Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Menjual suami untuk jaminan bisnis


__ADS_3

...•••••...


"Di, apa pak Sofyan sudah menyerahkan yang aku minta kemarin?' tanya Syakila


"sudah Bu, laporan keuangan sudah ada di meja ibu." jawab Diana


"terima kasih." balasnya. Syakila segera memasuki ruangannya. Syakila melihat ada beberapa map yang ada di meja. Syakila segera ngecek.


Syakila berjalan kekursi kebesaran nya. lalu segera menekan tombol yang terhubung dengan Diana


"Diana, tolong Sampaikan ke pak Sofyan untuk segera keruangan saya." ucap Syakila. dan langsung mendapat jawaban dari Diana.


tak berapa lama, pintu ruangan Syakila di ketuk dari luar.


Setelah pak Sofyan masuk Syakila juga mengundang Diana ikut masuk.


mereka membahas keuangan yang melibatkan bagian devisi keuangan.


...••••...


"Ma, Perusahaan Dirtama di ambang kebangkrutan. sedangkan perusahaan itu sudah banyak kerja sama dengan manapun." ucap Syakila pada mamanya. saat ini mereka tengah duduk di ruang makan.


"terus?" tanya Amelia


"Syakila bermaksud membeli semua nya ma. termasuk karyawan yang ada di sana." jawabnya


"jika itu untuk kemajuan perekonomian pabrik agar tidak oleng juga, mama setuju sayang. tapi kau harus tau kelemahan PT Dirtama itu apa. kenapa mau jual danengalaki kebangkrutan." tanya Amelia


"Kalo dari rumor yang Killa dengar, setelah pak Damar meninggal, semua anak nya memperebutkannya, dan mereka sering mencuri uang untuk mereka sendiri. itulah kenapa pak Bagas ingin menjual saja. biar bisa di bagikan secara merata pada anak anaknya." terang Syakila


"Sayang sekali ya Sya, padahal mereka sudah bekerja sama dengan kita cukup lama. dan sudah banyak yang mengambil barang dari sana."


"iya ma,"


"ohh iya Sya, mama tadi cari cari gaun untuk pernikahan kalian." ucapnya lalu mengambil catalog dan memberikannya pada Syakila


"tidak usah mam. mas Iqbal hanya minta ijab Sah saja. tak ingin ada acara resepsi resepsi." sahut Syakila


"tidak nak, kau adalah anak mama satu satunya. mama ingin kalian menikah dengan adat keluarga papa, mama sudah bilang sama om Rizal. mereka setuju."


"ma, mama taukan Syakila sangat sibuk. Syakila dan mas Iqbal nggak ada waktu buat gitu gituan." jawab Syakila


"Ya sudah kalau terserah kalian. mama dukung aja." kata Amelia pasrah


Setelah makan malam selesei. Syakila segera kekamarnya dan segera menghubungi Iqbal.

__ADS_1


Syakila melihat pesan masuk dari Iqbal.


^^^📱"Sya Sesuai kesepakatan kita. bahwa tidak ada acara acara pesta pernikahan."^^^


📱"Iya mas Syakila udah bilang sama mama, mas Iqbal nggak usah hawatir."


Sudah tidak ada balasan lagi, Syakila segera kekanar mandi untuk cuci muka. setelah itu segera memakai skincare seperti biasa.


...••••...


ditempat lain.


"bagaimana, Kau menyukai liburan ini?" tanya nya


"Iya, aku sangat menyukainya mas. terimakasih yaa udah bayarin semuanya." jawabnya


"Imel, entah kenapa aku ingin sekali berada di sisimu setiap saat dan waktu" ucap Herman.


saat ini mereka tengah berada di bandara. setelah menghabiskan waktu liburan selama 5 hari bersama. mereka semakin tambah akrab dan tidak ada lagi kecanggungan.


terkadang mereka berenang berdua, makan berdua seolah mereka adalah sepasang kekasih.


Imel tersenyum pada Herman.


"bagaimana kalo kita menikah saja Mel?" tanya Herman


Imelda langsung terdiam saat mendengar menuturan Herman.


"Mel, jika kau tidak siap. aku akan menunggumu." tambah Herman


"Mas, kita baru mengenal kan. apa tidak sebaiknya kita mengenal dulu. kalo sudah saling cocok kita bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih serius."


