
...••••...
"Ibu..." panggil Ratih.
"nak Ratih, kau sudah lama?" tanya nya
"Ibu itu mobil siapa yang di bawa Iqbal?" tanyanya
"milik istri nya." jawab Bu Rohmi
"Imel?" tanya Ratih
"bukan nak, tapi Istri barunya Iqbal. Iqbal sudah bercerai dari Imel gegara wanita itu." jawabnya
"apa Buu.." tanya tidak percaya
"Gimana yaa... istri Iqbal itu dulu yang beli Iqbal." jawabnya
"ibu tau berapa harga Iqbal waktu itu?" tanya Ratih lagi.
"Kalo tidak salah 700 jt atau berapa, ibu juga tidak paham. yang jelas waktu itu ibu di kasih uang 150 jt untuk berobat bapaknya Iqbal." terangnya
"kok Imel tega kayak gitu sih bu. menjual suaminya demi uang agar bisa bersenang senang." ucap Ratih.
Bu Rohmi hanya mengedikkan bahu. namun matanya tidak melepas dari tatapannya tas yang ada di tangan Ratih.
"ohh iya Bu.. ini Ratih beli in martabak, tadi Ratih lewat dan melihat ada yang jual martabak rame banget." kata Ratih sambil mengangsurkan tas plastik di tangannya
"Ya ampun... udah baik, cantik, dan kaya. kalo seandainya dulu kau yang menikah dengan Iqbal ibu akan menerima dengan legowo Lo nak Ratih." Ujar Bu Rohmi
"ahh ibu.. seperti nya putra ibu yang jual mahal sama saya Bu. padahal selama ini Ratih menyukai mas Iqbal." jawabnya, yang dapat senyuman dari Bu Rohmi
"Ayoo masuk yuk..di sini dingin." ajak Bu Rohmi
Ratih menurut saja. Ratih mencoba mendekati Bu Rohmi. agar Bu Rohmi mau membantu dirinya untuk bisa mendapatkan Iqbal.
"Nak Ratih, belum tau tentang itu?" tanyanya. Ratih menggeleng sebagai jawabannya
"Sebenarnya Imel itu sangat mencintai Iqbal, ibu yakin jika wanita itu yang memaksa Imel menjualnya. mungkin wanita itu sudah tidak laku atau gimana ibu juga tidak tau " ucapnya
Ratih menghela nafas lalu membuangnya dengan kasar.
"nggak usah di pikir Bu, Iqbal itu sudah dewasa dan sudah bisa memilih mana yang harus dia ambil." sahut Ratih dengan kata kata bijaknya. biar Bu Rohmi semakin menyukai pribadinya
__ADS_1
Bu Rohmi tersenyum menanggapi ucapan Ratih.
"Bu, Ratih pamit dulu yaa.. soalnya tadi Tiara agak panas." pamit nya
"Ohh.. iya nak. terimakasih sudah mau menemani ibu dirumah walau sebentar." ucapnya
"iya Bu tidak usah bilang terimakasih. ibu boleh datang kerumah Ratih kali dirumah kesepian." ucapnya. "terimakasih nak Ratih. kamu baik sekali sama ibu." ucapnya
...•••...
"Kau mau sholat Sya?" tanya Iqbal
"Mas, kakiku sedikit sakit." jawabnya
"Ya sudah, kau istirahat dulu saja." kata Iqbal. Iqbal segera berdiri dan ingin keluar dari kamar.
"mas,, mas mau kemana?" tanya Syakila
"Mas, keluar sebentar. kau istirahat saja dulu. tapi jangan tidur yaa.. mas cuma sebentar." sahutnya
Syakila mengangguk, mengiyakan ucapan suaminya. Syakila mengambil ponselnya dan mengotak atik ponsel miliknya.
Syakila segera menghubungi nomer Mayang untuk menanyakan perihal butik yang akan segera di buka.
"mas,,, mas sakit?" tanya Syakila saat melihat suaminya membawa ice bag.
