Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Aku Cemburu mas


__ADS_3

Ceklek...


pintu kamar mandi di buka dari dalam. Syakila menoleh lalu menatap suaminya yang hanya memakai handuk. wajahnya terlihat segar dan semakin membuat pesona sang suami. tak di ragukan lagi jika suaminya itu begitu tampan. terkadang Syakila berfikir 'Kenapa ada wanita yang rela melepas suami bertanggung jawab seperti Iqbal. bahkan Iqbal adalah pria yang penyayang.'


"Sya, ada apa? ada yang salah?" Tanya Iqbal. Namun Syakila masih diam. masih fokus pada penampilan suaminya. dan pikirannya masih berkelana pada kejadian antara suaminya tadi malam bersama Imel


"Dek Syakila,," panggilnya lagi. dengan lembut disisi telinganya


Syakila tersadar dari lamunannya. saat sang suami menegurnya dengan sangat lembut dan panggilan itu Syakila baru saja mendengarnya. Hati Syakila begitu menghangat, apakah ini musim semi? kenapa hati Syakila bersemi semi seperti bunga bunga di taman yang bermekaran di pagi hari. hati Syakila pun juga bermekaran dan banyak kupu kupu yang hinggap.


Lebay dikit. maklumlah kan lagi bahagia


"Ada apa?" tanya nya lagi


"Ti.. tidak ada mas." jawabnya. Syakila segera memutus kontak matanya dengan suaminya.


"Kok menegang gitu wajahnya. apa ada sesuatu?" tanya nya


"Mas.. emm..." Syakila ragu untuk mengajukan pertanyaan


"Ada apa dek, katakan saja kita itu suami istri, jadi tak perlu ada yang di sembunyikan." Iqbal mendekati sang istri yang masih terlihat bimbang.


"Tadi malam.. tadi malam mas pergi ke mana lagi?" tanya Syakila memberanikan diri


Iqbal memandang bola mata istrinya yang berwarna kebiruan. bola mata yang indah dan alami tanpa harus memakai lensa.


"Maaf yaa.. tadi malam mas pergi nolongin Imel. kami tidak melakukan apa apa kok. mas hanya menolong saja." jawabnya


Pedih..

__ADS_1


itulah yang di rasakan Syakila secara langsung. Selama ini Syakila berharap suaminya itu akan melakukan hal yang sama ketika mereka bertemu dengan wanita yang namanya Imel. dengan tegas suaminya mengatakan. "Maaf.. Aku tidak bisa" itulah yang Syakila harapkan sejak saat itu saat Imel meminta waktunya sebentar pada Iqbal


Namun tanpa persetujuan dari dirinya, Iqbal sudah memutuskan untuk menolong mantan istrinya.


"Dek, mas hanya menolong saja tidak lebih. jangan berfikir yang nggak nggak ya." Iqbal berucap untuk menenangkan istrinya


"Mas, bisa nggak kau nggak usah lagi berurusan dengannya. jujur mas Aku panas sekali saat tau kau habis menolongnya." ujar Syakila


"Dek, Imel membutuhkan pertolongan. dan hanya mas harapan dia. dia tidak punya siapa siapa lagi di dunia ini. apa kau suami nya tidak memperlakukan dengan baik." bantah Iqbal


"Kalo begitu. mas lebih milih dia darpada aku. aku cemburu mas.. kalian pernah menjadi pasangan suami istri. aku takut kau akan kembali..."


"Sya, kau belum tau mas. mas kalo sudah berkomitmen dengan pilihan mas, mas tidak akan pernah menghianatinya. Mas percayalah.. mas hanya murni menolong saja. jadi tolong singkirkan pikiran pikiran buruk itu." Sahut Iqbal


Syakila terhenyak dengan jawaban dan penjelasan yang di berikan pada suaminya. "mas, mas janji kan tidak akan menolongnya lagi." Syakila kembali mengutarakan keinginannya.


