Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Depresi


__ADS_3

"Iya Bu, aku butuh istirahat dan suamiku juga butuh istirahat." jawab Syakila


"Dasar.. nggak ada sopan," ujar Bu Rohmi


"sudah Bu, benar apa yang di bilang Syakila. kami butuh istirahat." sahut Iqbal


"kalau begitu, kau antar Ratih. karena ini sudah sangat malam." ujar Bu Rohmi


"tidak bisa Bu. Aku mau istirahat dulu." jawabnya


Iqbal segera melangkah menuju kamar yang di tempati istrinya.


Caklek.. cekleekkk..


"tumben Pintunya di kunci dari dalam." gumam Iqbal


"Sya, bukain pintunya Sya." katanya. Namun Syakila tidak berkutik. Iqbal jadi merasa bersalah. dirinya berjanji jika malam ini akan menginap di rumah mertuanya bersama Syakila.


Tapi lagi lagi karena ibunya, Iqbal jadi melupakan janji itu.


" Sya, bukain pintunya Sya." seru Iqbal lagi.


Krett Cekleekkk..


Syakila segera membuka pintunya. Syakila segera berbalik dan segera kembali di atas tempat tidur dengan memunggungi Iqbal.


"Sya, maafin mas yaa. mas lupa jika ada janji sama kamu." ujar Iqbal


"Sya,"


"Aku ngantuk mas. jika kau belum ngantuk kau di luar saja." usir Syakila dengan lembut.


Ahirnya Iqbal pun ikut membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang sama dengan Syakila.


Posisi Syakila tidur dengan membelakangi Iqbal. sedangkan Iqbal sendiri menghadap pada punggung istrinya


Iqbal memberanikan diri untuk memeluk Syakila dari belakang. Entah kenapa Syakila merasa risih aja di perlakukan seperti ini.


Syakila bergerak berkali kali agar suaminya itu melepas pelukannya. namun emang dasarnya Iqbal pria yang sangat jauh dari kata "Peka" itu malah semakin erat memeluknya


...••••...


"Ibu tinggal bersama ku saja Bu" ujar Ratih


"ibu tidak bisa, lebih baik ibu tinggal dirumah ibu sendiri saja." jawabnya. Malam ini Bu Rohmi memutuskan untuk keluar dari rumah Syakila. jika sang pemilik rumah saja sudah tidak menganggap dirinya ada. untuk apa masih tinggal di sana.


Bu Rohmi segera memasuki rumahnya, dan menyalakan lampu agar terang.


"Kalau begitu, Ratih pulang dulu Bu. ibu baik baik yaa dirumahm besok Ratih kesini lagi." ucap Ratih


"terimakasih ya nak, Ratih. kau memang baik. kenapa dulu bukan kamu saja yang menikah dengan Iqbal?" gumamnya

__ADS_1


"ibu jangan bicara begitu." sahutnya lirih. Bu Rohmi tersenyum lalu segera memeluk Ratih. "kamu hati hati ya" ucapnya.


pagi begitu indah, suara burung berkicau membangun penghuni rumah yang masih terlelap dari tidurnya.


Matanya segera terbuka setelah hidungnya mencium sesuatu yang sudah lama tidak ia cium.


Iqbal segera membuka matanya lebar lebar. saat melihat istrinya sudah berdandan begitu sangat rapi.


"Sya, kau mau kemana?" tanya nya


"Aku mau ke kantor mas. aku sudah memutuskan untuk kembali bekerja." jawabnya


"Ohh.. kalo gitu, tunggu mas ya. mas akan segera bersiap." ucap Iqbal


Syakila hanya mengangguk seraya memoles lipstik pada bibirnya.


Setelah usai, Syakila segera keluar dan semabri menenteng tas kerjanya. Syakila kekua dari kamar dan menuju ruang makan.


Iqbal keluar dari kamar mandi. dan tidak melihat keberadaan Syakila di kamar. Iqbal segera berganti baju dan segera merapikan nya.


Iqbal keluar menyusul Syakila yang sudah duduk di ruang makan. seraya menikmati roti panggang dan susu.


"Sya, maaf untuk kejadian tadi malam.' ucap Iqbal


Syakila tidak menanggapinya. sudah berapa kali suaminya itu meminta maaf. namun sepertinya maaf nya itu hanya sebuah ucapan yang tidak serius. buktinya Iqbal selalu mengulangnya lagi.


