
"Mama tidak ada yang serius kan Sya?" tanya Iqbal.
"Nggak ada mas, cuma shock aja." jawabnya
Farrell mengerutkan keningnya menatap Iqbal. "sepertinya saya tadi baru melihat anda, tapi di mana yaa lupa?" tebak Farrel
Iqbal pun juga berfikir "sepertinya memang hari ini kita sudah ketemu. tapi saya juga lupa." sahut Iqbal
Farrel."ohh iya, bukannya tadi pagi anda yang kesini mengantar seorang wanita muda kedokter kandungan ya" celetuk Farrel
Syakila yang sedang menghampiri sang mama pun menghentikan kegiatannya sebentar. Syakila menatap Iqbal lalu beralih pada Farrel.
"maksud mas Farrel apa?" tanya Syakila
"Iya tadi saya bertemu. atau mungki wajahnya yang mirip." ujar Farrel yang merasa tidak enak saat melihat reaksi Syakila
"Ohh nggak, itu benar saya." jawab Iqbal tak ingin berbohong. Iqbal memang harus terbuka pada Syakila. karena pondasi rumah tangga yang bahagia adalah saling terbuka.
"Sudah ma, kita pulang sekarang." ucap Syakila.
"biar mas yang dorong kursinya Sya." kata Iqbal sembari memegang kursi roda
"tidak perlu mas, aku bisa sendiri." jawabnya. lalu segera meninggalkan Iqbal dan juga Farrel.
Setelah sampai di parkiran. sang mama segera turun dari kursi rodanya. dan segera masuk kemobil milik putrinya.
"mama tadi tidak minta di antar pak Setya?" tanya Syakila
"tidak, pak Setya sedang pulang kampung." jawabnya
"mama kerumah Syakila saja ya." usul Syakila
"mama dirumah saja. lebih nyaman di rumah sendiri." sahutnya
Sebenarnya Syakila ingin mama nya tinggal bersamanya. karena Syakila masih belum ingin bicara dengan suaminya.
Dalam otaknya Syakila masih menerka nerka, siapa gerangan wanita yang suaminya itu antar kedokter kandungan
Mereka sudah memasuki halaman rumah milik orang tua Syakila. Amelia lebih suka tinggal sendiri dan hanya di temani bibik yang membantu di rumah itu.
"Mama, mau makan apa? biar Syakila yang siapin." kata Syakila setelah mengantar mama nya ke kamar
"tidak usah, mama sudah hubungi bik Nur tadi. kamu kalo mau pulang, pulang saja. mama nggak papa di rumah." jawabnya
"Syakila ingin disini saja, menemani mama." Syakila kembali menegaskan jika dirinya mau menginap di sini.
"Syakila, mama tau kamu sedang menghindari suamimu kan?" tanya Amelia
Syakila diam, sambil jemarinya memainkan ponsel dan sedang ngobrol chat bersama Dian.
"Nak, kalo ada masalah rumah tangga itu di bicarakan ya, jangan di hindari." kata mamanya lagi
"Ma, Syakila tidak suka mas Iqbal berurusan dengan wanita manapun. Syakila panas mam." rajuknya sembari memeluk bahu mama nya
__ADS_1
"mama tau, tapi coba bicarakan baik baik. agar suamimu tidak melakukan lagi." ujar Mamanya
Ting.. deringan notifikasi masuk ke ponsel Syakila
^^^Diana^^^
^^^"Tadi, suamimu datang kekantor sekitar jam 10 lebih."^^^
"Nggak kamu tanya?"
^^^Diana^^^
^^^"bukan wewenang aku Sya, aku pikir kalian sedang ehem ehem"^^^
"Apaan.. ehem ehem.."
"Dek, kita pulang sekarang." ajak Iqbal
"Pulanglah Sya, selesai kan masalah kalian." ucap Amelia
"Yaudah Syakila pulang dulu mam. kalo ada apa apa cepet hubungi aku." ujar Syakila
Amelia mengangguk lalu segera mengecup pipi putrinya.
"Hati hati sayang." pesan Amelia
Iqbal segera menyalami tangan mertuanya.
"Iqbal, Syakila adalah anak mama satu satunya. hanya dia harta yang mama punya. tolong jangan sakiti dia, kalo kamu sudah tidak mencintainya tolong berpisah lah dengan cara baik. sebagaimana hubungan kalian yang di awali dengan kebaikan. mama percayakan Syakila padamu." ucap Amelia
...•••...
"Dek," panggil Iqbal seraya memegang pergelangan tangan Syakila.
