Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Suasana Romantis


__ADS_3

Pagi menjadi momen dibukanya lembaran hari baru. Dengan semangat baru, di pagi hari biasanya orang-orang menyusun rencana dan mencari inspirasi. Namun bukan itu saja, pagi juga bisa jadi momen yang romantis bagi sepasang kekasih. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat pagi yang romantis. Salah satunya dengan memberikan kata kata Romantis untuk pasangan.


Berbeda dengan sepasang suami istri yang satu ini. Iqbal menciptakan suasana romantis dengan konflik pada istrinya. walaupun pada ahirnya sang istri bisa luluh.


Bumbu dalam rumah tangga yang sesungguhnya itu adalah sedikit konflik. Konflik yang tidak terlalu berat, karena hubungan kokoh dalam berkeluarga itu jika adanya salah satu pasangan bisa menciptakan suasana tegang menjadi suasana hangat.


"Kita harus segera makan. setelah itu kita harus bekerja bukan?" tanya Iqbal yang membuat istrinya kembali sadar dari lamunannya.


"Hari ini.. aku meminta mas untuk selalu berada di ruang ku. aku ingin menunjukkan pekerjaan yang harus mas pelajari." ujar Syakila


"Apa mas sanggup?" tanya Iqbal


"Aku yakin. mas pasti bisa.. Aku sudah lihat cara kerja mas di sana. karena aku yakin mas mampu memegang perusahaan ini." sahut Syakila


"Tapi dek.. mas nggak yakin. tapi ya udahlah mas akan coba hal yang baru." katanya kemudian.


"Gitu dong mas. lagian siapa lagi yang akan meneruskan perusahaan peninggalan papaku, jika bukan kamu mas. Aku suatu saat akan risain dari perusahaan dan fokus urus keluarga kita. apalagi jika kita sudah kehadiran malaikat kecil." ujar Syakila bebinar


Iqbal tersenyum melihat keceriaan sang istri. bagaimanapun juga dirinya juga menginginkan hal yang sama. pulang kerja di sambut oleh istri yang sedang menggendong anak nya denga pakaian daster rumahan seperti tetangga Iqbal dulu.


"Mas, kok senyum senyum sendiri." tegur Syakila


"Mas lagi membayangkan kamu menyambut mas pulang kerja dengan anak kita yang ada di gendongan kamu, mas membayangkan kamu pakai baju rumahan pasti tambah cantik." kata Iqbal


"Ihh kok baju rumahan sihh.." kesal Syakila


"Mas suka aja melihat penampilan kamu yang sederhana namun sangat mempesona. mas sangat menyukai apapun penampilan kamu Sya. apalagi saat penampilan rumahan kamu, mas semakin tambah cinta." ujar Iqbal. sambil mencubit pipi Syakila gemas.


Syakila walau sudah berusia 27 tahun. namun wajahnya masih kelihatan sangat muda. karena wajah Syakila yang mempunyai dagu mungil seperti bayi yang di sebut sebagai baby face, Komposisi yang kontras antara kening lebar dan dagu pendek atau kecil membuat wajah seseorang terlihat lebih menarik dan juga sangat menggemaskan.


...••••...


"Mas, coba sini deh, kau pasti bisa mengerjakan ini." Serua Syakila. mereka sudah berada di kantor setelah Diana menelpon jika kedatangan pak Bagas.


Setelah pertemuan nya dengan pak Bagas tadi Syakila langsung menuju ruangannya bersama suaminya.

__ADS_1


"Mas pelajari dulu yaa dek." jawabnya


"iya mas, nanti kalo ada yang kurang di pahami langsung sampaikan saja." Syakila benar benar ingin mengubah suaminya itu untuk menjadi pria kerja kantoran. Syakila tau suaminya itu memilki kemampuan lebih. karena Syakila sudah melihat cara kerja suaminya begitu rapi dan sangat teliti.


Tok...tok...tok..


"masuk Di." sahut Syakila dari dalam


Diana segera masuk "Sya.. bahan baku yang kita pesan kemarin belum datang " kata Diana


bahan baku yang dibutuhkan adalah serat-serat vegetasi seperti pulp kayu dan bahan lainnya. Seperti kayu Cemara dan juga janga.


"Terlambat lagi.?" tanya Syakila . entah kenapa Ahir Ahir ini bahan baku sering terlambat.


"bagaimana dengan Pak Sofyan. kenapa beliau cuma diam." tanya Syakila


"pak Sofyan sudah beberapa hari ini sudah mengofirmasi kesana. namun belum juga ada keterangan." jelas Diana


"bagaimana bisa mereka mengabaikan. kalo begitu aku akan segera ke bagian produksi." ucap Syakila


Syakila memasuki sebuah pabrik yang dipakai untuk membuat kertas dari serat-serat vegetasi seperti pulp kayu dan bahan lainnya. Syakila mengelilingi beberapa karyawan yang masih bekerja, semua kertas dalam pabrik kertas dibuat dengan tangan, satu lembar pada satu kali, oleh para tenaga kerja khusus.


"Bu Syakila," sambut pak Sofyan


"bagaimana pak, apa yang terjadi." tanyanya


"Sepertinya memang perusahaan kayu dalam keterlambatan pemasok Bu. mereka sudah berusaha mengutamakan pabrik kita." jawab nya


"Baiklah pak. kalo begitu saya tinggal dulu." pamit Syakila


"Diana, kau hubungi PT Dirtama. minta dokumen pemasok PT Dirtama. aku tunggu di dalam ruangannya." ujar Syakila seraya melangkah keluar pabrik.


Sampai di ruangan Syakila mendapati suaminya tengah fokus pada kerjaan.


"ada apa dek?" tanyanya

__ADS_1


"Keterlambatan pengiriman bahan baku." jawabnya


"emm .. boleh mas tau daftar pemasoknya, mas coba bantu siapa tau bisa mengatasi."


Syakilla memandang suaminya. 'Tak ada salahnya kan. siapa tau mas Iqbal lebih mampu mengatasi ini.' batin nya dalam hati


"Iya mas, sebentar yaa lagi di siapkan Diana." jawabnya


...•••...


2 bulan kemudian.


"Mas, bagaimana pekerjaan kantor saat ini?" tanya Syakila. setelah suaminya mampu mengatasi pemasok bahan baku. Syakila langsung mempercayakan perusahaan papa nya untuk di kelola.


Syakila yakin suaminya itu sebenarnya berbakat dalam urusan bisnis. Syakila ingin menjadikan suaminya itu lelaki yang kompoten dalam perusahaan.


"Alhamdulillah.. semuanya masih lancar. semoga Alloh memudahkan Rizki kita. termasuk juga Rizki anak ya sayang." ucap Iqbal seraya mengecup kening istrinya


"Oh iya nanti malam ada undangan pernikahan rekan bisnis. kau mau datang kan?" tanya Iqbal


"Iya mas. tapi harus menemani ku." rajuknya


"Iyaa . mas akan temani kamu."jawab Iqbal


mereka segera masuk kedalam. Iqbal segera masuk ke kamar untuk membersihkan tubuhnya dari keringat. sedangkan Syakila menyiapkan makanan untuk suaminya.


Ting Tong.. Ting tong...


terdengar suara bel rumah berbunyi. Syakila segera membuka pintunya.


cekleekkk..


"Ibu.." seru Syakila


"Iqbal kemana?" tanya dan langsung masuk tanpa harus disuruh.

__ADS_1


__ADS_2