
Memulai pagi hari bukanlah tugas yang mudah. Tentu saja, Seseorang perlu mengisi pagi dengan energi positif agar dapat menjalani hari dengan baik nantinya. Bangun dan bekerja di pagi hari memang sangat nyaman, namun tidak dengan wanita satu ini.
Wanita yang kini menjadi tawanan suaminya. hanya karena kesalahan kecil menurutnya mampu membuat suaminya berubah. bahkan kelembutan tak pernah ia dapat sedikitpun dari suami yang sudah menikahinya beberapa Minggu.
Seperti kejadian tadi malam. Suaminya menggaulinya kembali. jangan lupakan pria ini semakin pendendam jika tau ucapannya selalu di lawan.
Imelda wanita itu kini masih enggan untuk bangun dari tidurnya. tulang belulang yang ada di tubuhnya seakan di remek remek oleh benda tumpul dirinya di jadikan budak Se* oleh suaminya.
Semua itu karena rekan bisnis suaminya yang akan meminjamkan modal untuk Herman. namun dengan satu syarat. Membiarkan dirinya bercinta dengan istrinya / Imelda di depan Herman.
Herman menyetujui demi modal itu dirinya menjual istri nya sendiri. dan Herman mengancam pada Imel untuk tidak mengeluarkan suara menjijikkan dari mulutnya saat pria yang menggauli nya melakukan aksinya.
Bagaimana mungkin Imel tidak mengeluarkan suaranya. penyerangan pria itu sangat menyakitkan. pria itu memiliki kelainan se*. Sehingga setiap pria itu menyentuh tubuh Imel. Imel selalu merasakan nyeri. dan dari jeritan Imel pria itu semakin berga*ah.
Pria yang sering di sebut Zafier itu adalah pengusaha obat. dan sudah memiliki banyak saham di mana mana
Zafier adalah pria matang yang berumur 38 tahun. statusnya sudah berkeluarga dan memiliki anak. namun karena istrinya sedang mengalami masa nifas karena habis melahirkan anak ke 3 nya. Zafier tidak mendapatkan jatah dan dari situlah Zafier dengan memberanikan diri memberi penawaran pada Herman.
Siapa yang akan menolak jikavdi tawari pinjaman begitu besar. namun dengan sarat sebagai jaminannya adalah istrinya. karena Herman sendiri sudah membenci Imel, Herman tidak keberatan.
"Bangun.. enak sekali kau masih tiduran." maki Herman.
"mas,, tubuhku sangat sakit. biarkan aku istirahat yaa.." mohon Imel
"Tidak bisa.. kau harus bangun dan cepat mandi. karena kau hari ini akan menemaniku bertemu dengan klien." ucap Herman
"mas,,"
"kau masih menolak. dan kau ingin aku kembali kasar lagi padamu hmmm?" tanya Herman seraya menekan rahang Imel.
Imel hanya menggeleng karena mulutnya di tekan oleh Herman.
"kalo kamu seperti ini. aku jadi ingin memakanmu lagi." ucapnya seraya menampakkan senyum yang menyeramkan
"Mas... jangan mas. aku lelah.."
__ADS_1
"kau pikir aku peduli" balas Herman. Herman segera melepas kembali pakaiannya. dan segera menyerbu tubuh Imel yang polos.
Berbeda dengan pasutri satu ini.
Memperlakukan dengan lembut dan candaan candaan yang membuat sang istri tersipu malu.
pagi pagi sang suami sudah membuat istrinya tak bisa berkutik dari tempat tidurnya. Tangan kekar pria itu begitu posesif memeluknya. hingga sang wanita itu tak bisa melepaskan diri.
"kau..sudah bangun?" suara nya begitu merdu di telinga sang istri.
"Mas,," gumamnya, seraya membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya.
"Kau akan menahanku di tempat tidur ini sampai kapan Sya?" tanya Iqbal
"Kau membuatku malu." lirihnya
Iqbal tertawa lepas mendengar curhatan istrinya. "masak masih malu aja sih, padahal kita sudah melakukan lebih Sya." godanya
"Maaasss ihhh..."
Saat Syakila membuka matanya dan melihat wajah suaminya yang sangat tampan itu menggoda untuk di cium oleh Syakila.
Syakila mengecup bibir suaminya begitu lama. setelah mengatakan kata kata romantis, Syakila tidak tau jika suaminya sudah bangun. Syakila pikir Suaminya masih terlelap.
"Aku mencintaimu mas, kau adalah pria istimewa, cintaku padamu tidak pernah berakhir. Doaku terkabul saat aku bertemu denganmu. Aku tidak bisa memikirkan cara lain untuk menghabiskan hidupku selain bersamamu di sisiku." ucap Syakila.
"benarkah itu Sya?" Tanya Iqbal tiba tiba.
Suara Iqbal mambuat jantung Syakila kembali berolah raga. Syakila segera membenamkan wajahnya di dada polos suaminya.
Iqbal semakin erat memeluk Syakila. bibirnya menyunggingkan senyum bahagianya.
"Aku harus berterima kasih pada Imel. sudah memberi aku wanita yang baik dan cantik seperti Syakila." batin Iqbal
...•••...
__ADS_1
Iqbal menatap takjub wanita yang sudah menjadi istrinya dari pantulan cermin. walau wanita karir Syakila tetap harus melayani suaminya menyiapkan pakaian untuk berangkat ke kantor.
Iqbal menatap pakaian istrinya yang terlihat begitu sopan. memakai rok span selutut dan bluse dengan lengan panjang. ada ikat pinggang yang membuat Syakila semakin terlihat cantik. Syakila menghampiri meja riasnya dan segera memakai bedak tipis dan lipstik.
Syakila menyadari jika suaminya masih betah menatap penampilan dirinya. Syakila kembali bercermin siapa tau ada yang salah. Sambil mematut memutar tubuhnya.
"mas.. mas kenapa?" tanya Syakila.
Iqbal tergagap saat dirinya tengah mengagumi istrinya.
"ti..tidak ada apa apa." jawabnya
"Apa ada yang salah dengan penampilan ku pagi ini?" tanya Syakila
"tidak... kau sangat cantik." pujinya.
Syakila kembali menunduk begitu dalam. Iqbal mendekati sang istri lalu segera mengangkat dagu istrinya. "kenapa menunduk?" tanya nya
"mas .. aku malu." jawabnya
"masih malu aja istriku." gurau Iqbal. Iqbal kembali menarik tubuh Syakila dlam dekapannya.
"Sudah siap berangkat sekarang?" tanya Iqbal
Syakila menggeleng.
"kok belum?" tanya Iqbal heran
"Sepertinya aku tak bisa jalan deh mas. kalo setiap hari di beri pujian sama suamiku." gumam Syakila
"Istriku ini.. gemesin banget. kalo nggak bisa jalan, mas siap menggendongmu kapanpun itu." jawabnya enteng
"Aku yang nggak mau mas." jawabnya. lalu segera mengurai pelukan suaminya.
"Yukk.." ajak Syakila. mereka bergandengan tangan menuju ruang makan.
__ADS_1