Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Dokter kandungan


__ADS_3

"Ibu.. mohon maaf putri anda harus dirawat disini. karena jika tidak mendapatkan penanganan yang sesuai. bisa berakibat fatal." ucap Dokter Farrel


"Dokter, tolong sembuhkan putri saya" ucap Ratih


"Saya akan berusaha Bu. doakan saja semoga putri ibu baik baik saja. dan segera mendapat pertolongan." ujar Farrel


"Mas, kau mau bawa aku kemana?" tanya Imel pada Iqbal


"kita akan keruangan dokter kandungan." ucap Iqbal sembari melangkah agak di percepat.


Ratih yang mendengar suara yang sangat familiar itu menoleh, dan tatapannya tepat bertemu denga bola mata hitam legam milik Iqbal.


Ratih mengerutkan keningnya bingung. 'Iqbal sama Imel, ada apa mereka kedoktera kandungan?' tanya dalam hati


Sedangkan Farrel memandang pria yang berjalan kearahnya. menelisik wajahnya sambil mengingat ingat nya.


'Sepertinya aku pernah melihat. tapi di mana yaa?' tanya nya pada diri sendiri


Iqbal dan Imel belok kekanan untuk keruangan dokter kandungan


"Terimakasih dokter," ucap Ratih saat sudah tak melihat mereka berdua.


Dokter Farrel mengangguk lalu meninggalkan Ratih yang masih berdiri.


Setelah dokter Farrel pergi, Ratih segera menyusul keruangan dokter kandunga.


"Iqbal," seru Ratih


Iqbal segera mendongak dan mencari asal suara tersebut.


"Mbak Ratih, mbak Ratih disini juga?" tanya Iqbal


"sepertinya kita memang berjodoh Iqbal, dari semalam kita bertemu secara tidak sengaja." ucapnya


Iqbal hanya menanggapi dengan perasan campur aduk.


"Iqba, dia kan.. istri adik iparku." tunjuk Ratih pada Imel


Imel menunduk begitu dalam.


"mbak tau tentang suaminya Imel?" tanya Iqbal


"yaa aku tau, dia adik iparku. aku tidak tau jika mereka sudah menikah. tapi aku hanya tau dari kabar nya saja." jawabnya


"ada apa Bal?" tanya Ratih


"mas, tolong jangan beritahu dia tentang rumah tangga ku. aku tidak ingin kena masalah lagi dengan suamiku." bisik Imel pada Iqbal


"tidak mbak. tadi Imel mengeluh sakit perut. katanya dua hari belum makan." jawab Iqbal.


Imel hanya menggigit bibirnya saat mendengar penuturan dari Iqbal.


Ratih menatap Imel tak percaya. "tidak mungkin Herman berperilaku seperti itu. Herman itu adalah pria yang baik " gumamnya sangat lirih.


"Kalo hanya belum makan, kenapa harus di bawa kedokter kandungan? harusnya kan di bawa kerestoran. disini itu tempat periksa wanita hamil." ujar Ratih

__ADS_1


"Oohh iya, tadi saya juga hanya mengantar saja mbak." jawab Iqbal


"ohh iya Mel, maaf aku tidak bisa berlama lama disini. karena aku masih banyak kerjaan." pamit Iqbal


"mas, tolong jangan tinggalin aku. aku takut sendiri disini." mohonnya


"Imel, disini banyak orang, ada satpam juga. kau bisa minta tolong pada mereka saat ada yang mengganggumu " ujar Iqbal.


Berada di antara dua wanita masalalunya membuat Iqbal jadi kefikiran Syakila . pasti dia tidak akan suka melihat kejadian seperti ini.


"Aku juga harus pergi. karena aku harus melihat putriku." kata Ratih kemudian


Iqbal tak ingin menanyakan keadaan Tiara dan juga Ratih. Iqbal masih kesal saat Syakila bercerita jika kesalahan yang tadi malam itu. adalah kesalahan Ratih. dan dengan tidak percaya Iqbal malah menghujam istrinya dengan tatapan tidak suka.


"Iqbal, kau tidak ingin melihat Tiara?" tanyanya


"maaf mbak, lain kali saja. saya masih harus bekerja." jawabnya sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


ternyata sudah hampir jam 10. Iqbal segera berlari kecil meninggalkan rumah sakit.


...•••...


