Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Bertambah Gila


__ADS_3

...•••...


Iqbal sudah memasuki rumahnya. dan melihat sang istri tertidur di sofa ruang utama.


Iqbal pulang kekita pukul 23 karena harus mengantar Ratih terlebih dahulu. Iqbal adalah pria yang tidak tegaan. apalagi dia wanita yang sedang membutuhkan bantuan.


Tadinya Iqbal ingin langsung pulang saja setelah mengantar Ratih. namun ternyata di depan ada Tiara yang masih menunggu kedatangan mamanya.


Tiara histeris bahagia saat melihat postur tubuh yang tidak asing. Tiara merindukan Iqbal, sudah beberapa hari Tiara diantar jemput oleh jemputan sekolah. jadi saat pulang Tiara udah tidur dan tidak bertemu Iqbal


"Ayah.." panggilnya. jujur Iqbal paling tidak nyaman di panggil dengan sebutan ayah. hawatir jika Syakila tau dan salah paham yang akan mengakibatkan keributan dalam rumah tangganya


"Iqbal mampir dulu. kasian tuu Tiara merindukan kamu." ucap Ratih


"ini sudah malam mbak, nggak enak kalo ada yang lihat."


"Tenang saja, jam segini komplek kan sepi. nggak ada yang melihat." ujar Ratih


"Justru itu mbak, saya tidak nyaman. saya langsung pamit pulang aja." jawabnya


namun sebelum Iqbal benar benar menjauh. tangan mungil Tiara sudah menautkan pada jemari Iqbal


"Ayah, ayo masuk dulu. Tiara kangen" ucapnya


Iqbal memandang Tiara, tak tega membuat gadis sekecil ini kecewa. ahirnya Iqbal pun mengikutinya dan di sinilah masalahnya. Iqbal jadi pulang terlambat karena harus menemani Tiara hingga tidur


"Sya,,, bangun Sya," Iqbal mencoba menggoyang tibuh Syakila. namun Syakila tetap tidak respon.

__ADS_1


Iqbal segera menggendong Syakila ke kamar mereka. tak tega melihat istrinya kedinginan di ruang utama.


Setelah sampai di atas Iqbal segera membaringkan tubuh Syakila yang tidak terlalu berat. karena bobot Syakila paling hanya 45 kg.


Iqbal segera mengganti baju untuk tidur. setelah itu segera menyusul membaringkan tubuhnya di soing Syakila. tangannya memeluk pinggang Syakila begitu erat.


...••••...


Dalam sebuah perjalanan hidup, mungkin jalan yang kita lalui tidak selalu mulus. Ada masanya kita berada di atas, semua keadaan seperti baik-baik saja, tidak ada masalah, gembira, dan jalan di depan seperti membentang mulus. Namun terkadang kita menemukan sesuatu yang menghambat perjalanan, atau bahkan membuat kita berbalik arah.


Seperti itulah yang di alami oleh Imel, Kenikmatan yang ia raih hanya sesaat. setelah nya kembali seperti dahulu. dulu mungkin Imel hanya mengalami kekuarangan finansial. namun sekarang Imel mengalami yang namanya kekerasan dan juga pelecehan. bagaimana tidak di sebut pelecahan jika malam hari adalah waktu untuk istirahat untuk kebanyakan orang, namun tidak dengan wanita satu ini.


Imel masih di paksa untuk melayani pria rekan bisnis suaminya. tidak hanya sekali dua kali Herman memaksa.


"Layani pak Johan, dan jangan buat dia kecewa." Herman kembali membawa pria asing kerumahnya. untuk apa lagi kalo bukan untuk menjual istrinya yang begitu cantik.


"Mas, aku mohon jangan lakukan ini padaku. aku ini istrimu" Ujar Imel dengan berlutut di kaki Herman. memohon agar suaminya menghentikan kelakuan yang tak bermoral yang di berikan padanya.


"Cepat dandan, dan pakai pakaian ini." Herman melempar pakaian yang baru saja di beli untuk d Pakai Imel


"Yaa Tuhan.. walaupun mas Iqbal tidak lulusan sarjana. tapi dia memilki adab bagaimana memperlakukan istrinya dengan baiik." batin Imel


Imel sudah berusaha melarikan diri dari suaminya kejmnya ini. namun entah kenapa Herman selalu menemukan dirinya.


Beberapa hari yang lalu Imel mencoba pergi. dengan hanya membawa uang yang ia miliki, namun suaminya itu berhasil menemukan


Dan ahirnya suaminya ini bertambah gilanya. terkadang Imel di obral di tempat malam oleh suaminya. siapapun yang berani membayar mahal maka Herman akan memberi kannya.

__ADS_1


...•••...


Imel memasuki sebuah hotel yang dlsudah di pesan oleh rekan bisnis suaminya.


"Om. aku ketoilet dulu ya " pamit Imel


"Tidak usah. kita sudah hampir sampai di kamar. nanti saja di toilet dalam." jawab Pria yang bersama Imel


"Aku kebelet banget om." katanya sembari menampakkan wajah tersiksanya karena menahan BAK


"Ya sudah, cepat jangan lama lama."


Imel segera berlari kearah toilet yang ada di dalam hotel. Imel tidak benar benar ketoilet. namun melipir keluar dari hotel lewat belakang. mencoba mencari jalan agar bisa lepas dari pria ini.


Imel segera mengambil ponselnya dan segera menghubungi Iqbal. siapa tau Iqbal mau menolngnya untuk kali ini saja.


Tuutttt... tuuutttttttt... tuutttt


setelah deringan ke 4 Iqbal baru mengangkat


"Hallo mas, ini aku Imel. kau bisa kan menolongku?" tanyanya, dengan nafas yang terdengar ngos ngosan.


"Imel, kenapa malam malam begini telpon. ada masalah apa?" tanya Iqbal dengan suara has bangun tidur. Iqbal menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 1. 45.


"Mas, kumohon gunakan hati nuranimu sebentar saja untukku. aku butuh bantuanmu." ucapnya.


Imel tidak lagi mendengar jawaban dari Iqbal. tidak bilang Iya, juga tidak bilang tidak. padahal ponselnya masih tersambung pada Imel, dan Imel masih mendengar nafas dari Iqbal.

__ADS_1


"Mas,, kau kau masih di situ kan? kau bisa kan membantuku sekali ini saja.?" tanya lagi.


tak ada jawaban dari Iqbal. "Mas, aku mohon.. bagaimanapun aku pernah menjadi istrimu. kita pernah merangkai masa depan bersama." ucap Imel yang terdengar sangat lirih


__ADS_2