
Ting .. Tong... Ting... Tong...
Baru saja Syakila ingin memejamkan matanya. suara bel rumahnya terdengar begitu nyaring. sehingga Syakila tak jadi memejamkan matanya.
"Mas,," panggil Syakila.
namun yang di panggil nya tidak ada sahutan.
"Siapa sih,, malam malam begini bertamu?"gumamnya
Namun saat Syakila ingin turun dari tempat ranjang. telinga mendengar suara ribut ribut di ruang bawah.
"itu, seperti suaranya ibu." lirihnya.
Syakila segera melangkah menuju pintu. walau jalannya sedikit terhuyung karena lemas, Syakila tetap harus melihat siapa tamunya.
"Ibu, kenapa ibu datang kesini malam malam?" tanya Iqbal, sedikit merasa hawatir akan kondisi Syakila yang sedang sakit
"Ibu mau tinggal disini bersama kamu. kamu tega membiarkan ibu tinggal sendiri di rumah tua itu. ibu juga berhak tinggal di sini Bal." tegas ibunya yang tak mau di bantah
"ibu.. kan tiap hari Iqbal mengunjungi ibu. Iqbal tidak enak Bu sama Syakila." jawabnya
"Iqbal, kau kan sudah bekerja. sudah sepantasnya kaki juga membiayai ibu dan ikut tinggal di rumah megah ini. ibu tidak mau tingga di rumah tua itu." ujarnya
"Ibu.. Iqbal nggak enak Bu sama Syakila. hubungan Iqbal dan Syakila sedang tidak baik. Iqbal mohon mengertilah Bu." ujar Iqbal lagi
"kamu ya,, jadi suami itu jangan takut sama istri. bisa bisa istrimu ngelunjak sama kamu, mentang mentang wanita kaya seenaknya sama suami." protes Bu Rohmi
Syakila hanya mengelus dadanya saat mendengar ucapan ibu mertua nya. rasanya sungguh sangat sakit saat mertuanya mengatakan jelek tentang dirinya.
padahal Syakila dengan lapang dada akan menerima ibu nya tinggal bersama. karena itu adalah kemauan dari Syakila semenjak bapak mertua nya masih hidup.
Namun saat ibunya mengatakan tidak betah tinggal di rumah mewah, Syakila hanya pasrah. namun kini ibunya datang dan memohon untuk tinggal bersama.
Coba saja ibunya datang baik baik. dan mengeluarkan otot tembolok nya saat bicara.
Syakila turun dengan langkah sangat pelan. karena kepalanya memdadak pusing mendengar perkataan mertuanya.
"Ibu.." panggil Syakila. lalu menghampiri mertuanya dan hendak menyalaminya
"Sya, jangan mentang-mentang kamu itu orang kaya. jadi kamu seenaknya memperlakukan Iqbal ya, bagaimanapun Iqbal adalah kepala rumah tangga." ujar Bu Rohmi sembari menepis tangan Syakila yang hendak mengecup punggung tangannya.
__ADS_1
"Syakila tidak melakukan apapun ibu. kami baik baik saja." jawabnya
"Halah.. jangan ngeles kamu. Iqbal sendiri yang bilang jika hubungan kalian sedang tidak baik. Dengar yaa .. Iqbal sudah bekerja di perusahaan milik kamu. jadi kamu jangan menghinanya." Tekan Bu Rohmi
Syakila menatap Iqbal suaminya yang hanya diam sambil memandang wajah istrinya. lalu beralih pada wajah tua yang sudah melahirkannya.
"Ibu, jika ibu lelah istirahat saja di kamar tamu. Syakila mau kembali ke kamar karena Syakila kurang enak badan." ucapnya lalu segera meninggalkan mertua dan suaminya
"kamu yaa, nggak ada sopan sopannya sama mertua mu. di antar kek ke kamar. ini malah di tinggal sendiri." ujarnya
"Ibu.. sudah buat Iqbal yang antar ibu kekamar." sela Iqbal
"Kaki itu.."
"sudah hu sudah.. jangan di perpanjang lagi. ibu istirahat saja ya." sahut Iqbal yang memotong ucapan ibunya.
Syakila segera merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. pikirannya masih terngiang dengan ucapan mertuanya yang tidak pernah di saring.
Cekleekkk...
Syakila segera mengalihkan atensinya, dan melihat suaminya yang memasuki kamarnya.
Syakila kembali merebahkan tubuhnya dan segera memunggungi suaminya yang sedang berjalan kearahnya.
