
Kehidupan rumah tangga seringkali diliputi beragam persoalan baik pahit ataupun manis. Dalam hal ini pertengkaran suami dan istri bisa terjadi pada siapapun dengan penyebab tertentu.
Setiap pasangan suami istri pastinya mengharapkan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan langgeng. Namun seiring berjalannya waktu, terkadang pertengkaran-pertengkaran kecil tidak bisa dihindari yang mana menjadi ujian dalam ikatan pernikahan. Pertengkaran tersebut bisa dipicu beberapa faktor baik masalah internal ataupun eksternal pasangan suami istri.
Jika kedu pasangan bisa menanggapinya secara bijak. maka perselisihan itu tidak akan berlarut larut. apalagi jika komitmen dalam menjalani bahtera rumah tangga di dasari karena ingin saling menyempurnakan satu sama lain.
Pertengkaran kecil antara Syakila dan Iqbal pun tak berlarut larut. karena sikap Iqbal yang mengalah. mau minta maaf karena sudah berpikir buruk pada istrinya.
ternyata segala sesuatu jika di bicarakan dengan kepala dingin. semua bisa terselesaikan.
"Dek, mas Hari ini pulang agak larut. karena masih banyak kerjaan yang menumpuk." kata Iqbal di sela sela sarapannya
"kenapa nggak di bawa pulang saja mas. kan bisa di lembur dirumah jadi ada yang merhatiin." sahut Syakila
"Tidak dek, kalo di kerjakan dirumah mas malah nggak fokus." jawabnya
"kenapa begitu?"
"iyaa.. kalo dirumah mas hanya ingin selalu ada di sampingmu. mas nggak ingin jauh jauh darimu." jawabnya
"ihh.. dasar raja gombal." ucap Syakila
"nggak percaya." ujar Iqbal sambil tersenyum menanggapi sahutan dari suaminya
"Nanti aku akan ajak mas makan siang yaa.." ucap Syakila lagi
"iya mas mas tunggu di kantor." sahutnya
Setelah acara sarapan selesai, Iqbal segera pamit untuk bekerjaz Syakila mengantar sampai depan rumah.
"Semangatt yaa suamiku." ucap Syakila dengan bibir yang menyunggingkan senyum
Iqbal mengecup kening sang istri.
"terimakasih sayang. jangan senyum terus dong dek." kata Iqbal
"emang kenapa? mas nggak suka lihat senyum ku?"
"Mas nggak suka kalo ada yang liat kamu senyum, dikiranya kau sedang tersenyum pada mereka." kata iqbal lagim
"Ihh pocecif." sahut Syakila
Iqbal segera berpamitan lagi. karena waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
__ADS_1
...••••...
Iqbal mengendarai mobilnya dengan tatapan kedepan fokus pada jalan yang akan di lalui.
Ciittt....
Mobil yang Iqbal Kendari langsung ngerem mendadak karena tiba tiba ada orang nyebrang tidak lihat kanan kiri.
Iqbal segera turun untuk melihat wanita yang ada di depan mobil sambil meringkuk bejongkok
"Maaf, saya tidak sengaja. apa ada yang sakit?" tanya Iqbal
Wanita itu menggeleng , hanya saja masih terkejut karena hampir tertabrak.
"mari saya bantu berdiri." ujar Iqbal.
dan wanita itu segera mengulurkan tangannya
"mas Iqbal." gumam wanita itu
"Imel apa yang kau lakukan disini?" tanya Iqbal yang tak kalah terkejut
"Mas,," Imel segera memeluk tubuh Iqbal, mohon perlindungan dari Iqbal
"pria itu.. pria ituu kembali menemukan aku mas.. seperti nya aku tak bisa lari dari dia." adunya
Iqbal terdiam beberapa saat. tidak tau harus melakukan apa? karena Iqbal juga sudah berjanji untuk tidak berhubungan lagi dengan Imel
apalagi setelah ada pertengkaran dengan Ratih tadi malam. Iqbal semakin tidak enak melibatkan istrinya pada dua wanita masa lalunya. belum lagi sikap ibunya terhadap istrinya
"maaf Mel, aku tidak bisa membantumu." jawabnya dengan nada sedikit menyesal
"mas, bawa aku tinggal bersamamu. mungkin aku akan lebih aman di sana " mohonnya
"itu tidak mungkin Imel. aku saja hanya numpang hidup pada istriku tak mungkin aku membawamu kedalam rumah itu."
