
Cekleekkk...
Iqbal terlonjak saat mendengar gagang pintu di putar.
"Sya,, kau baru pulang?" tanya Iqbal dengan datar
"Kau sudah pulang mas?" tanyanya
"Kenapa kau jam segini baru pulang?" tanya Iqbal saat melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 21. 30.
"Kerja, lagian aku dirumah sendiri tidak ada teman." jawabnya
"Sya, jadi selama ini kau pulang jam segini." tanya Iqbal lagi
"memang apa urusanmu mas? kau bahkan tak peduli saat aku tidak pulang kan?" tanya nya
"Apa maksudmu?"
Hehmm.. Syakila tersenyum miris. Rumah tangga yang ia idamkan menjadi keluarga sakina mawaddah warahmah tak bisa dia wujudkan.
Bahkan selama 2 bulan menikah dengan Iqbal, dirinya masih menyandang status dagis. suaminya tak pernah menyentuh nya.
"Apa maksudmu Syakila?" tanya Iqbal
"Apakah pernah kau menanyakan kabar aku mas? apa pernah kau menanyakan di mana aku? apa pernah kau menanyakan sudah makan belum? kau terlalu fokus pada ibu dan bosmu. kau tak pernah peduli padaku." ucap Syakila
"Sya, kau tau kan bapak baru saja meninggal, dan ibu hanya minta di temani sampai terlelap" jawabnya
"Dengan bosmu itu kan mas? kau bahkan lebih peduli dengan bosmu ketimbang aku istrimu. kau rela pulang malam demi mengantarnya," ucap Syakila
"Karena dia bosku Syakila.. jadi aku tidak bisa mengabaikannya." jawabnya
"aku sudah memintamu untuk membantuku di kantor mas. tapi kau selalu menolak. sebenci itukah kau terhadapku. jika kau tak menginginkan pernikahan ini.. ayo kita sudahi mas." ucap Syakila lagi. tak tahan dirinya di perlakukan orang asing oleh suaminya sendiri.
"Sya, apa maksudmu? apa yang kau katakan itu?" tanya Iqbal dengan bibir gemetar.
"Aku hanya ingin menjadi istrimu seutuhnya mas. aku ingi kau perlakukan aku sebagaimana suami memperlakukan istrinya. bukan seperti ini... kau jadikab aku hanya pajangan semata. kau jadikan aku seolah aku ini barang yang tidak bergu...naaaa..." Syakila berucap dengan deraian air mata. rasanya sakit... sakitt saat dirinya tak di anggap ada oleh suaminya.
"Sya.. maaf kan aku... maafkan aku.. aku belum bisa memperlakukanmu sebagaimana seorang suami pada istrinya... maafkan aku.. bayangan IM.."
"Imel lagi .. Imel lagii... apa aku harus hidup dengan pria yang masih ada bayangan mantan istrinya. apa aku tidak berhak mendapatkan suamiku seutuhnya, hanya untuk akuu mas . kenapa harus ada Imel.. kenapa harus ada.."
Iqbal tak bisa melihat wanitanya ini meraung karena rasa sakit yang ada di dadanya. Iqbal segera memeluk istrinya.
"maafkan aku.. maafkan Sya.. maafkan aku.. aku bukanlah suami yang sempurna untukmu. aku belum bisa move on dari dia." ucapnya lirih seraya tangannya memeluk erat tubuh Syakila. dagunya Iqbal sandarkan pada ubun ubun kepala Syakila
__ADS_1
Syakila masih terisak dalam pelukan Iqbal, Syakila tak membalas juga tak menolak. Syakila membiarkan tubuhnya dalam dekapan suaminya.
"Kau mau kan membantuku untuk bisa mengikhlaskan Imel untuk orang lain. karena sejujurnya ..."
"Kau keterlaluan mas, aku pikir kau.." ucap Syakila yang memotong ucapan suaminya
"Sya,, dengerin aku dulu Sya. bukan itu maksud aku..."
"lalu apaa???.. kau mengatakan jika kau belum ikhlas melepas mantan istrimu. kau menyakiti ku mas. kau sungguh menyakiti ku.." Isak Syakila semakin kencang.
Saakiitt... itu lah ia rasakan. saat mendengar kenyataan bahwa suaminya belum sepenuhnya rela melepas mantan istrinya. dan dirinya di jadikan pelarian kesepiannya.
"Sya,,"
"Pergi kau mas.. pergii... aku tak ingin melihatmu.. pergii..." teriaknya, Syakila segera melempar semua yang ada di ruangan ini.