Iqbal tersenyum lalu segera duduk di ranjang yang sama.
"Mas,, apa yang ingin mas lakukan?" tanyanya
"Mas mau bantu mengompres kakimu Sya." jawabnya.
Iqbal segera mengangkat kaki Syakila di atas pahanya.
"mas, tidak per..." Syakila tercengang saat merasakan sensasi dingin di kakinya. sebulir air mata berhasil lolos begitu saja di ujung matanya. Menatap wajah suaminya yang masih fokus pada objek yang ada ditangannya
"Mas,,, kalo seperti ini setiap hari. bisa bisa aku kena serangan jantung mas." kata Syakila seraya menundukkan wajahnya
"kenapa begitu? kau tidak menyukai nya? atau kau memiliki alergi dengan air dingin? " tanya Iqbal panik. seraya menarik kembali tangan yang sudah mulai membuka rok Syakila
Syakila menggeleng seraya wajahnya tetap menunduk malu .
"Katakan Sya, kenapa?" Iqbal menuntut jawab Dari Syakila, Iqbal semaki hawatir terlihat dari wajahnya.
__ADS_1
"karena jantungku tak bisa diam saat bersamamu." jawabnya. jangan lupakan bibir Syakila yang gemetar dan pipi makin menampakkan kemerahannya.
Wajah Iqbal pun ikut bersemu merah mendengar candaan Syakila. ' Ternyata Syakila selain menggemaskan juga tidak membosankan, mudah membuat suasana kembali menghangat." batin Iqbal
"Kau ini... ternyata selain cantik juga sangat kejam pada mas Sya." jawab Iqbal dengan menampakkan wajah kesal
"Jahat? mas tidak suka dengan ucapanku tadi?" tanya Syakila panik.
"Kau jahat karena berhasil membuat mas semakin jatuh. jatuh cinta padamu." sahutnya.
Syakila tertawa dan kemudian Iqbal juga tertawa. menertawakan kelucuan mereka masing masing.
Dulu Iqbal tidak pernah semalu ini pada Imel. bahagia bersama Imel ada saat bisa membuat Imel nyaman di sisinya. tidak menuntut materi itu adalah kebahagiaan Iqbal. namun bersama Syakila mereka bisa bercanda seperti ini lontaran demi lontaran kata yang membuat hubungan mereka semakin dekat.
Mayang yang mendengar gombalan pasutri yang baru beberapa bulan menikah pun jadi geram.
Sedangkan Syakila dirinya tidak menyadari jika panggilan ponselnya tersambung dengan nomernya Sang sahabat.
"sengaja sekali mereka berdua. apa Syakila berniat melakukan ini. pada diriku agar bisa segera menyusul suamiku yang sedang di luar negeri." batin Mayang.
Saat Mayang akan menutup panggilannya. lagi lagi Mayang mendengar perkataan dari Iqbal yang membuat siapapun jadi terbang.
"apa kau tau Sya, kenapa mas tiba tiba memutuskan semuanya dari awal?" tanya Iqbal
Syakila menggeleng tidak tau.
"Karena mas ngerasa kamu itu adalah magnet, selalu Manarik hati mas untuk selalu mendekat." kata Iqbal.
Mayang tidak tahan dengan perkataan pasutri baru itu. Mayang segera menutup telponnya
"Mas,,,," Syakila kembali menitikkan air mata karena bahagia. suaminya bukan hanya penyayang tapi juga suka bercanda.
Iqbal segera memeluk Syakila, lalu mengecup kening istrinya. "sudah baikan?" tanya Iqbal. Syakila mengangguk.
"kita sholat bersama sekarang?" tawar Iqbal
Syakila mengangguk. "i..iya mas." jawabnya
Iqbal segera menunyun istrinya kekamar mandi. "nggak usah mas. aku bisa sendiri." tolak Syakila
"tidak apa apa." sahutnya
...•••••...
__ADS_1