
...••••...
Panasnya terik matahari tergantikan dengan hangatnya cahaya sore hari. Namun, semuanya hanyalah sementara. Sebab, sore hanya singgah sejenak, lalu tergantikan oleh dinginnnya malam.
Syakila duduk di balkon lantai atas tepat yang berada di depan kamarnya. Syakila menikmati secangkir coklat yang baru saja di buatnya. di sampingnya tempat ia duduk ada secangkir kopi hitam yang masih mengepul.
Iqbal telah menyelesaikan mandinya. Iqbal segera menyisir rambutnya dan segera menghampiri istrinya yang masih duduk santai sambil menikmati Senja yang begitu indah
"Lihat apa Sya?" tanya Iqbal yang berhasil membuat Syakila telonjak kaget.
Iqbal tersenyum saat melihat expresi wajah Syakila yang kaget karena teguran nya.
"Maaf.. mas membuat mu kaget." ucap Iqbal lalu segera menghampiri Syakila. tubuh tegap ity menjulang di depan Syakila "lagi nglamunin apa sih?" tanya Iqbal
Syakila mendongak , lalu membalas senyuman Iqbal untuk dirinya. Syakila mengulurkan tangannya pada sang suami. pandangan mata Syakila bertemu dengan bola mata Iqbal yang hitam legam.
Deg.. Degg..deggg . jantung Syakila kian berdentum semakin cepat. tatapan matanya tidak juga teralihkan dari apapun.
Iqbal menarik tangan Syakila dengan pelan. Syakila pun berdiri dengan pandangan mata mereka saling terkunci.
Iqbal mengecup bibir Syakila sekali. lalu kembali mengecup dan kali ini kecupan itu berganti dengan ciuman yang begitu dalam. Syakila membalas ciuman Iqbal dengan tulus.
Syakila memukul dada bidang Iqbal pelan saat merasakan dirinya hampir kehilangan nafas.
Iqbal segera melepasnya. Iqbal tersenyum pada Syakila, lalu menyapu bibir Syakila yang basah dengan ibu jarinya dengan lembut. "maaf,, bibirmu terlalu manis di lidahku." ucap Iqbal.
Syakila menunduk."karena aku habis minum coklat hangat mas." jawab Syakila, yang membuat Iqbal tertawa lalu menarik tubuh Syakila kedalam dadanya. Iqbal memeluk Syakila dengan begitu kencang lalu mengecup keningnya
"Kau tau mas, Aku selalu menginginkan saat saat seperti ini berdua dengan pasangan halalku." Ujar Syakila, Iqbal kembali menghujani Kecupan pada kening Syakila.
Iqbal membawa Syakila kembali pada sofa yang tadi di tempatinya. Iqbal lalu duduk di samping Syakila. mengecup pucuk kepala lagi. "sekarang impianmu terwujud, jadi selagi kita bersama kita nikmati waktu waktu indah ini berdua setiap hari." sahutnya
"Kok selagi?" tanya Syakila bingung.
__ADS_1
"Kita tidak tau apa yang akan terjadi hari esok. jadi kita nikmati waktu saat saat kita masih berada di tempat sama. kita merangkai semua masa depan ya akan kita capai."
Syakila menoleh dan memandang wajah suaminya yang tidak membosankan.
"Mas, mau makan apa?" tanya Syakila tiba tiba
Iqbal mengerutkan keningnya heran. bisa nya Syakila mengalihkan topik pembicaraan.
"Jawab mas, mau makan apa?"
"Yang ada aja di rumah." jawabnya
"Bik Darmi tadi nggak datang, jadi di rumah ngga ada makanan." jawab Syakila
"kita masak bahan yang ada. atau kau mau memasakkan sesuatu untuk suamimu ini?" tanya Iqbal
Sebenarnya Syakila paling tidak suka dengan kegiatan memasak. bukan karena malas, tapi karena Syakila tidak pernah berada di dapur, jadi tidak tau nama macam macam bumbu yang ada di dapur
"Mas, hemmm aku.. aku tidak bisa masak." jawabnya tersipu. Syakila menundukkan wajahnya begitu dalam. Syakila tak ingin melihat wajah kecewanya sang suami.
"Boleh,," jawab Syakila.
Iqbal menyeruput kopinya terlebih dahulu. lalu segera menggandeng tang istrinya untuk turun kedapur.
Iqbal membuka kulkas dan mencari bahan masakan yang ada.
Ada daging sapi, dan juga ada kentang dan wortel.
"enaknya kita masak apa Sya dengan bahan ini." kata Iqbal.
",bagaimana kalo kita masak bestik mas." sahut Syakila
Syakila pernah makan makanan itu waktu di kota Solo. yang ada di kepala saat ini hanya menu itu. karena jika di masak sup daging kurang cocok aja, malam malam makan sup
__ADS_1
"ok, kita lihat bumbu apa aja yang di butuhkan." balas Iqbal
Iqbal segera membuka ponselnya untuk membrosing resep masakan yang satu ini.
Ada bawang Bombay, ada kecap, pala dan juga sedikit kaldu sapi. isinya ada wortel rebus, kentang goreng dan daging juga daun selada
pertama yang di lakukan merebus daging terlebih dahulu. Iqbal mengupas bawang Bombay dan keyang juga wortel.
sedangkan Syakila mencuci semua bahan sebelum di potong potong.
acara masak memasak berlangsung sekitar 20 menit. kini Syakila tengah duduk di meja makan. sedangkan Iqbal tengah menyiapkan menu makan malam. tadinya Syakila yang akan menyiapkan. namun sang suami melarangnya. jadilah Syakila yang menjadi ratu
Dertttt... Dertttt.... Derttt...
Syakila mendengar deringan ponsel suaminya
"Mas, ibu telpon." kata Syakila.
"Angkat aja Sya" sahutnya dari dalam dapur.
Syakila segera menggeser tombol hijau yang ada di layar ponsel suaminya
"Hallo Bu," kata Syakila
"Iqbal di mana? kenapa kamu yang angkat." tanyanya
"Emm.. ( Syakila bingung mau jawab apa. jika mengatakan Iqbal sedang di dapur pasti mertuanya itu akan ngomel ngomel ). mas Iqbal sedang di dapur." jawabnya lirih
"Kau menjadikan anakku pelayanmu lagim kau bilang kau ingin mejafikan Iqbal kerja di kantorku. kau itu benar benar istri sombong, tidak menghargai suamimu, walaupun Iqbal orang miskin tapi Iqbal itu bukan pelayan dirumahmu dan..."
"ibu kenapa sih ngomel ngomel terus sama istriku. ibu kan tau aku juga suka mengerjakan pekerjaan dapur. ini tadi kaki sedang mencoba memasak berdua." jawab Iqbal yang sudah memotong perkataan dari ibunya
"Ibu ada apa telpon malam malam?" tanya Iqbal
__ADS_1
"ibu sedang kurang enak badan Bal. kau bisa kan mengunjungi ibu malam ini.?" tanyanya