Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Keputusan


__ADS_3

"Depresi? Jadi putri Ratih berada di rumah sakit. Dan di rawat secara intens, apa yang sebenarnya terjadi pada Ratih." lirihnya. Tak ingin berlama lama menguping, Duakila segera berjalan kembali kearah apotik. Dan segera ikut mengantri.


Syakila, melihat Ratih yang berjalan lunglai. Syakila hanya mengawasinya saja. Lalu Ratih segera berjalan di bagian kasir, mungkin untuk membayar tagihan rumah sakit.


Ratih segera duduk untuk mengantri namanya di panggil. Ratih melihat Syakila yang sudah duduk tidak jauh dari dirinya berdiri. tatapan mereka saling bertemu. Ratih menatap Syakila begitu dalam. Sedangkan Syakila tetap santai,


"Kau, kenapa kau di rumah sakit?" tanya Ratih tuba tiba. Lagian untuk apa Ratih menanyakan pertanyaan yang tidak harus Syakila jawab.


"Apa urusanmu, terserah aku mau ke mana? Itu bukan urusanmu dan aku tidak perlu ijin padamu untuk pergi sesuatu tempat." sahut Syakila tenang


Ratih langsung membisu, lagian untuk apa dirinya bertanya hal bodoh macam itu pada Syakila.


Syakila segera berdiri saat namanya sudah di panggil.


Syakila segera membayar resepnya dan segera kembali duduk untuk.


○○○○


"Kau dari mana Sya, kenapa baru sampai kantor. Bukankah kau pergi lebih awal dariku?" tanya Iqbal, Saat tiba tiba Syakila memasuki ruangan suaminya


"Dari rumah sakit. Nggak tau kenapa ahir ahir ini aku sering pusing." jawab Syakila


"Lalu, dokter bilang apa?" tanya Iqbal


"Kata dokter, aku sedang mengandung mas. Dan usia kandungan ku sudah memasuki 7 minggu." jawab Syakila


"Sungguh," tanya Iqbal memastikan yang baru saja di denfar


"Hemm." jawab nya. Iqbal segera memeluk Syakila karena sangking bahagianya.


"Kalau begitu, kita harus merayakan kehadirannya." ujar Iqbal


"mau kemana mas?" tanya Syakila


"Kita makan malam diluar bagaimana?" tanyanya


"Ok, aku setuju mas." jawabnya


Malam ini Syakila dan iqbal tengah duduk di pinggir kolam renang sebuah restoran yang terkenal. Iqbal menyiapkan sebuah hadiah untuk Syakila.

__ADS_1


"Buka ini Sya." ucap Iqbal.


"Apa ini mas?" tanya nya


"Buka saja. Kau akan tau isinya." jawabnya


Syakila segera membuka dan melihat ada dua tiket liburan ke pulau lombok.


"Mas, kau mau mengajakku liburan?" tanyanya Syakila


"Kita perlu semua itu Sya, kita akan memperbaiki semuanya agar kedepannya kita jadi lebih baik. Kita akan sambut kehadiran anak kita dengan bahagia." ucap Iqbal


"Aku sudah ajukan cuty 1 minggu." ucap Iqbal.


Ternyata suaminya juga bisa romantis seperti ini. Batin Syakila


Tak berapa lama pesanan makanan datang. Syakila, "Mas kau makanan kesukaan ku?" tanya Syakila


"Mas mencari tau dari Diana. Ternyata dia adalah sahabat yang au segalanya tentangmu." puji Iqbal


"Dia adalah sahabat sejak kecilku mas. Kau tau aku dan dia sering bertukar tempat tidur. Tapi sekarang tidak lagi. Kan aku sudah ada mas iqbal." gumam Syakila


tak berapa lama, mereka sudah selesei. Iqbal segera keluar bersama Syakila setelah membayar makanannya.


"Mas, Mas Iqbal, " teriak seorang wamita dari belakang mereka. Iqbal dan juga Syakila pun berhenti. Syakila mengernyit saat melihat sosok wanita yang sangat dia kenal. penampilan wanita itu sungguh acak acakan.


Sedangkan Iqbal. Iqbal merlihat wanita itu dengan pandangan hiba. Padahal dulu dia selalu berpenampilan cantik. Tapi kenapa sekarang begitu acak acakan.