Iqbal segera memasuki gedung yang sudah membuat dirinya percaya diri. percaya diri berhadapan dengan orang orang besar dan penting. selama ini Iqbal hanya bisa membayangkan jika saja, seandainya saja, itulah yang selalu dalam anganan Iqbal.


Semua ini berkat istrinya Syakila dengan berani tanpa takut akan ada kegagalan jika Iqbal yang pegang perusahaan milik orang tuanya. dan juga kepercayaan Syakila terhadapnya memang tidak bisa di ragukan.


"Pak Iqbal, ada tamu di ruangan bapak." ucap Diana.


"Apa hari ini saya ada jadwal menerima tamu?" tanya Iqbal


Iqbal baru ingat. jika waktu itu Syakila menanyakan tentang Bu Renata yang akan datang kekantor. dan percetakan Bu Renata begitu masyhur dan masih setia bekerja sama dengan PT Ganesha Ibrahim. pemegang saham terbesar di kota ini . termasuk juga memilki saham di PT Ghanesa l.


"ohh baiklah, saya segera masuk."


Sampai di dalam, Iqbal melihat penampilan Bu Renata, usia sekitar 45 th. namun masih terlihat sangat muda dan cantik.


...••••...


"Dasar ja*ng, berapa pria yang sudah kamu rayu hemm..?" tanya Herman geram.


"mas, lepasin ini sakit." ucapnya.


"Kalau ini kau tidak bisa keluar dari rumah ini. kau sudah membantah ku." ujar Herman, seraya menarik tangan Imel untuk di bawa kemobil


"Mas, lepasin. kau menyakiti ku."


"Ada apa ini?" tanya seorang satpam


"tolongin saya pak. saya mau di sekap" aku Imel


"Kau ini apa sih sayang, maaf pak, kami ini sepasang suami istri. masa mungkin saya akan menyekapnya." sahut Herman


Imel hanya menggeleng sambil memohon pertolongan dari satpam yang sudah menegurnya.


"Tap.."

__ADS_1


"Kami permisi pak." ucap Herman


Di dalam mobil, tubuh Imel gemetar. membayangkan apa yang akan di lakukan oleh suaminya.


Hening...


tidak ada obrolan, Imel diam karena hawatir akan yang akan di lakukan suaminya setelah sampai di kediamannya.


Sedangkan Herman merasa tambah jengkel dengan kelakuan Imel. padahal Herman sudah berusaha untuk memperbaiki dirinya. namun entah kenapa sulit sekali Imel di ajak berdamai.


...•••...


"Mas," panggil Syakila. Syakila sudah berada di kantor. karena ini jam makan siang


"Aku bawain bekal mas "


Iqbal segera menoleh menatap sang istri yang masih sibuk dengan bekalnya di meja.


"Dek, mas belum lapar banget sih." jawabnya


Syakila mengerutkan keningnya. 'padahal sudah jamnya makan siang,' gumamnya


"Maaf, tadi mas sempet." Iqbaal nggak jadi melanjutkan ucapannya. hawatir jika istri nya kembali cemburu dan malah akan mendiamkannya


"Ini aku masak kesukaan kamu mas, masa iya sihh nggak mau mencoba." bujuk Syakila


ahirnya Iqbal pun menuruti permintaan istrinya.


Setelah selesei dengan kantor, Syakila jalan jalan dulu ke bagian produksi. sudah lebih dari satu Minggu Syakila tidak mengunjunginya.


Namun tiba tiba ponsel Syakila berdering. dan tertera nama pemilik nomer yang sedang menguhubunginya.


"Ya dokter Farrel ada apa, tumben." sapa Syakila


"ini Tante Lia minta dijemput," jawabnya


"mama, mama memangnya di mana?" tanya nya


"tadi kecopetan, dan sekarang di rumah sakit, karena merasa ada yang sakit di kakinya."


"Oh ok. aku segera kesana." jawabnya


...•••...


"Mama, " panggil Syakila


Amelia dan juga Farrel segera menoleh keasal suara tersebut.


Syakila berlari kecil menghampiri mamanya. di belakang Syakila Iqbal juga ikut bersamanya.


"bagaimana keadaan mama?" tanya Syakila


"Tidak apa apa nak. hanya kebebtur saja. cuma mama masih gemetaran aja." jawabnya


"Tidak apa apa kok Sya, masih shock aja Tante Lia.." sahut Farrel

__ADS_1


pandangan Farrel teralihakan dari suara pria yang bersama Syakila


__ADS_2