Syakila masih membisu tak mau menanggapi ucapan suaminya.
Suaminya itu sering sekali mengatakan itu pada dirinya. yang meminta Syakila untuk memaklumi kelakuan ibunya.
Mungkin Syakila bisa sabar menghadapinya. namun kalo setiap hari Syakila bisa bisa kena penyakit stroke karena menahan emosi.
"Dek," panggil Iqbal
"aku mau sendiri mas. mas cari kamar lain saja. aku lagi nggak ingin di ganggu." ucapnya.dan tetap masih memunggungi Iqbal.
Iqbal pun memahami keadaan istrinya. lalu segera mengambil selimut dan bantal. malam ini Iqbal lebih memilih tidur di ruang televisi saja. karena Iqbal masih berjaga jaga jika istrinya membutuhkan dirinya.
Cekleekkk...
pintu kamar tamu di buka dari dalam. Bu Rohmi keluar untuk kedapur karena merasa haus dan lapar. sejak tadi Bu Rohmi belum makan. dan Syakila juga tidak menawari makan apapun.
"Orang kaya, tapi kok miskin, masak di dapur tidak ada apa apa." gumamnya sedikit kerass. sehingga Iqbal yang belum memejamkan matanya mendengar dengan jelas gerutuan ibunya.
__ADS_1
"ibu kenapa?" tanya Iqbal. sontak Bu Rohmi pun terkaget dan menjatuhkan piring yang sudah di pegangnya
"Iqbal,, astaghfirullah bikin ibu jantungan saja."
"Iqbal minta maaf. tapi kenapa ibu marah marah sendiri di dapur?" tanyanya
"Istrimu itu.. menanti yang nggak tau bagaimana memperlakukan mertuanya. masak ibu nya di biarkan tidur dengan keadaan kelaparan." cerocos nya
"Bu, Syakila sedang tidak enak badan. jangan nyalahin Syakila terus Bu. ibu mau makan apa, biat Iqbal yang buatin." ucap Iqbal
"Yang ada aja di dapur apa. mie instan juga nggak papa." jawabnya
"ya udah ibu duduk. biar Iqbal yang buatin."
10 menit kemudian. mie instan yang Iqbal buat sudah selesai. dan Iqbal segera menghidangkan untuk ibunya.
"Iqbal mau istirahat lagi Bu. besok Iqbal harus bekerja." pamitnya
Bu Rohmi mengangguk dan mulai menikmati mie instan buatan anaknya.
"hlo Iqbal, kamu tidur di sini?" tanya nya dengan wajah yang tidak percaya.
"Sudah Bu, Iqbal lelah Iqbal mau istirahat. kalo ibu belum ngantuk nonton televisi di kamar ibu saja. di sana ada." jawab Iqbal
"Dasar ya.. istri kamu itu memang istri durhaka. menyuruh suaminya tidur di luar." gerutunya dan ingin melangkah keatas untuk menegur Syakila
"ibu.. sudah Bu.. jangan buat keributan. aku dan Syakila lelah Bu. kami butuh istirahat. dan ini kemauan Iqbal. sudah ibu puas kan dengan jawaban Iqbal." jelas Iqbal
Lagi lagi Bu Rohmi menyalahkan Syakila karena suaminya yang tidur di luar. beruntung Syakila sudah tidur nyenyak. jadi tidak perlu mendengar Omelan ibunya yang tidak pernah ada baiknya.
...••••...
Saat menikah, mertua adalah orangtua yang patut dihormati dan diperlakukan layaknya orangtua kita sendiri. Hubungan dengan mertua yang baik akan membawa banyak kebaikan dalam keharmonisan kehidupan keluarga kelak.
Seringkali dikatakan bahwa memiliki mertua yang baik adalah anugerah yang patut disyukuri, karena tak semua pasangan bisa mendapatkannya. Hal ini ada benarnya, untuk itu sangat penting bagi seorang menantu guna menjaga tali silaturahmi dan komunikasi yang baik antar dua pihak.
Namun tidak dengan Syakila dan Bu Rohmi. Syakila yang selalu mengibarkan perdamaian pada ibunya. namun berbanding terbalik dengan mertuanya. mertuanya sering mengibarkan bendera permusuhan pada Syakila.
seperti pagi ini. Syakila yang sedang sibuk di dapur dan hendak membuat sarapan untuk suaminya.
namun tiba tiba Bu Rohmi datang dan ngomel yang nggak jelas pada Syakila.
__ADS_1
Syakila yang mendengar itu pun jadi geram dan tanpa sengaja
PRANG...