Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Setelah tangisan Ratih agak reda, Iqbal menuntut untuk duduk.


"ini mbak di minum dulu." Iqbal menyerahkan segelas air mineral


"terimakasih Bal, jika tak ada kamu aku tidak tau apakah aku akan kuat."


"jangan begitu mbak. kita tidak boleh bersandar pada manusia.bsk punya Tuhan bersandar lah pada Tuhan." jawabnya


Ratih mengangguk.


"Bal, hmm... aku .. aku..." Ratih ragu untuk mengungkapkan perasaannya. mencintai Iqbal adalah kesalahan. apalagi Iqbal sudah memiliki istri. Ratih tak ingin menjadi perusak rumah tangga orang.


"ada apa mbak?" tanyanya


"Emmm.. boleh aku jujur padamu, kau tak harus menjawabnya Bal, aku hanya ingin kau tau satu hal dariku." Ratih kembali berujar. karena setelah ini entah bagaimana sikap Iqbal pada dirinya. yang jelas Ratih ingin Iqbal tau jika dirinya sangat mencintainya.


"katakan saja mbak. saya akan mendengarnya."


"Aku.. aku mencintaimu Bal,,," katanya lirih. namun Iqbal tetap bisa mendengarnya


Iqbal terdiam, tak tau harus menjawab apa.


"Aku tau perasaanku ini salah, tapi asal kau tau. semenjak kau pekerja pada mas Ruben, Aku sudah menyukaimu. aku tau kau sudah beristri.maka dari itu aku bisa memendam perasaan ku sendiri."


Iqbal tetap diam. membiarkan Ratih untu mengungkapkan semua perasaannya


"Iqbal, Tiara dan aku sudah sangat mengenalmu. Tiara menginginkan kau untuk mengganti posisinya ayahnya...."


"mbak, mbak Ratih kan tau jika saya sangat mencintai istri saya. dan saya tidak akan menghianati kepercayaan istri saya. saya hargai perasaan mbak. tapi mohon maaf saya tidak bisa membalasnya." Jawab Iqbal


"Iqbal, setelah ini.. tolong kau jangan berubah ya, tetaplah bekerja pada kami. kaki sudah terlalu nyaman bersamamu Bal." ucap Ratih.


Iqbal mengangguk, " mbak tenang saja, saya tetap akan seperti ini."


"Orang tua Tiara" ucap seorang perawat.


"iya saya sus, bagaimana dengan putri saya." tanya Ratih


"karena tidak ada yang serius, putri anda sudah boleh pulang. tapi kami tetap akan memantau."


"Terimakasih suster,"


...••••...


Matahari bersina dengan begitu sempurna. cahayanya menembus pada celah celah kosong dinding dan jendela rumah mewah.


unghhh... lengkuh seorang wanita yang mulai terusik dengan cahaya yang menyentuh wajahnya.


matanya terbuka, lalu kembali tertutup setelah itu dia terbangun dan segera melihat jam yang ada di nakas.


Tok.. tok..


pintu kamar terketuk dari luar. Syakila segera beranjak dari tempat tidurnya. dan segera melangkah menuju asal suara tersebut


"iya ma,"

__ADS_1


"ayo sayang sudah jam berapa?" tanya sang mama


"iya, Syakila mandi dulu ma."


Amelia segera turun menuruni anak tangga dengan tangannya berpegangan pada tongkatnya.


Setelah mandi Syakila segera berdandan ala kadarnya.


"Mama,," panggil Syakila sambil memeluk sang mama yang sudah duduk di ruang makan.


"hmm.. ada apa ini, tumben sekali bermanja pada mama." sahut Amalia


"ihh mama, suudhon Mulu sama anaknya" cebik Syakila


'hehr,, kau kan jarang jarang begini Sya." canda Amelia


Syakila segera melepas pelukannya dari pungung sang mama. lalu mengecup pipi kanan mamanya, duduk di sebelahnya dan mulai menuang nasi kebuli buatan bik Siti


"ma, nanti malam bakal ada tamu." ucap Syakila . Amelia segera berhenti dari mengaduk nasinya yang ada di piring.


"maksud mu?" tanya Amelia


Syakila menatap mamanya, lalu mengangguk.