"Mas, tolongin aku mas. Aku di siksa suamiku" ucap Ilmel dengan suara parah karena menangis


"Imel, apa yang terjadi, kenapa kau begitu menyedihkan " tanya Iqbal.


"Mas, lihatlah.. ada banyak luka di kulitku.. Suamiku menyiksamu mas." ucapnya dengan tangis.


Iqbal melihat Syakila yang masih menatap Imel.


"Kau bisa kan pergi, tidak usah mengganggu keluarga kami. Kami sudah bahagia, karena kami sebentar lagi akan memilki anak." ucap Syakila


"Sya, kendalikan emosimu" tegur Iqbal

__ADS_1


"Mas, katakan pada mantan istrimu, bahwa kau tak bisa menolongnya." ucap Syakila


"Sya, Imel butuh pertolongan, apa kau tidak memilki sedikit rasa kasian padanya?" tanya Iqbal


"Mas, kau sudah berjanji untuk tidak melakukan kesalahan lagi kan. ku harap kau tidak melupakan janjimu." ujar Syakila. Yang mulai merasa bakal ada drama lagi.


"Sya, aku minta maaf, untuk kali ini.. Aku harus menolongnya. Apa kau tidak lihat luka luka yang ada kulitnya. Dia butuh pertolongan kita Sya." ucap Iqbal


"Mas, kau melanggar janjimu." lirihnya


Iqbal segera memberikan kunci mobilnya, ""Kau pulang lah dulu, aku akan segera pulang." ucap Iqbal. Iqbal segera menghentikan taxi yang lewat.


Imel memandang Syakila dengan tatapan mengejek. "kau lihat sendiri kan. Bahwa mas Iqbal masih ada rasa sama aku. Dab sebentar lagi, aku akan ambil lagi suamiku." ucap Imel.


Syakila hanya menggelengkan kepalanya. "Seperti nya, tidak ada yang harus ku pertahankan dari kamu, Mas." lirihnya.


Syakila segera memasuki mobilnya untuk segera pulang. Air matanya tiba tiba lolos sendiri. "kenapa kau selalu membuat kesalahan mas, disaat kita akan bahagia selalu saja kau menumbangkan sendiri." Batin Syakila.


Tak berapa lama Syakila sudah memasuki halaman rumahnya, Syakila segera mengunci gerbang utama. Setelah itu Syakila segera masuk dan mengunci pintu utamanya.


Syakila lanjut memasuki kamar mereka berdua. Syakila mengambil koper, setelah itu mengeluarkan semua pakaian Iqbal yang berada di almari dan di pindah ke koper semua. Syakila memandang foto dirinya bersama Iqbal saat mereka tengah bahagia. Syakila mengambilnya dan segera memasukkan kedalam kardus. Semua foto yang ada iqbal Syakila masukkan ke kardus. Setelah itu Syakila akan membawa ke gudang.


Sebenarnya ada rasa sakit yang harus ia terima. Merelakan pria yang di cintai. Tapi ternyata cinta Iqbal memang bukan untuk nya. Namun untuk Imel. Setelah itu Syakila segera menyeret koper nya kekuar.


○○○


Iqbal menghentikan tadinya tepat berada di depan kantor polisi.


"Turunlah Mel, kau akan aman setelah ini." ucap Iqbal


"Mas. Kau membawaku ke kantor polisi?" tanya nya


"Hanya ini yang bisa ku lakukan. Aku sudah menikah dan aku sangat mencintai istriku. Sebentar lagi kami akan memilki anak." ucap Iqbal


"Mas, tapi kenapa kau membawaku kesini.?" Tanya Imel


"Dengan melaporkan suamimu pada polisi, kau akan aman. Dan kau tak akan di sakiti lagi." ucap Iqbal


"Mas. Tapi buksn ini yang aku mau. Aku ingin kau menjadi milikku lagi. kita rujuk mas, aku masih mencintaimu." ucap Imel

__ADS_1


"Maaf Mel, aku sangat mencintai istriku. Jadi cukup sampai sini aku menolongmu. Setelah itu, jangan pernah datang pada keluargaku." ucap Iqbal dengan tegas


__ADS_2