Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Kemejamu bau keringat balita


__ADS_3

"Aku kesini karena 2 alasan Sya, jadi Ku mohon dengarkan alasanku itu." ujar Iqbal


"Katakan secepatnya. Karena aku masih ada pertemuan dengan klien ku." sahut Syakila


"Alasan pertama, Aku ingin melanjutkan obrolan lewat line tadi." ucapnya


"Jadi itu kau, maaf sepertinya aku nggak bisa bekerja sama dengan mu." jawab Syakila


"Sya, beri aku kesempatan. Aku sedang berusaha membuka bisnis baru. Berkat kamu aku jadi tau dunia bisnis, beri aku kesempatan untuk mewujudkan impianku, aku ingin kembali pada kalian." ucap nya seraya menggendong Shanum


"Apa maksudmu mas, kau gila..! Kau sudah memilki istri dan kau bilang akan kembali padaku. Ternyata kau sama saja brengseknya dari matan istrimu terdahulu." ucap Syakila. Lalu segera menyambar Shanum dari gendongan Iqbal


"Sya, dengarkan aku.." seru Iqbal, dan segera menyusul Syakila yang sudah meninggalkan dirinya.


"Sya, aku mohon dengarkan aku." ucap nya setelah berhasil mencekal pergelangan tangan Syakila


"Tolong lepaskan tanganku, aku mohon dengan sangat, jangan libatkan kami dalam permasalahan rumah tanggamu, jangan libatkan putriku dalam keluargamu." ucap Syakila lagi. Lalu segera meninggalkan Iqbal.


"Syakila,," lirihnya


"Satu lagi, mulai saat ini jangan pernah temui kami lagi." tekan Syakila


Iqbal terdiam dengan perkataan yang lebih tepatnya larangan untuk dirinya, jika saja dulu Iqbal mau mendengar kan Syakila. Mungkin sampai saat ini masih bersama. Namun kini penyesalan tinggal penyesalan. Syakila yang Iqbal kira adalah wanita pemaaf, tapi ternyata Syakila adalah wanita yang berpegang teguh pada prinsip.


Syakila sudah melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan restaurant. "Bunda. Kenapa bunda melarang ayah untuk bertemu dengan Shan." Syakila terdiam saat mendengar pertanyaan polos dari putrinya.


Syakila menoleh lalu tersenyum. "Bukan melarang sayang. Bunda hanya tidak ingin Shanum bersedih jika melihat ayah bersama Shanum yang lain." ucap nya


"Memangnya ada Shanum lainnya." tanya Shanum


"Bunda juga tidak tau," ucap nya


"Bunda lucu, tidak tau tapi bilang seperti tau saja xixixi..." Shanum terkikik


"Kau jangan menertawakan bunda, bunda sebenarnya juga tidak tau." jawabnya


"Sama saja bunda," sahut Shanum


Di tempat yang berbeda.

__ADS_1


Ratih tengah menunggu kedatangan Iqbal, padahal kalau di amati rumah nya dengan rumah mertuanya tudak jauh jauh amat. Paling hanya 20 menitan saja. Tapi ini sudah sekitar 2 jam Iqbal belum sampai rumah.


Tak berapa lama, Ratih melihat mobilnya memasuki halaman rumahnya, Ratih segera berdiri dan menghampiri Iqbal.


"Kau kemana saja, kau lama sekali." tanya Ratih


"Iya, tadi ketemu klien sebentar." jawabnya


"Tapi Vero bilang tidak ada jadwal bertemu klien." sahut Ratih.


"Ini baru Rat, aku baru saja mengajukan proposal pada perusahaan itu. Perusahaan itu sudah banyak saham. Makanya aku tertarik untuk merekrut dengan perusahaan kita " jawabnya


"Apa kau bisa di percaya?" tanya Ratih yang mulai meragukan Iqbal. Padahal pernikahan nya belum genap 1minggu. Tapi bau bau keributan sudah mulai nampak.


"Aku tidak memintamu untuk percaya padaku. Tapi aku berusaha menjadi orang yang bisa di percaya." sahutnya. Lalu segera melenggang masuk rumah dan segera pergi ke dapur.


"Bik, tolong siapin saya makan." titah Iqbal


"Biar aku saja bik, bibik istirahat saja dikamar." ujar Ratih. Kini Ratih percaya jika Iqbal hanya bertemu dengan klien. Buktinya Iqbal pulang masih dalam keadaan perut kosong.