Herman segera memegang tangan Imel, "aku sangat menyukaimu Mel, aku sudah mantap ingin berumah tangga denganmu." sahutnya


"Mel, aku sudah cerita latar belakang aku. bahwa aku sudah pernah menikah. apa kau keberatan dengan sttatus dudaku?" tanya Herman.


"Tidak mas, sama sekali tidak. cuma ini terlalu cepat. beri aku waktu 2 Minggu." ujar Imel


"satu Minggu yaa.. aku nggak mau berlama lama menunggu jawaban mu." Herman mencoba bernegosiasi


"hemm... ok lah satu Minggu." ujarnya


"Terimaksi Mel, aku sangat berharap kau mau menerima ku." ucapnya


Herman sudah jujur sana Imel tentang statusnya. tinggal Imel yang belum berkata apa apa pada Herman tentang status dirinya.

__ADS_1


Imel dan Herman sudah keluar dari area bandara. Herman bermaksud mengantar Imel. namun karena Herman sudah di tunggu investor ahirnya Herman membiarkan Imel naik taxi sendiri.


...••••...


"Saya kawinkan dan saya nikahkan Syakilla Ibrahim binti Hasan Ibrahim (alm) dengan mas kawin tersebut dengan tunai.." ucap Iqbal di dalam masjid dekat rumah Syakila


"Bagaimana para saksi,, sah?"


SAHHHH... ucap para saksi yang ada ruangan masjid.


Terdengar helaan nafas lega dari ruang ini. lalu terdengar lantunan doa dari penghulu yang memimpin acara akad nikahnya.


Syakila segera mencium punggung tangan suaminya. setelah doa selesei di lantunkan


setelah mencium punggung tangan suaminya. Syakila segera beralih pada sang mama sudah merawatnya. setelah itu beralih pada kedua orang tua suaminya


"Selamat ya nak, semoga kalian menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah." ucap Amelia


"Aamiin.. terima kasih ma," ucapnya lalu segera memeluk mama.


.saat bersama orang tua suaminya Syakila juga melakukan hal yang sama. pak Pras menyentuh ubun ubun kepala Syakila. lalu membisikkan doa untuk menantunya.


"kau yang sabar ya nak menghadapi Iqbal. Iqbal bukanlah pria yang sempurna. tapi semoga kau bisa menyempurnakan kekurangan Iqbal." ucap Pak Pras


"Aamiin . terimakasih pak, doakan keluarga kami menjadi keluarga yang bahagia, tenang dan semoga selalu di beri keberkahan." balas Syakila . pak segera mengecup kening menantunya.


"kau tidak jijik kan, jika bapak mengecup keningmu?" tanya Pak Pras


Syakila menggeleng, sudah lama Syakila tidak mendapat kecupan hangat dari pria tua. semenjak papanya meninggal Syakila tidak pernah lagi mendapat kasih sayang siapapun kecuali mamanya. semoga Iqbal bisa memberi kasih sayang pada Syakila sebagaimana orang tua Syakila yang sangat menyayangi nya.


Syakila bergeser pada ibu mertuanya. Syakila mengambil tangan ibu mertuanya. lalu mengecup pungung tangan ibunya yang mulai mengerut.


"Ibu harap, kau tidak menjual putraku pada lawan bisnismu, ibu tau, kau membelinya dengan harga murah. jadi saat kau mengalami kebangkrutan kuharap kau tidak menawarkan suamimu sebagai jaminan." ucap Bu Rohm


deggg... Hati syakila terasa di cubit begitu kecil. perkataan ibunya sangat melukai perasaan Nya. dalam hatinya berkata. "apakah aku salah, dengan jalan aku mendapatkan suami. dia yang rela saat istrinya menawarkan pada dirinya. dan aku hanya ingin menolong dan mempermudah aku untuk mendapatkan suami."


"Ibu tenang saja, saat Syakila mengalami kebangkrutan, Syakila akan mengembalikan pada ibu. dan uang yang sudah Syakila berikan pada Imel, aku aku berikan pada ibu 2x dari itu" ucapnya


Hermmm.. "jangan sombong kamu. merasa kamu itu kaya. jadi apapun bisa kau beli dengan uang, asal kamu tau cinta Iqbal begitu bes..."


"Sudah Bune... nggak lihat apa, mereka pada memandang kalian berdua." tegur pak Pras


"Nak Syakila, jangan dengarkan ucapan ibu. ibu memang begitu jika belum mengenal." ucapnya


Syakila segera mengangguk lalu segera menggeser tubuhnya bergantian dengan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2