Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Jodoh siapa yang tau?


__ADS_3

Iqbal duduk di kursi depan rumah orang tuanya. dari tadi mengetuk pintunya, namun tidak ada yang membuka.


orang tuanya memang cukup tertutup dari tetangga. itu karena Mereka berdua lebih berusia dari para tetang yang notabene hanya pendatang.


Hanya ada beberapa orang yang asli dari tempat tinggal orang tuanya


karena tak ada sambutan dari dalam, Iqbal segera menelpon Imel. namun sebelumnya Iqbal meliha jam yang ada di pergelangan tangannya.


ini adalah waktu istirahat sang istri.


tuutttt.... tuuuttt.... tuutttt...


dalam deringan ke 3 baru ada jawaban.


"hallo mas Iqbal, mas di mana?" tanya Imel


"mas sudah di rumah ibu. tapi bapak dan ibu tidak ada. apa kau tau mereka di mana?" tanya Iqbal


"ohh iya mas, Imel lupa jika hari ini bapak kembali kerumah sakit. maaf Imel lupa memberi tau mas." jawabnya


Iqbal terdengar menghela nafas kasar. "rumah sakit lagi, sebenarnya bapak sakit apa?" tanyanya lirih. entah bertanya pada siapa


"mas,, hallo.. mas bicara apa? Imel nggak denger." sahut Imel dari balik benda pipih.


"ohh nggak Mel, ya udah mas mau kerumah sakit." jawabnya


panggilan pun segera di ahiri. dan Iqbal segera melangkah dengan langkah lebar menuju jalan raya. lalu menghentikan angkuta saat sudah sampai pada jalan raya.


Perasaanya begitu gusar saat mendengar jika bapaknya kembali masuk rumah sakit. sampai saat ini ibunya tidak pernah memberi tau perihal penyakit yang menerpa bapaknya.


Selama ini Iqbal terlalu sibuk dengan pekerjaannya. itu karena Ratih selalu mencari cari waktu untuk berduaan dengan Iqbal.


Sedangkan sang ibu hanya memberi tau jika bapaknya mungkin hanya butuh istirahat.


tak terasa Iqbal sudah sampai di rumah sakit tempat bapaknya di rawat. Iqbal segera masuk dan mencari ruangan yang di tempati ibunya.


Dari kejauhan Iqbal melihat ibunya tengah duduk sambil menunduk. sesekali menyeka air matanya.


"Ibu ." panggil Iqbal


"Bal, kau sudah pulang nak?" tanya sang ibu yang bernama Rohmi


"ibu belum makan kan? ini Iqbal bawain makanan buat ibu." ucap Iqbal sambil menyerahkan bungkusan plastik.


Ibu Iqbal tersenyum lalu menerima bungkusan dari anaknya.


"bapak sakit apa Bu?" tanya Iqbal


Ibu Rohmi menghentikan suapannya. lalu menatap putranya. " dokter bilang bapak gagal jantung." jawabnya


"apa Buu?" tanya Iqbal begitu kaget.


"iyaa.. kemarin kemarin dokter hanya bilang jika bapak mengalami kelelahan saja. karena merasa badannya merasa nyeri dan pusing, di tambah lagi nafas bapak yang kadang tidak teratur. tadi dokter sudah melakukan cek pada tubuh bapak." jawabnya


"tapi Bu,, pasti bapak membutuhkan uang banyak untuk mengobatannya." Iqbal mulai membuka obrolan tentang biaya.

__ADS_1


"Kemarin Imel bilang akan berusaha mencarikan uang nak." ucap Bu Rahmi


"Bu,, Imel bilang begitu? Dia mau cari uang kemana?" tanya Iqbal


"ibu juga tidak tau, dari mana." jawabnya


"Imel adalah menantu yang baik. jangan kau sia siakan istrimu Bal." pesan Bu Rahmi


"tidak Bu, Iqbal sangat mencintai Imel." jawabnya


Obrolan pun mengalir begitu saja. baru kali ini Iqbal bisa ngobrol dengan ibunya begitu tenang. tidak ada yang menggangu, mungkin si bos sedang istirahat.


•••••••


Hari sudah semaki sore,


Seorang wanita berjalan anggun dengan masih berpakaian kantor. langkahnya sedikit lebih cepat karena khawatir akan keadaan mama tercintanya.


Syakila segera menuju meja informasi.


"Sya," panggil seorang pria yang baru beberapa hari yang lalu mereka bertemu.