"Sudah ya, kau mandilah. mas sudah siapin air hangat." putus Iqbal, karena tak ingin ada perdebatan lagi.


Syakila segera menuruti perkataan suaminya. sebenarnya hatinya masih sakit dan kesal. suaminya masih memikirkan mantan istrinya. 'Ok.. jika hanya menolong sekali tidak apa. aku akan maklumi.' putus Syakila pada perasaan nya. tak ingin berlarut larut memikirkan sesuatu yang belum mungkin terjadi.


...••••...


Setelah selesai dengan ritualnya. Syakila segera turun dan membawa tas kerja. Syakila melihat suaminya sudah duduk manis di ruang makan. disana sudah ada beberapa menu sarapan yang di siapkan oleh bik Darmi


Iqbal menoleh saat merasakan ada bayangan lain di ruang makan. Iqbal segera berdiri lalu menggeser kursi untuk istri nya.


"Tidak usah mas. aku bisa sendiri." ujar Syakila


"Mas tau. mas hanya ingin memperlakukan istri mas dengan baik." bisiknya

__ADS_1


Syakila hanya diam tak membalas apapun dari kata kata yang keluar dari suaminya. karena memang Syakila masih sangat kecewa dan sakit hati.


"Dek, nanti sepulang kerja kita jenguk mama." Iqbal berkata agar di ruang makan yang sedang mereka tempati tidak sepi. jujur Iqbal sangat tidak ingin istrinya itu marah dan mendiamkannya.


"Mama masih di luar kota." jawab Syakila cepat


"Kalo begitu... kita lihat... lihat keadaan wanita itu." Ujar Iqbal dengan sangat enteng. membuat Syakila melongo dan langsung menatap datar suaminya.


"Mas, tolong jangan libatkan aku dengan wanita itu. aku tidak ingin tau keadaan wanita yang plin plan itu. mas tau .. dulu aku meminta dia untuk melepas kan kamu seutuhnya.. tapi apaa.. dia datang padamu dan minta tolong karena dia sedang mengalami kekerasan dari suaminya. mas yang benar saja .. " Syakila segera menanggapi ucapan suaminya dengan emosi yang meluap lupa. bisa bisa nya Iqbal memancing kembali kemarahan istrinya.


Dalam hatinya Iqbal tersenyum senang saat melihat reaksi istrinya tanpa ia duga. ternyata sangat mudah membuat istrinya itu kembali berbicara banyak untuk dirinya.


"Gitu aja marah. terimakasih yaa.. sudah mencintai mas sebesar ini. mas tidak salah dengan komitmen mas. mas juga mencintai mu." ucap Iqbal yang sudah berada di belakang Syakila sambil mendekap tubuh istrinya yang sangat harum


Iqbal segera berjongkok di samping tempat duduk Syakila. lalu mengeluarkan sesuatu dari kantong celana.


"Mas memang bukan pria kaya yang akan selalu memberikan kejutan intan dan berlian pada istrinya. mas hanya pria miskin yang di jadikan suami oleh wanita kaya, tapi untuk memperlakukan istri mas, mas tidak kalah dari mereka yang banyak harta. Selamat ulang tahun Sya.." ucapnya dan segera menyerahkan coklat pada istrinya


"Mas,,," pekik Syakila


"Maaf ya mas hanya bisa memberikan kamu sebatang coklat. lain kali mas akan memberikan yang lebih dari ini." ucapnya.


Syakila segera berdiri lalu menarik tangan suaminya dengan pelan.


"Mas..." serunya begitu lembut.


"Terimakasih.. Terimakasih.." hanya itu yang bisa Syakila ucapkan. Syakila semakin mendekap tubuh suaminya yang begitu gagah dengan sangat kencang


Iqbal mengecup kening Syakila. "sudah yaa.. jangan bahas lagi wanita itu. mas sudah tidak lagi menyimpan nomernya. lihatlah.." ucap Iqbal sambil menunjukkan handphone nya.

__ADS_1


__ADS_2