Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Ketegasan


__ADS_3

"Mas Iqbal." Seru seorang wanita yang tiba tiba menghampiri meja di mana Iqbal dan Syakila duduk


"Imel.. kau disini?" Iqbal pura pura terkejut saat menyadari Imel sudah menghampiri mereka berdua.


"Iya, kebetulan aku sedang ada acara bersama suami ku." jawabnya. Imel melirik Syakila yang masih fokus pada makanannya.


Syakila pura pura tak terganggu oleh kedatangan Imel, padahal sungguh hati Syakila sangat berdenyut nyeri. Imel memang wanita yang selalu nekat melakukan sesuatu sesuai kemauanya


Imel memang wanita yang pemberani dan tidak tau tempat. bahkan disaat Syakila dan Iqbal tengah mekan siang bersama. dengan angkuh Imel datang sambil memperlihatkan jika dirinya masih jauh lebih mempesona dengan Syakila.


Tak ingin semakin keruh, Iqbal kembali memotong dagingnya. sambil sesekali menanggapi ucapan Imel.


"Mas, aku minta waktunya sebentar. aku ingin bicara sesuatu padamu." ucap Imel memberanikan diri.


"Di sini saja Mel, karena aku masih bersama istriku." jawab Iqbal yakin.


Tiba tiba Imel merasakan nyeri di hatinya. mas Iqbal memang tidak pernah berubah. dia akan menjaga miliknya dengan sebaik baik penjagaan. Imel ingat betul saat bosnya berusaha menggoda Iqbal. namun suaminya itu dengan tegas mengatakan jika dirinya sudah memilki istri yang sangat di cintai.


"Jadi,, saat kau sedang tidak bersama ist..rimu kau mau bicara berdua denganku mas?" tanya Imel memberanikan diri


Syakila tercengang saat mendengar lontaran pertanyaan yang Imel berikan pada suaminya.


lalu Syakila menatap suaminya yang sudah menghentikan kunyahannya. dan menatap Imel dengan tatapan datar.

__ADS_1


Jujur Syakila sangat cemburu saat suaminya itu memandang Imel begitu lekat. tak sadarkah dia, jika disini ada istri sahnya?


"Imel, kita sudah tidak memilki hubungan apapun. kita sekarang adalah mantan suami istri. kau sudah memilki suami yang kamu cari. dan aku sudah memilki istri yang aku cintai. jadi tak ada alasanku untuk menerima ajakanmu." jawab Iqbal


Syakila kembali tenang saat mendengar suaminya dengan tegas menyatakan itu semua.


Lain di hati Imel. Imel semakin sakit atas pernyataan mantan suaminya. sampai kapanpun Imel masih menyayangi Iqbal. ternyata cinta nya ke mantan suaminya itu tak bisa di gantikan oleh siapapun.


"Mas, aku benar benar butuh bantuanmu. tolong beri aku waktu sedikit saja untuk bercerita." mohon Imel dengan menampakkan wajah sedih dan kecewa nya.


Imel yakin Iqbal tak bisa menolak saat dirinya sudah memohon seperti ini.


Lagi lagi Syakila hanya bisa menjadi penonton dari dua insan yang pernah saling mencintai. akankah suaminya itu aka menjawab "iya" di hadapan istri sahnya


Iqbal menghela nafas kasar. lalu menatap Syakila yang masih fokus pada piringnya. selera makan Syakila tiba tiba saja hilang. jadi Syakila hanya mengaduk aduk saja.


"Tapi mas, ini sangat penting.. aku ingin bicara sama kamu. beri aku kesempatan 5 menit saja mas. aku hanya butuh waktu 5 menit saja tidak banyak kan." Rajuk Imel.


Syakila tidak tahan lagi dengan rengekan imel yang berlebihan. sudah jelas jika suaminya menolak. tapi kenapa Imel masih kekeh.


"Mas, kita harus kembali kekantor. waktu istirahat kita sudah habis." Syakila segera mengingatkan suaminya. jika mereka masih di jam kerja. walaupun Syakila bos di perusahaan itu. namun Syakila tidak pernah menyia nyiaksn waktu bekerja nya. makanya semua pekerjaan yang Syakila jalani berjalan dengan sempurna dan memuaskan semua pihak.


"Ok.." jawab Iqbal

__ADS_1


Iqbal menatap wajah Imel yang terlihat sangat kecewa. percayalah Iqbal tidak pernah melihat wajah wanita itu sesedih ini. Iqbal melirik lengan Imel yang terlihat membiru. Iqbal berusaha mengabaikan semua itu. namun hati Iqbal tetap merasa nyeri, penasaran apa yang sudah terjadi dengan mantan istrinya.


"Maaf ya Mel, kami harus kembali kekantor." pamit Iqbal. jujur Iqbal tidak tega meninggalkan Imel sendiri di sini. apalagi Imel membutuhkan bantuan Iqbal.


Imel mengangguk lemah sorot matanya menampakkan kesedihan. Iqbal tau itu, Imel butuh bantuan. namun Iqbal juga harus menjaga perasaan istrinya.


Imel menatap pungung datar itu menjauh. hingga punggung kokoh itu sudah tidak terlihat lagi di matanya.


...••••...


"Ibu.. kita makan disini?" ucap Ratih. Ratih siang ini mengajak Bu Rohmi makan di luar.


"Terserah nak Ratih saja. yang penting enak." jawabnya


Ratih segera menunjuk kursi yang ada di ujung. mereka segera duduk sambil ngobrol


"Bu, Iqbal sudah mengunjungi ibu lagi?" tanya Ratih


"Belum nak, sudah mungkin nanti sore" jawabnya


"menurut ibu, bagaimana sih istri Iqbal yang sekarang?" tanya Ratih. Ratih berusaha mengorek informasi dari Bu Rohmi. siapa tau Ratih bisa menemukan kelemahan yang ada di wanita saingannya


"Sejauh ini ibu melihat istri Iqbal baik. cuma ya itu ibu belum bisa menerima nya. dia memang cantik, kaya tapi jarang sekali mengunjungi ibu." jawabnya

__ADS_1


"Pernahkah Istrinya Iqbal itu mengajak ibu jalan jalan?" tanya Ratih lagi. Ratih hanya ingin tau sejauh mana menantu Bu Rohmi ini memperlakukan mertuanya


"Tidak pernah. karena ibu sendiri selalu memasang batasan dengannya." jawabnya


__ADS_2