
"Mas, aku belum selesei." balasnya. dan segera melepas cekalan tangan wanita yang tidak di ketahui namanya
Wanita itu segera pergi, dan melewati Herman dengan tatapan dendam.
"kau,," gumam Herman
"Kenapa? kau kaget melihatku ada disini?" tanyanya
"Apa yang kau katakan padanya Ratih?" tanya Herman
"Jangan selalu berpikir buruk tentangku." tegas Ratih.
wanita itu adalah Ratih, Adik ipar Herman. dulu setelah suaminya meninggal, Herman bermaksud mengambil alih perusahaan milik adiknya.
Namun kuasa hukum Ratih menegaskan jika harta yang di miliki alm suaminya Ratih adalah milik bersama. Ratih dan Suaminya membangun usaha itu dari nol.
Kenapa Imel tidak mengenal Ratih, Bos mantan suaminya itu.? Karena Imel belum pernah melihat. sedangkan Ratih sangat mengenal wajah Imel dari foto yang selalu terpampang di layar ponsel Iqbal.
Imel segera masuk ketoilet. sesuai tujuannya semula.
...••••...
"Bagaimana mas? kau tidak mengalami kesulitan kan?" tanya Syakila
"Mas belum mengalami kesulitan, sejauh ini mas masih bisa mengerjakan." jawabnya
"Semangat ya mas,, kalo ada apa apa yang belum di mengerti bisa langsung keruangan ku." Kata Syakila
"Iya Sya," jawabnya
Iqbal di tempatkan di bagian Menager pemasaran. di sini Iqbal memiliki kewajiban untuk melakukan promosi dari berbagai jenis produk atau jasa. karena baru awalan, Iqbal meminta pekerjaan yang mudah ia pelajari. agar hasilnya tidak mengecewakan atasannya yang tidak lain adalah istrinya.
__ADS_1
jika Iqbal sudah memahami dan menguasai kinerja jenjang karir, maka Syakila akan mempromosikan Iqbal untuk mengganti dirinya sebagai pemimpin perusahaan ini. dan Syakila akan di rumah menjadi ibu rumah tangga, menunggu suaminya pulang kerja dan merawat anak anak mereka nanti.
"O ya mas, nanti siang kita makan di luar ya," ucap Syakila
"terserah kamu saja Sya," jawabnya
"Aku kembali ketempat kerjaku dulu ya," pamit Iqbal
Syakila mengangguk. " mas" panggilnya
Iqbal Menoleh sebelum benar benar melangkah menuju pintu keluar
Syakila segera berlari kearah Iqbal, lalu memeluk Iqbal posesif, Syakila memang sangat mencintai Iqbal sejak mereka bertemu di mall beberapa bulan yang lalu.
Sedangkan Iqbal berusaha untuk membalas cinta tulus dari istrinya."Aku tau kau belum sepenuhnya mencintaiku mas, tapi aku yakin kau akan benar benar mencintaiku suatu saat nanti." ujar Syakila
"Jangan hawatir mas pasti akan membalas cintamu. di hati mas cuma ada kamu seorang." jawabnya. lalu mengecup kening Syakila begitu dalam dan lembut. lalu beralih pada bibir Syakila yang begitu manis di bibirnya
"jangan bosan untuk mencintai mas ya," ujar Iqbal. Syakila mengangguk.
...•••...
Biasanya siang hari merupakan waktu dimana tubuh seseorang sudah menghabiskan setengah dari tenaga mereka dalam melakukan kegiatan. Sehingga tidak heran bila siang hari kita diberikan waktu untuk mengisi ulang kembali tenaga agar bisa semangat menjalankan aktivitas hingga sore.
Disinilah Syakila bersama Iqbal siang ini. duduk berdua sambil menunggu pesanan nya datang. sebuah restoran yang tidak begitu jauh dari tempatnya bekerja.
"Mas, ada apa?" tanya Syakila. dari tadi Syakila memperhatikan gerak gerik bola mata suaminya.
Syakila segera menoleh kearah di mana pandangan suaminya itu tertuju. lantai atas, lantai atas itu sering di pakai untuk meeting atau untuk acara acara lainnya.
Syakila mengerutkan keningnya saat melihat tubuh seorang wanita duduk di atas paha seorang pria gempal
__ADS_1
"mas itu bukannya Imel?" tanya Syakila
Iqbal masih memperhatikan satu objek yang sangat ia kenal. yaa itu adalah Imel, wanita yang pernah ia cintai dan ia jaga.
"Siapa pria itu? bukankah suami Imel tidak setambun itu tubunya?" gumam Syakila
"Mas juga tidak tau. mas hanya berharap dia baik baik saja dan hidup bahagia bersama suami barunya." sahut Iqbal
Syakila mengangguk setuju atas penuturan sang suami.
"Silahkan di nikmati Bu, pak." ucap seorang pelayan restoran yang mengantar pesanan
"Terimakasih Mbak." sahut Iqbal
"Sya, ayo makan" Tegur Iqbal. Syakila dari tadi memperhatikan gerak gerik suaminya dan beralih pada wanita yang ada di atas. sehingga saat pesanan datang Syakila tidak menyadarinya.
"Mas, jika Imel datang lagi dan memintamu untuk kembali, apa yang ingin kau putuskan?" celetuk Syakila tiba tiba
Iqbal segera menghentikan kegiatannya dari memotong daging di piringnya. lalu menatap Syakila dengan intens.
Syakila mendadak gemetar saat mendapati tatapan suaminya yang terlihat tidak nyaman dengan pertanyaan ini. Syakila hawatir jika jawaban atau keputusan Iqbal adalah menerima Imel kembali sebagai istrinya.
"Pernah kah kau membuang sesuatu yang berharga? dan ahirnya kamu sesali karena telah membuangnya? namun saat kamu akan mengambil kembali, ada seseorang yang sudah merawatnya dengan cinta?" tanya Iqbal kemudian.
"apa hubungannya mas, tentu saja aku akan mengambilnya kembali. karena itu adalah barang kesukaanku dan aku akan menggantinya dengan lebih baik untuk orang itu." jawab Syakila
"begitu juga denganku Sya, Aku sudah menemukan kamu yang begitu baik dan sayangnya aku mulai menyukainya. tak mungkin aku akan membuangnya. aku akan selalu menjaga dan merawat nya. karena buatku segala sesuatu yang sudah kulepas tidak akan pernah ku pungut lagi. Dan aku tidak akan pernah melepas mu. Aku mungkin berhutang banyak pada Imel, karena dia sudah memberiku istri secantik dan sebaik kamu. jika kau mengijinkan aku untuk mengucapkan terimakasih, aku akan mengucapkan nya pada Imel." ujar Iqbal
Syakila terpaku dengan pernyataan sang suami. ternyata benar, Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, itulah yang di alami Syakila beberapa bulan sebelum Iqbal benar benar membuka hatinya
Syakila berusaha untuk tidak menuntut haknya, walau kadang Syakila ingin melakukan. Syakila selalu sabar menanti hati sang suami kembali di buka. dan ternyata Tuhan mendengar doa doa yang Syakila panjatkan.
__ADS_1
sekarang tinggal Syakila meminta untuk kebahagian keluarga kecilnya bisa berkumpul bahagia dengan ibu dan mertuanya. serta buah cintanya mereka berdua.
"Mas Iqbal,"