Melihat Syakila dengan segala perilakunya membuat Iqbal merasa bersalah. "tidak seharusnya aku memperlakukan nya seperti ini. wanita ini tidak pantas mendapat perlakuan seperti ini dariku." batin Iqbal
Iqbal kembali mendekap tubuh Syakila. "Syaaa... jangan seperti ini. maafkan aku.. maafkan aku sayang..." ucapnya. Iqbal mengecup wajah Syakila. dari pipi kening dan bibirnya.
"Maafkan aku Sya, maaf.. kita mulai semua dari awal. hanya ada kita, cuma Kita tak ada wanita lain di sini. cuma ada kamu istriku.. kita mulai semua dari awal sayang.. cup .. cup.. cupp..."
Syakila kembali menangis. tak menyangka suaminya akan secepat ini berubah. "kau tidak sedang berbohong padaku kan mas.."
"perlakukan aku sebagaimana seorang suami pada istrinya... buktikan jika kamu tidak sedang mempermainkan aku mas... buktikan sekarang.." ucap Syakila sambil terisak
"Aku akan buktikan Sya, aku akan mencoba membuka hatiku untukmu " ucap nya.
Iqbal kembali mengecup bibir Syakila. kecupan kecupan itu berumah menjadi ciu*man yang semakin dalam.
Iqbal sudah berjanji pada alm bapaknya. bahwa dirinya akan menjadi dan menyayangi istrinya. apapun keadaan nanti Iqbal akan tetap mempertahankan keluarganya.
...••••...
Seorang wanita masih terlelap dalam tidurnya. Disamping dirinya seorang pria yang sedang mendekapnya.
Iqbal terbangun saat terdengar sayup sayup suara azan. Iqbal meregangkan ototnya karena terasa sangat berat pada lengan kanannya.
Iqbal melihat wajah cantik istrinya. "kau sangat cantik Sya, selama ini aku tidak menyadari jika kau begitu mempesona." gumamnya
Iqbal mengecup kening Syakila. karena terganggu Syakila pun menggerakkan tubuhnya. lalu kembali terlelap.
Setelah kepala Syakila tidak ada di lengannya, Iqbal segera turun dari tempat tidur dan menyambar handuk kekamar mandi untuk mandi besar.
Di kamar mandi Iqbal senyum senyum sendiri. membayangkan percintaan tadi malam bersama istrinya. ternyata sang istri sangat ageresif dengan sentuhannya.
__ADS_1
Setelah selesei mandi, Iqbal segera menggelar sajadah untuk menunaikan ibadahnya.
Bermunahat mohon kelanggengan rumah tangganya. memohon di jauhkan dari segala kesalah pahaman.
Setelah selesei dengan kewajiban nya. Iqbal segera turun kedapur. Iqbal membuat kan susu buat istrinya. lalu naik keatas lagi.
Di dalam kamar Syakila sudah terbangun. matanya kembali mengedarkan pandangannya. mencari sosok suami yang sangat ia cintai.
"lagi lagi.. kau sudah berangkat kerja mas. dan kau tetap sama di banguni aku." gumamnya
Cekleekkk...
Syakila segera membenamkan kembali tubuhnya di bawah selimut saat mendengar pintunya di buka dari luar.
Jantung Syakila berpacu begitu kencang. "aku pikir mas Iqbal sudah berangkat kerja." batinnya.
Iqbal duduk di sofa memperhatikan perilaku istrinya. sangat lucu sekali jika setiap hari bisa memandang wajah istrinya yang malu malu.
Syakila merasa jika tak ada orang di kamarnya. Syakila pelan pelan membuka selimut nya kembali lalu menyembulkan kepalanya sedikit.
pandangan kembali Syakila sapukan pada ruangannya.
Syakila melihat senyum di wajah suaminya yang begitu manis.
"M..mas.." gumamnya.
"kau sudah bangun sayang." ucap Iqbal sambil menunjukkan senyum manisnya
Syakila mengangguk dengan rona merah di pipinya
"mas belum berangkat?" tanya nya
"berangkat kemana?" tanya nya menggoda. sembari berjalan kearah tempat tidur di mana istrinya sedang dalam mode malu malu kucing
"bukankah mas harus bekerja? nanti bos mas itu akan marah malah lagi." gumam Syakila. Syakila tidak menyukai jika bos suaminya itu mengomelu suaminya.
"Mas akan datang nanti jam 9." jawabnya
"kenapa mas?"
"Sekarang mas mau melayani istri mas dulu." ucapnya seraya mengambil susu yang sudah Iqbal siapkan.
"Minum dulu. habis itu mandi." ujar Iqbal
Syakila pun menerima perlakuan suaminya
__ADS_1