"Ohh,,, ahirnya akan ada tamu yang mengisi hari hari sepimu sayang." kata Amelia yang membuat Syakila langsung melotot pada mamanya


"Mama bahagia sekali, kalo kamu sudah menemukan pria yang kamu cintai." katanya kemudian


"Tapi ma, dia bukan berasal dari orang yang setara dengan kita. tapi Killa yakin, jika dia adalah pria bertanggung jawab." jelas Syakila


"Terimakasih mamanya Syakila." kata Syakila


"ohh ya berapa orang sayang?"


"Mungkin dua atau tiga gitu mam."


"siap akan mama siapkan makan malam yang enak buat Tamu istimewa putri mama." tambah Amelia


mereka segera menikmati kembali hidangan pagi ini.


...•••••...


Syakila sudah berada di kantor. saat ini tengah mengawasi pekerja di pabrik yang ada di sebelah gedung ruangan Syakila.


"Sya, kemarin ada yang komplin atas keterlambatan pengiriman. dan setelah itu saya sudah cek di bagian produksi dan pemackingan,"


Syakila mengerutkan keningnya. "bagaimana bisa?" tanya nya


"Kemarin ada keterlambatan pengiriman bahan baku. dan ahirnya produksinya juga ikut terbengkalai." ucap Diana


"siapa yang bertanggung jawab di bagian produksi?" tanyanya


"pak Lubis, tapi beliau belum datang " jawabnya


Syakila melihat jam yang ada di pergelangan tangannya

__ADS_1


"ini... ini sudah jam berapa? kenapa pak Lubis belum datang ? apa beliau sering terlambat?" tanya Syakila


"beberapa hari ini. beliau mang sering terlambat Sya."


"kalo begitu cepat hubungi pak Lubis, dan perintahkan segera keruangan ku." ucap Syakila lalu segera meninggalkan pabrik.


Syakila berjalan dengan terburu buru. saat ini keadaan perasaan Syakila sangat buruk. Syakila tidak pernah semarah ini. baru kali ini dirinya marah karena karyawan nya belum datang. bahkan tidak melaporkan padanya jika ada insiden di pabrik.


Syakila duduk di kursi kebesarannya. setelah memasuki ruangannya..


tak berapa lama pintu ruangan Syakila di ketuk dari luar


"masuk,"


Setelah pintunya di buka nampaklaj pria yang sudah di tunggu.


"Selamat pagi Bu Syakila, mohon maaf saya datang terlambat lagi ini." kata pak Lubis sambil membungkuk


"Duduklah,"


pak Lubis segera dudu depan tempat di mana Syakila duduk.


"kenapa tidak lapor jika ada keterlambatan pengiriman bahan baku. saya sudah percayakan pada Lubis mengenai ruang produksi. tapi dengan kesalahan pak Lubis saya jadi kecewa." ucapnya Syakila


"maafkan saya Bu Syakila. saya tidak bermaksud merahasiakan. bahkan saya sudah hampir memetus kerja sama dengan PT Dirtama, tapi mereka memohon jika itu tidak terjadi lagi." kata pak Lubis


"sudah berapa kali mereka terlambat dalam pengiriman." tanya Syakila


"kurang lebihnya 6 kali Bu, dan mungkin saya bisa mengatasinya. itulah sebabnya saya tidak melapor pada Bu Syakila "


"sudah sebanyak 6 kali.? dan bapak tidak melaporkan pada kami?" tanya Syakila yang mulai tak bisa mengontrol emosinya


pak Lubis segera menunduk.


"kalo begitu. keluarlah.. dan suruh Diana menghadap kesaya." ucap Syakila


"baik Bu," jawabnya


pak Lubis segera keluar dan memanggil Diana.


"Bu Diana diminta untuk keruangan Bu Syakila." ucap pak Lubis


Diana segera berdiri dan segera mematii ruangan sahabatnya dan sekaligus bosnya


"Bagaimana Sya, ada apa?" tanyanya


"hubungi kantor PT Dirtama, bilang jika kami ingin menemui pemimpin perusahaan itu." ucap Syakila


"baiklah.."


Diana segera mengotak atik ponselnya. dan mencari nomer PT Dirtama.


setelah ketemu Diana segera memencet tombol nomer yang tertera di situ


"Hallo pak Erwin, kami dari perusahaan Ghanesa Ibrahim. ingin menemui pemimpin perusahaan. tolong di jadwalkan." ucap Diana yang to thepoint

__ADS_1


"baiklah Bu Diana, kami akan segera menginformasikan pak Bagas." jawabnya


__ADS_2