
Imelda adalah wanita miskin, kehidupannya yang sederhana membuat dirinya frustasi. sudah lama Imel menginginkan kehidupan yang bahagia, memiliki banyak harta agar bisa bersenang senang. semua bisa terwujud saat dirinya dengan matap menjual suaminya.
Setelah mengenal Herman, Imel di buat ketakutan akan kehilangan dia. pria yang memiliki ketampanan dan aura tegas itu membuat Imel ingin melabuhkan hatinya pada Herman. pria kaya matang yang memilki beberapa restoran dan hotel. Imel selalu menganggap jika harta adalah sumber kebahagiaan nya nanti.
Imel tak berani berterus terang akan dirinya. sehingga Herman sangat kecewa. walau pun Imel cantik, namun kejujuran adalah hal pertama yang Herman inginkan. Pernah gagal membina rumah tangga adalah karena kurangnya komunikasi dan ketidak jujuran mantan istrinya. membuat Herman membenci kebohongan, walau kebohongan itu cuma sedikit. tapi dirinya sangat membencinya.
"Mas, sudah mas.. aku sakit." Imel kembali meringis saat pinggangnya terasa nyeri. di tambah lagi Herman selalu main kasar dan terburu buru. sehingga inti milik Imel yang kering pun merasa perih saat milik Herman menerobosnya
"kau memang Ja*ang, kau tau aku paling benci pembohong, aku tak kan pernah membiarkan kamu hidup tenang." ucapnya seraya pinggangnya tidak berhenti bergerak.
"Aaoohhhh... sahkiitt mas... ohhhh saahhkiittt...." Imel kembali mengucurkan air matanya.
Kalo tau begini jadinya, Imel tak Sudi di peristri oleh pria kasar.
"Mas Iqbal, maafin aku yang udah nyia nyiain ketulusanmu." Ucap Imel dalam hati.
Herman sudah kembali mengeluarkan air cintanya. Herman tergeletak di atas tubuh Imel yang sudah lemas.
Hhhh...hhhh... hhhhh.. terdengar deru nafas dari Herman yang tak beraturan. sedangkan Imel merasa lega Herman sudah selesei mengerjai dirinya. Herman segera menggeser tubuhnya di samping Imel.
"mau kemana kau Ja*ang" tangan Herman kembali menarik pergelangan tangan Imel yang hendak turun dari ranjangnya
"Mas, a..aku harus membersihkan tubuhku." jawab Imel dengan bibir gemetar.
"Yaa,, kau memang harus membersihkannya. jangan sampai keturunan ku tumbuh di rahimmu. aku tidak akan membiarkan dia hidup jika sampai ada benihku di sana." sahutnya, lalu segera mendorong Imel menjauhi dirinya
__ADS_1
Imel segera berjalan kearah kamar mandi dengan tubuh sempoyongan. Imel bertekad harus bisa melarikan diri dari Herman suami kejamnya.
Imel berada di kamar mandi. airmatanya keluar tanpa henti. "tidak ada yang tulus mencintaiku, hanya mas Iqbal seorang. pria yang aku sia siain" lirihnya. Imel menggosok seluruh tubuhnya dengan kasar, tak ingin ada bekas keringat yang menempel di tubuhnya. "aku benci kau mas Herman. lihat saja aku akan segera pergi darimu." gumamnya.
Beberapa saat kemudia, Imel keluar dengan hanya memakai handuk.
"Cepat bereskan pakaianmu, kita akan kembali." ucap Herman. Herman segera menaruh ponselnya di atas nakas. dan segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
"Tutup itu leher kamu Mel, jangan sampai orang melihat bekas gigiku" titah Herman setelah selesai mandi. Imel mengangguk patuh.
Mereka segera cekout dari hotel, dan segera meninggalkan pulau yang selama satu Minggu ini mereka singgahi.
"Mas, aku mau cari minum dulu" ucapnya saat mobil yang di tumpangi berhenti di lampu merah.
Gagal, Rencana Imel untuk melarikan diri gagal. ternyata suaminya tidak bisa di tipu.
"Kau jangan pernah coba coba lari dariku. karena itu tidak akan pernah aku biarkan." Tekan Herman
Imel kembali di tundung rasa gelisah. tubuhnya menegang saat mengingat perlakuan kasar suaminya.
"Katakan kau tidak akan pernah pergi dariku." titah Herman dengan tegas.
Entah kemana prilaku Herman yang selama ini manis dan baik. tiba tiba diri nya menjadi seekor monster yang sangat menakutkan. yang harus selalu Imel waspadai gerak geriknya.
Imel menelan ludahnya sendiri saat melihat mata tajam Herman begitu menyeramkan. "i..ya mas." jawabnya sambil mengangguk.
__ADS_1
Kini mereka sudah sampai di bandara. Herman segera menyeret tangan Imel agar tidak bisa pergi dari diri nya.
"Cepat beli air yang kau butuhkan." Kembali lagi Herman berkata dengan datar
...•••...
Matahari sudah mulai bersembunyi, langit pun sudah mulai menghitam.
Seorang pria tengah berkutat di dapur dengan di temani wanita paruh baya yang bertugas untuk mengurus rumah. Iqbal memasak masakan yang menjadi favorit istrinya. bik Darmi bilang jika Syakila sangat menyukai ayam karage. dengan di pandu bik Darmi Iqbal mulai sibuk di dapur.
Iqbal segera menyimpan masakannya di di meja makan setelah selesai, Lalu membuat minuman hangat. wedang Ronde. Wedang ronde adalah minuman hangat yang di rebus dengan jahe dan gula merah. Minumnya ditambahin kacang tanah yang di cincang dan juga kolang kaling, di tambah ronde di dalamnya, Ronde yang terbuat dari tepung beras Ketan di bulat bulat dan di tengahnya di isi dengan kacang tanah yang di tumbuk kasar.
"Bibik, bibik boleh pulang. biar saya yang beresin." ucap Iqbal
"Tapi mas.. ini banyak banget Lo mas yang kotor." ucap Bik Darmi
"Tidak apa apa bik. saya sudah biasa melakukan pekerjaan ini." balasnya sambil menampakkan gigi putihnya
"kalo begitu bibik pulang dulu ya mas." pamitnya
"iya bik. jangan lupa itu tadi di bawa buat anaknya ya." pesan Iqbal. buk Darmi mengangguk sambil mengangkat jempol tangan nya.
Seperginya bik Darmi, Iqbal segera membereskan kotoran piring dan bekajas yang tadi buat memasak. laku mencucinya di wastafel. setelah selesai, Iqbal menyapu hingga ruangan depan.
"jadi ini alasanmu kenapa kamu mengundurkan diri dari sopir?"
__ADS_1