Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Detak Jantungnya seperti berhenti


__ADS_3

Syakila duduk di balkon rumahnya. tepat berada di samping kamar Syakila. Pikirannya masih terfokus pada pria yang secara tidak sengaja bertemu dua kali dalam keadaan situasi yang sama.


Jemarinya memegang erat gelas yang berisi air coklat hangat. Bibirnya menyunggingkan senyum.


"siapa pria itu? kenapa kamii selalu di pertemukan dalam keadaan hampir bertabrakan." gumamnya


"Sepertinya dia orang baik. dilihat dari pancaran wajahnya dia sangat baik. namun sayang Dia sudah beristri, dan sepertinya istrinya sangat mencintainya." gumamnya


"Sya, aku nggak salah dengar? kau menyukai pria beristri? ya ampun Syaaa,,, kalo Tante Lia tau bisa marah." cerocos Diana yang sudah berada di belakangnya.


"Ckkk... sejak kapan kau ada di rumahku?" tanya Syakila. lalu segera membuang mukanya dan kembali menatap jalan raya yang begitu sangat padat.


"Aku sama mama, tadi aku bilang jika Tante Lia kecelakaan.. eehhh mama langsung merengek minta di antar kesini. padahal aku itu baru masuk rumah, dan lihatlah aku masih memakai pakaian kerja." jawabnya


Diana memang seperti itu. di takdirkan untuk cerewet, pantas saja Syakila tidak pernah gagal dalam bisnisnya. ada sekertaris yang selalu mengingatkan dengan panjang dan lebar.


"Terus kau mau bilang padaku. jika kau mau menumpang mandi disini?" sarkas Syakila


Diana hanya tertawa kuda menanggapi tebakan sahabatnya.


"kau memang cerdas Sya, tapi aku tidak ada baju ganti." jawabnya sambil memperlihatkan wajah yang seolah menderita


"ckkk..." Syakila segera beranjak dari tempat duduknya dan segera menuju walk on closet. mencari kan pakaian untuk Diana. beruntung Syakila selalu menyiapkan baju baru. berjaga jaga saja jika saudara sepupu yang tiba tiba datang dan minta nginap.


"nih pakai sana." ucap Syakila sambil menyerahkan papebag dari almari


"terimakasih sayang" ucapnya


"perlu kau ingat, itu tidak gratis Di, semuanya ada perhitungan di ahir bulan." sahut Syakila dan langsung meninggalkan Diana yang masih mematung di depan kamar mandi


"Ya elahhh Sya, jadi bos jangan pelit pelit napa? entar kuburannya sempit lohh" Diana kembali nyerocos tiada henti


"Sempit itu, jika kita tidak pernah beramal kebaikan dan tidak pernah menolong sesama yang lebih membutuhkan, tapi malah mempersulit." jawabnya


"Syeet dah, payah kalo punya bos tau agama cuma kulitnya aja." gerutu Diana


Syakila hanya mengedikkan bahu sebagai jawaban jika dirinya lagi malas berdebat dengan Diana.


Syakila mengambil ponselnya yang dari tadi terlihat menyala. setelah sholat tadi Syakila lupa untuk menormalkan kembali nada panggilan


Syakila mengernyitkan keningnya. saat melihat nomers asing masuk.

__ADS_1


"Hallo.. siapa?" tanya Syakila


"mbak Syakila, ini saya Imel. besok jadi kan ketemu suami saya.?" tanya Imel dari balik layar


Perasaan Syakila tiba tiba gugup,


"jika kau dan suamimu sudah siap, ok aku tunggu di kantor." jawabnya


"ok mbak. suami saya sudah pulang dari luar kota. dan kebetulan besok suami saya tidak repot repot banget." jawabnya


"ok... kalo begitu. sampai ketemu besok." Jawa. Syakila


"Kau jadi membeli suami Imel Sya?" tanya Diana tiba tiba.


Syakila menoleh dan melihat Diana.