"Tidak perlu meminta maaf mas, karena semuanya tidak ada yang tulus darimu." ujar Syakila.


"Mas, bisa nggak kalau kita tidak perlu membahas mereka. aku lagi ingin tidak memikirkan tentang tadi malam." ucapnya


Syakila segera berdiri setelah mengatakan itu. dan segera meraih tasnya untuk berangkat kekantor.


"Sya, apa kau ingin berangkat sendiri?" tanya nya


"Iya mas, aku ada urusan sebentar. kau langsung saja ke kantor." jawab Syakila


Syakila segera berjalan menuju mobil yang sudah di siapkan oleh sopir pribadinya.


"Mau kemana dulu Non?" tanya pak Supri


"Kerumah sakit pak," jawabnya


Setelah Syakila masuk mobil. pak Supri segera melajukan mobilnya kejalan raya. dan bergabung dengan para pengendara lain.


Tak berapa lama, Syakila sudah sampai di parkiran rumah sakit.


"Pak, tunggu sebentar ya." ucapnya


Syakila segera menuju ruang rawat dokter SpOG. tadi malam Syakila sudah membuat janji untuk memeriksa kandungannya. setelah kemarin melakukan tas kehamilan lewat benda pipih yang sering di sebut tes pack.


"Nona Syakila, silahkan masuk. dokter sudah menunggu anda." ucap seorang perawat

__ADS_1


Syakila segera masuk setelah dan langsung mendapat sambutan hangat dari dokter wanita. yang bernama Hana.


"Hai Sya, bagaimana kabarmu?" tanya Hana. dokter Hana adalah sahabat sekaligus saudara sepupu Syakila.


"Baik Han," jawabnya


"Apa yang kau keluhkan?" tanya Hana.


Syakila segera mengeluarkan benda pipih itu dan menunjukkan pada Hana.


Hana tersenyum lalu mengambil benda pipih yang bergaris dua.


"Selamat ya, kau sebentar lagi menjadi seorang ibu.' ucap Hana.


"Terimakasih Han." jawabnya


"Ayo, tiduran di sana, biar aku periksa calbab nya." ucap Hana.


Syakila segera berbaring di atas berangkat rawat. Seorang perawat segera memberikan jel pada perut Syakila yang masih rata.


Hana segera mengambil alat untuk mendeteksi letak janin dan pertumbuhan nya.


"Ini dia Sya, babymu sudah tumbuh disini. usianya sekita 7 Minggu." ucap Hana


"7 Minggu?" cicit Syakila


"Iya, dan lihatlah.. sudah sebesar biji polong kan." ujar Hana


"Kenapa aku tidak merasakan adanya tanda tanda kehamilan Han?" tanya Syakila


"Biasanya tanda tanda kehamilan akan muncul pada trisemester pertama. dan memang seharusnya kau sudah mengalaminya. namun jangan hawatir mungkin banyak tau, jika kau selalu hawatir berlebihan." ujar Hana


"Nanti aku resepkan vitamin untuk ibu hamil." ucap Hana. Hana segera membersihkan bekas jel yang menempel setelah selesei memeriksa kandungan Syakila.


"Aku resepkan vitamin dan juga anti mual ya. buat jaga jaga saja. jika tiba tiba kau mengalaminya." ucap Hana. yang langsung di angguki oleh Syakilla


Setelah Syakila selesei di periksa, Syakila segera keluar dan segera mengantri pada apotik.


Syakila melihat Ratih tengah berjalan terburu buru menuju ruang psikiater.


Syakila melihat dan mengikuti kemana arah Ratih melangkah. Syakila segera berdiri dan mengikuti Ratih.


"Bagaimans dokter? apa yang terjadi pada putri saya" tanya Ratih panik.


"Putri anda, sepertinya mengalami depresi nyonya. karena sebenarnya putri anda sangat menginginkan kehadiran anda setiap waktu." ujar Dokter laki laki


"Apa maksud dokter?" tanya Ratih panik


"Begini, Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, apapun keadaan putri anda. anda harus selalu ada disisinya. namun saya merasa anda terlalu mengabaikan saran saya. sehingga putri anda merasa jika dirinya sudah di buang. setiap hari putri anda hanya berteriak memanggil nama anda. saya rasa anda lebih tau karena anda adalah seorang ibu." ucapnya


Syakila masih mendengarkan pembicaraan Ratih bersama dokter psikiater.

__ADS_1


__ADS_2