"ohh.. hai mas Farrel" jawabnya


"tumben kesini, ada ap" tanya Farrel


"mamaku.. mamaku baru saja masuk kerumah sakit." jawabnya


"Tante Lia? kenapa?"


"terpeleset di kamar mandi. nggak tau tu berapa hari pelayan di rumah membersihkan lantai kamar mandi. sehingga bisa mencelakai mama." jawabnya sambil mereka berjalan beriringan


"mungkin saja mas, ohh ya mas Farrel belum pulang?" tanya Syakila


"tadi mau pulang, tapi ketemu kamu dan bilang Tante Lia kecelakaan dan lebih baik aku jenguk Tante Lia dulu dan memastikan Tante baik baik saja." jawab Farrel


"ohh.. ok. Ayuk masuk kita dah sampai"


mereka segera masuk keruangan Amelia.


"ma, mama apa yang sakit?" tanya syakilla setelah melihat mamanya tengah berbaring di atas brangkar


"sayang, kau sudah datang?" tanyanya


"nak Farrell, juga datang kesini?" tanya Lia


"iya Tan, sebenarnya tadi mau pulang. tapi melihat Syakila disini. jadi lebih baik memastikan dulu keadaan Tante." jawabnya


"ohh terimakasih nak Farrell, benar benar calon menantu." puji Amelia


"Ma, jangan mulai dehh.." Rajuk Syakila pada mamanya


"kenapa Sya? nak Farrel anak yang baik" terangnya


"Tante, kamu berdua memutuskan untuk bertema Tan, bukan begitu Sya?" tanya Farrel memastikan. sejujurnya Farrel pun juga haja tertarik sebagai teman saja. Farel lebih memilih berteman dengan Syakila. karena Farrel sendiri tidak berniat dengan yang nama jodoh jodohkan. dan Syakila bukanlah keuteria Farrel.

__ADS_1


Namun jodoh siapa yang tau? Hanya Tuhan lah sebagai penentunya


Dertttt... Derttt...


tiba tiba ponsel Syakila berdering.


"Sebentar mam, Syakila angkat telpon dulu."


Syakila segera keluar dan segera menekan tombol hijau pada panggilan benda pipihny.


"Ya Di, bagaimana?" Syakila


"Sya, ini aku dah sampai rumah. tapi pak Supri tidak ada." Diana


"hmm.. kau masuk aja, mungkin pak Supri sedang di belakang. setelah itu titipkan berkas nya pada pak Supri ya." Syakila


"iya Sya,, ohh iya Tante Lia gimana?" Diana


"Mama udah boleh pulang kok. kau nggak usah kesini." Syakila


"ya udah. kalo gitu aku tutup dulu yaa.. itu pak Supri sudah ketemu." Diana


Setelah obrolan selesei, Syakila segera berbalik dan hendak melangkah. namun tiba tiba kaki Syakila terkilir karena belum ada keseimbangan.


Sebelum Syakila benar benar jatuh, ada tangan kekar yang berhasil menangkapnya.


"hati hati mbak." ucap pria yang menolongnya.


"i... iya terima..." ucapnya terpotong saat melihat siapa yang menolongnya


Syakila menatap pria yang ada di depannya. entah kenapa jantung Syakila sulit untuk di kendalikan. Dug..dugg..dug..dug..


"mbak, mbak tidak apa apa kan?" tanya Iqbal


lagi lagiereka berdua di pertemuan dengan kondisi yang sama.


Syakila segera tersadar dari keterpukauannya. Syakila segera berdiri berdiri dengan tegak dan segera melepas pegangan Iqbal.


"terimakasih mas sudah menolong saya." ucap Syakila


"iya mbak sama sama, kalo begitu saya permisi dulu." Iqbal segera pergi setelah berpamitan.


Sedangkan Syakila masih belum melepas dari pandanganya. hingga pria itu sudah tak terlihat.


"Sya," panggil Farrel


Syakila masih belum menyadari jika di belakang ada Farrel. Farrel segera mengikuti arah pandangan Syakila


"kau melihat apa siihh?" tanya. Syakila terkesiap saat mendengar suara lain di sampingnya


"Oohh enggak kok. itu tadi,,, anu hmmm..ohh ya mama gimana?" tanya nya


"Tante Lia udah siap tuh. tinggal nunggu sang ratu menjemput." ucap Farrel


Syakila hanya menanggapi dengan senyuman. mereka kembali masuk ke kamar rawat Amelia.

__ADS_1


...•••••...


"kenalkan mbak, ini suami saya."


__ADS_2