"kau itu mandi atau hanya kompres sih cepet banget." ujar Syakila


"Sesuai hadis Rasulullah Sya. jangan berlama lama di kamar mandi. karena tempat itu adalah tempat jin dan syetan." jawabnya enteng


"bilang aja kau takut sama penghuni yang ada di kamar mandi. pakai bilang sesuai hadis Rasulullah segala." protes Syakila


"Aku tidak takut Sya. aku cuma tidak mau menemani mereka di sana. ogahh banget." balas Diana


"Kita lihat saja besok. semoga orang itu baik." ujar Syakila


"bagaimana jika pria itu tidak masuk dalam daftar yang ada dalam otakmu Sya?" tanya Diana lagi


"maksudmu apa Di? emangnya kamu tau apa yang ada dalam otakku?" Syakila balik bertanya


"tau, kau ingin Pria tampan, bertanggung jawab dan tidak malu maluin saat jalan berdua." ucapnya


"Tidak semua itu benar. aku memang menginginkan pria bertanggung jawab, dan mau mencintaiku dengan utuh, kau tau sendiri kan. pria yang sudah menikah dan mereka saling mencintai di tambah mereka sudah menjalani pernikahan itu begitu lama.akan sulit untuk mencintai wanita lain." Jelas Syakila panjang lebar


"iya juga sihh.. tapi mana ada pria yang menolak Syakila Ibrahim, udah cantik baik, lemah lembut dan mudah bergaul." Diana kembali mengomentari Syakila dengan pujian.


"Kau pasti menginginkan pakaian yang kau pakai itu di berikan dengan cuma cuma. itu tidak akan berlaku Diana. kau tetap harus potong gaji. jangan karena kau memujiku terus aku akan bilang. 'terimakasih pakaian itu tidak usah di ganti'. tidak seperti itu Ferguso,." Balas Syakila


Diana hanya nyengir kuda. padahal Diana sudah sering memakai pakaian milik Syakila yang masih baru. dan Syakila selalu bilang kau harus potong gaji. namun pada kenyataanya Syakila hanya mengancam saja. tidak bersunguh sungguh memotong gaji Sahabatnya sendiri.


Malam ini Diana ikut makan malam di rumah Syakila. mereka berempat ngobrol tentang pekerjaan Syakila dan juga Diana.

__ADS_1


Anisa ibu dari Diana adalah teman baik Amelia sejak dari SMA, dan sampai saat ini persahabat kedua orang tuanya tersambung pada anak anak mereka.


Mereka ngobrol tentang masa muda Kedua mama cantik itu. terkadang Syakila mengejek mamanya. dan terkadang juga sang mama juga membalas ejekan putrinya. hingga membuat sang putri tercinta harus menitikkan air mata karena malu.


...•••••...


Pagi begitu indah.


Syakila tengah mematut dirinya di depan cermin. Syakila tidak ingin terlihat mencolok pada pandangan pertama pria yang akan menjadi suaminya.


sedikit menyemprotkan parfum pada pakaiannya. setelah itu Syakila segera mengambil tas dan juga beberapa berkas.


Syakila keluar dari kamar dan berjalan menuruni tangga satu persatu. Syakila melihat mama tercintanya sudah menunggu di ruang makan.


"pagi mam.." sapa Syakila


"pagi sayang," jawabnya


"Mama hari ini akan kedatangan Farrel dan orang tuanya." Amelia membuka obrolan dengan putrinya tentang keluarga Farrel yang akan mengunjungi.


"iya, Farrel udah kirim pesan tadi, Sesuai kesepakatan kami ma, kami tetap ingin berteman saja." jawabnya


"iya sayang, papa Farrel itu teman baik papa kamu. jadi mama setuju saja saat mereka ingin mempertemukan kalian berdua. siapa tau kalian itu berjodoh."


Setelah selesei sarapan Syakila segera berpamitan pada mamanya untuk berangkat kekantor.


tak butuh waktu lama, Syakila sudah memasuki halaman perusahaan milik orang tuanya. Syakila segera turun dari mobil dan segera berjalan menuju gedung utama.


"Bu Syakila, ada yang menunggu ibu di lantai 3" ucap seirang satpam.


"terimakasih pak. saya akan segera menemuinya."


Syakila memasuki lift dan segera menuju lantai 3. Syakila menatap dua orang beda jenis itu tengah duduk sambil ngobrol. Syakila tau dia adalah Imel bersama suaminya.


Syakila hanya melihat punggung pria itu karena posisi pria itu membelakangi Syakila.


"Mbak Syakila, kenalkan ini suami saya." ucap Imel yang terlebih dahulu berdiri. lalu di ikuti oleh suaminya dan segera berbalik.


Deggg... jantung Syakila tiba tiba seperti berhenti berdetak.


Syakila menatap pria itu tanpa kedip. hanya memakai celana jeans dan kaos berkerah warna hitam sudah sangat terlihat begitu sempurna pria ini.

__ADS_1


"apa kau yakin? jika kau adalah istri satu satunya?" tanya Syakila


__ADS_2