Setelah Ratih menyiapkan makanannya. Lalu segera duduk menemani sang suami makan. "Mas, mulai sekarang kau terbuka ya denganku, jangan ada yang di sembunyikan." ucap Ratih


"Sombong sekali dia, memangnya semaju apa sihh perusahaan dia itu?" tanya Ratih


"Bukan semaju apa. Tapi lebih kepada keberhasilan yang sudah di capainya." sahut Iqbal


Setelah selesei makan, Iqbal segera kekamar untuk berganti pakaian. Dan pakaian kotor itu segera Ratih ambil dan akan segera di bawa ketempat cuci pakaian.


"Mas. Ini.. Ini kenapa kemejamu bau keringat balita?" tanya Ratih yang mulai curiga.


"Oohh itu. Tadi klien kita membawa anak kecil. Dan akupun mencoba untuk menggendong. Eeehhh anak nya malah menangis." jawabnya


"Kau sedang tidak membohongiku kan mas, kau tadi tidak menemui mantan istri dan anakmu kan?" tanya Ratih


"Aku tadi bertemu klien, namun dia menolak kerjasama denganku. Itu saja, sudah aku mau mandi." putusnya. Lalu segera pergi ke kamar mandi.


Karena tidak percaya. Ratih pun segera mengambil ponsel milik Iqbal, Ratih ingin tau dengan siapa suaminya itu tadi bertemu. Dari bau kemejanya, Ratih yakin pasti tadi Iqbal habis menemui mantan istrinya.


"Awas saja sampai ketahuan kalian bertemu diam diam. Aku takkan membiarkan kau merebut Iqbal dariku Sya." gumamnya

__ADS_1


Ratih tak bisa masuk ke ponsel Iqbal, karena ternyata Iqbal memakai kata sandi.


"Sejak kapan Iqbal menggunakan kode." gumam Ratih. Ratih mulai tidak percaya pada Iqbal saat mengetahui ketidak biasakan Iqbal yang membiarkan ponselnya tanpa sandi.


Ceklekk ...


"Katakan, apa sandinya mas?" tanya Ratih tiba tiba.


Iqbal yang baru keluar dari kamar mandi pun terkejut. "Kau. tidak bisakah kau tidak membentakku Rat?" tanya Iqbal yang tidak terima saat istrinya itu berkata kasar


"Cepat katakan, aku tidak ingin ada rahasia rahasia, mas." sahut Ratih lagi


"Rahasia apa?" tanya Iqbal


"Ini... Kenapa pakai di sandi segala." ucapnya


"Tgl lahirmu." jawabnya


Ratih tersenyum pada Iqbal. Kala tau kata sandinya adalah hari kelahirannya. Ratih segera membuka nya. Dan segera ngecek di obrolan wa dan ig. Memang tidak ada yang perlu Ratih curigai. Di sini tidak ada chattingan dengan wanita lain. Termasuk mantan istrinya.


Setelah berganti pakaian, Iqbal kembali membuka laptop nya. Lalu membuka line yang biasa untuk ngobrol dengan beberapa investor.


Iqbal mengerutkan keningnya. Kala melihat nama Syakila tidak ada lagi di sana. " Apa dia memblokir ku?" batinnya.


Ratih masuk dan melihat suaminya terlihat sedang gelisah. Ratih tentu saja bisa membaca keadaan perubahan Iqbal. " Kau kenapa mas?" tanya nya.


"Tidak ada, hanya saja aku mau keluar sebentar karena ada sesuatu yang tertinggal di kantor." ucap Iqbal


"Apa mas, apa itu sangat penting?" tanya Ratih


"Ya, menurutku itu sangat penting." jawab nya. Dan segera mengambil jaket kulitnya. Lalu segera keluar dari kamar.


Semenjak menikah, Iqbal tidak pernah lagi menyentuh Ratih. Padahal Ratih sudah berusaha membuat suaminya itu kembali menggaulinya. Namun sepertinya Iqbal belum bisa menerimanya.


Ratih pun segera mengambil ponselnya dan memesan taxi. Ratih ingin memastikan kebenaran yang di katakan Iqbal.


Setelah Iqbal keluar, Ratih juga ikut keluar.


"Pak ikuti mobil itu." ucap Ratih

__ADS_1


"Baik bu.." jawab nya


__ADS_2