"mas tau kamu marah sama mas," ujar Iqbal
Syakila masih diam menunggu suami nya bicara.
"Mas mau cerita, namun kan dari tadi mas di kantor banyak kerjaan. di tambah lagi kita langsung menghampiri mama di rumah sakit. kalo di izinkan mas akan cerita sekarang." ucap Iqbal lagi.
Syakila menoleh dan memandang suaminya.
Iqbal membawa Syakila duduk di ruang tamu . lalu mulai membuka percakapannya.
"Maafkan mas dek, bukan karena mas menghianati janji mas. tapi saat mas tadi mau berangkat mas tidak sengaja menabrak seorang wanita." lanjutnya
Syakila langsung mendongak menatap bola mata hitam legam milik suaminya. mencoba mencari kebohongan disana. namun Syakila hanya menemukan sebuah tatapan penuh penyesalan disana.
"Wanita itu adalah Imel, mantan istri mas." ucapnya lagi
Syakila langsung menarik tangannya yang masih di pegang Iqbal.
"Dek, mas hanya menolong saja." bujuknya
__ADS_1
"Mas, dari awal aku udah bilang. aku tidak suka kamu deketan lagi sama wanita itu." ucapnya lirih
"Dek, mas hanya kasian, dia udah beberapa hari tidak makan. dan dia dalam keadaan hamil." jawabnya
"Lalu kenapa mas tidak mengantarnya pada suaminya. agar suaminya yang ngurus." ujar Syakila yang menahan untuk tidak marah.
"suaminya adalah pria yang brengsek. dia menjual Imel pada pria hidung belang." jawabnya
"lalu mas percaya? mas percaya dengan ceritanya, mas tau sendiri bagaimana dulu dia juga memperlakukan mas. dan mas masih percaya dengan ..."
"Dek hentikan..!" teriak Iqbal.
"Jika dulu kau tak ada niat membeli ku. sudah pasti Imel tak akan menukar ku dengan uang. dia hanya ingin bahagia dengan caranya dia. jadi apapun alasannya aku bisa berada disini itu juga karena kamu." tekan Iqbal.
"Mas, kau membentakku.." lirih Syakila
"dek maaf .. bukan maksud mas melakukan itu. mas mohon maaf."
"hanya demi wanita itu mas tega membentakku . yaa aku juga salah sudah mengambilmu dari dia. jika kau menyesal hidup bersamaku , baiklah kita ahiri rumah tangga kita." ucap Syakila . dan langsung berdiri dan berlari kekamarnya.
Syakila langsung mengunci pintunya . menyesal sudah mengatakan sesuatu yang sangat tidak ia inginkan. Syakila hanya ingin hidup bahagia bersama suami yang dia cintai yanpa ada bayangan orang ketiga.
namun ternyata bayangan orang ketiga itu memang tidak akan pernah lepas dari keluarga nya.
pertama mantan bosnya. dan yang kedua adalah mantan istrinya. di tambah lagi julidnya bibir mertua yang sampai sekarang belum bisa menerima dirinya.
Tok..tok.. "Dek,, buka pintunya, mas minta maaf" teriak Iqbal.
Syakila masih duduk di lantai, dengan lututnya yang ia tekuk sebagai sandaran kepalanya.
"Dek... buka pintunya." teriak Iqbal lagi.
Tiba tiba Syakila merasakan perutnya tidak enak. seolah ingin mengeluarkan sesuatu. Syakila segera berlari kelamar mandi dan segera mengeluarkan isi perutnya yang sudah sangat penuh.
Hoeekk... hoeek..Syakila berusaha menfekutnyan, namun tetap saja tidak ada yang keluar.
"kenapa ini.." gumamnya
"Dek,, kau tidak apa apa kan?" tanya Iqbal dari luar kamar.
Iqbal semakin merasa bersalah saat mendengar istrinya di dalam keluar mandi. dan masih terdengar Hoek Hoek.
Iqbal segera mencari cadangan kunci agar bisa membuka pintunya.
Beberapa kunci Iqbal coba. hingga pada akhirnya pintu pun terbuka dengan percobaan kunci yang ke 5.
"Dek..." teriak Iqbal saat melihat Syakila sudah lemas di kloset duduknya.
"dek, ayo mas bantu keluar." ucapnya
Syakila hanya nurut karena tibavtiba tubuhnya merasa sangat lemas.
"mas panggilkan dokter? atau kita kerumah sakit." tanya Iqbal
__ADS_1
"terserah mas saja, aku lemas sekali." jawabnya