Ouuhh.. pekik Imel sambil memegang perutnya
"kau kenapa?"
"Sudah dari kemarin aku belum makan mas. dan kini aku tengah mengandung." jawabnya
"kenapa tidak kau ceritakan pada suamimu jika kamu sedang mengandung Mel?" tanya Iqbal
__ADS_1
"bagaimana aku akan cerita. jika aku saja tidak tau siapa ayahnya. aku ini wanita murahan mas, aku wanita yang di jual oleh suamiku. mungkin ini karma dari Tuhan karena aku sudah memperlakukan kamu dengan tidak adil." Kata Imel dengan wajah penuh penyesalan.
"Ayo.." ajak Iqbal. Iqbal segera menarik tangan Imel menuju mobilnya
"mau kemana mas?" tanya Imel
"kau belum makan kan? ayo kita makan dulu." ucapnya lagi
Imel langsung diam saat Iqbal membawanya kemobil. mantan suaminya itu tetap baik pada dirinya.
"buat apa punya uang banyak, jika kehidupannya tidak bahagia? kenapa aku tidak bersyukur saat memilki suami yang baik seperti mas Iqbal. kenapa aku malah menukarnya dengan uang yang pasti akan habis, Ternyata cinta dan ketulusan suamiku jauh lebih aku butuhkan ketimbang uang yang aku dapatkan." batin Imel. menyesal sungguh sungguh menyesal.
Beruntung suaminya ini hidup bahagia. dan bahkan istrinya mempercayakan perusahaan nya untuk di kelola Iqbal yang hanya lulusan SMA.
mobil Iqbal berhenti di sebuah warung makan.
"Ayo turun." ajaknya
Imel segera menuruti perintah Iqbal. mereka berjalan beriringan menuju sebuah restoran sederhana
Tak berapa lama pelayan restoran datang dengan membawa buku daftar menu.
Setelah Imel memesan makanan berat. sedang Iqbal hanya memesan makanan ringan karena masih kenyang. pelayan itu segera meninggalkan mereka berdua.
"sudah berapa bulan usia kehamilanmu Mel?" tanya Iqbal
"Aku belum pernah periksa mas. setiap aku keluar suamiku selalu menyeretku untuk masuk rumah." Jawabnya
"habis ini, kau harus periksakan kandunganmu Mel. agar kamu lebih berhati hati." ucap Iqbal.
Imel hanya mengangguk. Pelayan datang dengan membawa pesanan. Imel segera menyantap sajian yang di pesan
"di habiskan Mel," ucapnya
"iya mas, aku lapar sekali." jawabnya
Setelah acara makan, Iqbal segera membawa Imel kerumah sakit untuk memeriksa kandungannya.
Iqbal hanya tidak peduli pada janin wanita itu. kalo soal rasa pada Imel. Iqbal sudah tidak memiliki perasaan apapun yang ada hanya Kasian saja.
"Dokter, bagaimana dengan putri saya?" tanya seorang wanita yang terlihat cemas menghawatirkan putrinya
Beberapa bulan belakangan sang putri sulit untuk tidur. setiap hari hanya berhalusinasi. terkadang bicara jika bertemu dengan papanya. kadang juga melihat orang bertubuh besar menghampiri dirinya dan hendak menerkam nya.
__ADS_1
Dan gadis itu selalu berteriak ketakutan. Tiara Alandra putri satu satunya Ratih yang pernah over dosis obat tidur.