
...•••...
Jika kamu ingin melupakan sesuatu atau seseorang, jangan pernah membencinya. Segala sesuatu dan semua orang yang kamu benci akan terukir di hati.
Mungkin itu yang di alami oleh Iqbal saat ini. seberapa pun banyak alasan dirinya untuk membenci mantan istrinya. Iqbal tak akan mampu bisa melakukan itu. tak mampu bukan karena dirinya masih mencintainya. namun tak ingin bayangan dan juga kenangan nama mantan istrinya itu akan menempati di dalam hatinya
Iqbal sudah memutuskan untuk mempertahankan keluarga barunya. dan mulai saat ini dan mulai detik ini juga, Iqbal tidak akan pernah berhubungan dengan yang namanya mantan.
Namun entah bisikan dari mana, Iqbal memutuskan untuk menolong wanita yang pernah membersamai hidupnya selama kurang lebih 4 tahun dari masa perkenalan.
"Mas, kau bisa kan menolongku. aku sangat butuh bantuanmu. untuk malam ini saja." Terdengar begitu pedih suara seorang wanita dari seberang ponsel, yang membuat hati Iqbal tak bisa abai.
"kau di mana, aku akan segera menolongmu. kau tetap tunggu di tempat sampai aku datang." Ucap Iqbal
Disinilah Iqbal membawa Imel. di sebuah rumah kontrakan yang sangat jauh dari kota mereka tinggal.
"Mas, sekali lagi, maafkan atas perlakuanku dulu. aku tidak menyangka jika semuanya akan berbalik padaku." kata Imel dengan Isak tangisnya. tangannya tak lepas dari pegangan pada lengan Iqbal.
"Aku sudah memaafkanmu Mel. tak usah kau sesali, semuanya sudah terjadi. kau tetaplah disini. disini kau akan aman aku hanya ingin menolongmu saja tidak lebih dari itu.." ucap Iqbal sembari melepas tangan Imel yang masih betah di pergelangan tangannya
"Aku harus pergi. sebelum istriku bangun. aku tidak ingin istriku curiga." kata Iqbal lagi. agar Imel tidak menahan dirinya
tanpa di duga Imel berlari dan memeluk Iqbal dari belakang begitu erat. seolah tak ingin melepas dan tak ingin di tinggal olehnya
"Mas,, jujur aku masih mencintaimu. aku menyesal telah melepaskan kamu demi uang. aku menyesal mas.. bisa kah kita kembali rujuk dan hidup berdua." tanya Imel dengan kedua tangannya ia eratkan pada tubuh Iqbal
"Mel, maaf aku tidak bisa. Syakila sangat baik padaku. dia sangat mencintaiku dengan tulus, begitu juga denganku aku juga mencintainya. jadi tolong kau harus mengerti jangan hubungi aku lagi." kata Iqbal seraya melepas kedua tangan Imel yang melingkar pada tubuhnya
__ADS_1
"Mas, apa kau lupa, jika akupun pernah mencintaimu dengan tulus. apakah sudah hilang rasa cintamu itu padaku. semudah itukah kau melepaskan kenangan kita." tanya Imel,
"Imel, maaf aku harus pergi. kau jaga dirimu baik baik." kembali lagi Iqbal melepas Imel begitu Saja. jujur Iqbal tak bisa melihat keadaan mantan istrinya itu menderita. di tambah lagi dari ceritanya jika suaminya tidak benar benar tulus mencintainya.
Imel juga bercerita jika dirinya selalu di jual oleh suaminya pada pria pria hidung belang.
Iqbal mendengar semuanya tentang keluhan yang di alami Imel. tapi dirinya bisa apa. dirinya sendiri juga hanya numpang hidup pada istrinya. dan Iqbal tak bisa menolong lebih banyak dari ini. kehidupan ibunya saja Syakila yang tanggung, tak ingin keluarga yang baru mereka bangun hancur begitu saja.
"Mas,,, tolong beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya." mohon Imel seraya berlari kecil mengejar Iqbal.
Iqbal segera masuk kedalam mobil dan segera menyalakan mesin mobilnya.
Setelah agak jauh dari tempat Imel. Iqbal menghentikan mobilnya. Iqbal menyandarkan kepalanya pada jog lalu memejamkan matanya.
Air matanya keluar tanpa aba aba. "Apa yang kulakukan. kenapa seperti ini?" gumamnya lirih.
...•••...
Begitu juga dengan wanita satu ini. dirinya terbangun dari tidurnya setelah sinar matahari itu mengganggu Indra penglihatannya. Bibirnya menyunggingkan senyum merekahnya saat teringat beberapa hari ini begitu indah bersama suaminya.
Syakila mengedipkan matanya beberapa kali, Menyadari jika ada yang salah pada dirinya.
"Tadi malam... bukankah aku tidur di ruang utama. kenapa bisa disini?" gumamnya.
Iqbal segera memeluk perut datar Syakila.
"Selamat pagi Istriku." ucap Iqbal sembari tangannya melingkar posesif pada perut Syakila.
__ADS_1
"Mas,, sudah di rumah?" tanyanya gugup.
"iya mas tadi pulang agak pagi. dan kau tidur begitu nyenyak." jawabnya, "maaf yaa mas tadi nggak bilang mindahin kamu." ucapnya lagi
"Mas yang lakuin. maaf ya mas aku merepotkan kamu." jawab Syakila malu malu
"Sama sekali tidak, mas malah senang bisa bermanfaat buat istri mas sendiri." ujar Iqbal
"Kita mandi bareng?" goda Iqbal
"Mas aja mandi dulu. aku beresin tempat tidur. habis itu aku baru aku akan mandi." balas Syakila
"Ok.. mas mandi dulu yaa.." pamitnya
Syakila mengangguk saja sebagai jawabannya.
Iqbal segera melangkah menuju kamar mandi. Syakila segera membereskan tempat tidur
Derrttt... derttt... Syakila melihat siapa pemanggilnya.
"Imel " gumamnya lirih. "untuk apa telpon mas Iqbal lagi."
Syakila segera mengambil ponsel Iqbal. saat mau mengangkat panggilanya sudah putus. tak berapa ada deringan notifikasi masuk
Karena penasaran Syakila segera membukanya. Iqbal tidak pernah menggunakan sandi untuk ponselnya. katanya ribet.
"Mas, Selamat pagi.. terimakasih yaa udah nolongin aku tadi malam." isi pesan yang di kirim oleh Imel
__ADS_1
Syakila segera menaruh ponselnya kembali. kenapa tiba tiba ada sensasi panas di dadanya. seperti terhimpit juga oleh batu dengan berat Berton ton.
CEKLEK..