi.."
" o... pemuda itu...dia pemuda aneh dan menyebalkan..." jawab Milea yang tiba tiba membuka matanya ..
" awas lo kak dari benci lama lama jadi suka lo, dia pemuda yang tampan lo kak,keren juga, bodynya bagus atletis... senyuman nya memabukkan...'' ucap Rara sambil tersenyum.
" ye apaan sih, dari mana kamu belajar seperti itu, masih kecil juga..." ucap Milea sambil menimpuk muka adiknya dengan bantal.
" hahahaha....kakak salting ya..." goda Rara dengan tertawa yang membuat kakaknya mendengus kesal kemudian menelusup ke dalam selimut.
" buruan tidur atau kau tidur di kamarmu sendiri..." ucap Milea di balik selimut.
" iya iya kakak ku yang cantik ...ye salting ya... Rara doain semoga kakak segera bertemu dengan jodohnya ... siapa tahu memang pemuda yang kemarin itu jodoh kakak.." ucap Rara sambil tertawa.
" udah sana pergi ke kamar mu sendiri... berisik tau..." gertak Milea.
" iya iya Rara tidur.. sekarang..'' jawab Rara sambil tersenyum.
" kok Rara jadi gak bisa tidur...sih.." ucap Rara sambil mendengus kemudian beranjak dari tempat tidurnya..
" ambil minum ah..." ucap Rara.
"hehhhh dah tidur di kamar mu sendiri dek, kakak ngantuk tau besok kakak mau wawancara ..." ucap Milea kesal.
" yeah...kakak kok galak sih" ucap Rara dengan wajah cemberut.
ceklekkkk...
pintu dibuka dari luar tampak papa Raka dan mama Rani..
" kalian kenapa sih ribut ribut..." tanya papa.
" kak lea tu pa, aku gak dibolehin tidur di sini.."jawab Rara yang manja.
"lo kenapa gak tidur di kamarnya sendiri sih sayang.." tanya mama Rani.
" hih....emang dasar ...tidur sana ... biar kakak yang tidur di kamar kamu..." ucap Milea sewot berjalan ke kamarnya Rara.
" kak... Rara pengen nya tidur sama kakak..." rengek Rara.
" ogah .. sana tidur sama mama sama papa saja ..." ketus Milea yang kesal karena gak bisa tidur.
" Ra, ada apa sih kakak kamu jadi kesal kayak gitu.." tanya papa Raka.
" i i itu pa, besok kakak mau wawancara katanya mau bangun pagi, sambil nunggu skripsi diterima, mumpung ada lowongan dia mau coba melamar...gitu...tapi terus salah Rara di mana , Rara cuma mau ambil minum , eh kakak malah marah marah .." ucap Rara tanpa merasa berdosa.
papa Raka mengelus jidatnya dan tersenyum.
" Ra , nanti tidur sama mama sama papa ya..dah lama juga kita kita gak tidur sama kamu..." ucap papa Raka sambil tersenyum.
" ihh...kok aku jadi geli ya ngebayangin tidur sama 2 orang yang masih saja bucin padahal sudah tua tua dan anak dah gede gede ...hiiii...ngeri aku..." ucap Rara yang berlari ke kamarnya.
" eh...apa kamu bilang , dasar anak bandel ya...ayo ngomong apa...masa muka masih ganteng gini dibilang sudah tua..." ucap papa Raka.
" udah udah pa, emang udah tua ...trus mau bilangnya apa..udah kita lanjutin yuk..." ucap mama Rani sambil berjalan menarik tali piyama suaminya dengan tersenyum.
" ok ok ayuk ma...sampai pagi ya..." goda Raka.
" eh... gak jadi kalau gitu..." dengus Rani sambil melengos meninggalkan Raka.
" iya lah , maksut papa pijitin pinggang papa sampai pagi pegel semua ini kebanyakan duduk kurang olah raga.." ucap Raka
Rani hanya tersenyum dan menggelengkan kepala..."dah ayo masuk, besok papa telat bangun lo..."
__ADS_1
sementara Rara yang diam diam masuk ke kamarnya dan melihat kakaknya sudah tertidut pulas, dia langsung menelusup ke dalam selimutnya dan tidur di samping kakaknya.
Tak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari keduanya,yang berarti mereka sudah berada di alam mimpi nya masing masing.