Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Langkah yang beda


__ADS_3

"Bagaimana May?" tanya Syakila pada Mayang.


"Sya, sepertinya ini tidak sesuai dengan bahan yang kita pesan." ucap Mayang sambil menyodorkan gaun pesanannya.


Mayang dan Syakila membuka butik. itulah ada cita cita Syakila dulu ingin jadi desainer. namun karena papanya sudah meninggal, dan hanya Syakila lah yang bisa ngurus perusahan peninggalan orang tua.


"Kok bisa." tanya Syakila


"Lihatlah.. kemarin mereka memberi Sempel kayak gini. lihat lah bahannya udah beda banget." ucap Mayang


Syakila segera mengambil gaun yang di maksud Mayang salah.


"Ini,, ini bukan kain crepe yang berkualitas Sya, kasar banget ini " ucap Mayang menjelaskan


Syakila segera membuka semua gaun yang baru datang. mode sama persis dengan di gambar. namun tidak itu bahannya. hanya ada beberapa potong saja yang sesuai. yaitu bahan Ceruti.


"Bagaimana Sya, apa kita kembalikan saja?" tanya Mayang


"kira kira kira sudah menandatangani belum may?" tanya Syakila. hawatir jika sudah tanda tangan kontrak tapi membatalkan.


"Belum Sya, aku kemarin baru mau ambil dulu. jika pesanan sesuai aku akan kerjasama dengan nya." ucap Mayang. untuk urusan barang dagangan Syakila memang mempercayakan Mayang. karena Mayang memang lebih pengalaman dan lebih faham di situ.


"kalo begit. kembalikan saja May, kita cari lain saja. mumpung belum selesai 100%." jawabnya


Derttt.... Dertttt.... dertttt...


"Sebentar May Diana telpon." ucapnya


"Iya Di, ada apa?" tanya Syakila


"Sya, ada pak Bagas datang kesini." jawab Diana


"Apa aku ada janji dengan beliau Di?" tanya nya memastikan


"sebenarnya tidak Sya, kemarin pak Bagas memang telpon ingi membahas perusahaan nya." jawab Diana


"Dan kau tidak bilang Di,"


"maafin aku Sya, aku lupa." jawabnya sambil menggigit bibir bawahnya


"Ok, sampaikan ke pak Bagas. aku segera datang." ucapnya. Syakila segera mengakhiri obrolan nya dengan Diana


"Jadi kau juga mau membeli perusahaan pak Bagas Sya?" tanya Mayang


"iya.. kan sayang banget May, perusahaan itu sudah berdiri sangat lama. dan tentunya sudah banyak yang bekerja sama dengan perusahaan milik PT Dirtama. lagian jika aku tidak ambil bahan baku dari sana. kurang May. perusahaan ku tidak bisa memproduksi banyak lagi." ucapnya


"Oohh semoga berhasil Syakila, sukses untukmu dan untuk kita." Kata Mayang menyemangati sahabatnya

__ADS_1


"terimakasih May, aku pergi dulu yaa ." pamitnya sambil memeluk Mayang


Syakila segera berjalan menjauhi Mayang yang masih fokus pada barang yang baru saja datang dengan di temani dua orang yang akan jadi karyawan nya.


Mayang melihat Syakila, Hingga Mayang sadar jika langkah Syakila berjalan agak beda dari biasanya


"Sya tingguuu..." panggil Mayang. Syakila segera menghentikan langkahnya saat namanya ada yang memanggil.


"Kau kenapa?" tanya Mayang


"kenapa? aku tidak apa apa." jawabnya bingung


"jalanmu beda Sya." ucap Mayang


sontak wajah Syakila pun langsung merona sangking malunya. walaupun Mayang adalah sahabatnya, namun Syakila tidak pernah cerita hubungannya dengan suaminya yang begitu pelik.


"Kau ini.. kirain ada apa" Cebik Syakila malu malu


"beneran Sya, aku hawatir sama kamu. kenapa jalanmu be..." Mayang tak melanjutkan kata katanya. Mayang baru bisa membaca jika Syakila baru saja melepas kegadisannya


"Uppzz..." ucap Mayang sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya


"Apaan ihhh..." Syakila lagi lagi di buat malu oleh sahabatnya satu ini. belum lagi nanti Diana jika menyadari langkah Syakila beda dari biasanya


"Udah ah.. aku mau ke kantor dulu. Assalamualaikum." ucap Syakila


Mayang tersenyum sendiri mengingat dirinya dulu begitu selesei prosesi pernikahan selesei. sang suami langsung menjebol gawang milik Mayang.


"Suami Syakila kok bisa ya nahan sampai 2 bulan lebih tidak gituan. apa Syakila sepolos itu, sehingga suaminya baru bisa menyentuh nya" batin Mayang.


"Bu Mayang, ini sudah saya pilih dan tenyata banyak yang tidak sesuai dari pesanan nya." ucap Mbak Aina


"ohh ok mbak. kalo begitu ayo bantu saya angkat barang barang itu." ucapnya


...••••...


"Iqbal, kau ikut keruangan ku." titah Ratih.


Iqbal hanya menurut saja. karena ini ada terakhir dirinya bekerja.


"Mbak saya keruang HRD dulu." pamitnya


"pergilah, jangan lupa segera keruangan ku." ucapnya lalu segera meninggalkan Iqbal


Ratih begitu sulit melepas Iqbal. rasanya berat jika sehari tidak melihat sosok pria tampan yang sudah menemani kemanapun selama 3 tahun.


"Bu Ratih, ada Bu Mayang di loby, beliau hendak mengembalikan barang yang ia pesan." ucap Danu

__ADS_1


"ok. aku segera kesana." jawabnya


Ratih segera melangkah ke ruangannya, setelah meletakkan tas dalam ruangan. Ratih segera pergi ke loby.


"Selamat pagi Bu Mayang," Sapa Ratih


"Selamat pagi juga Bu," jawabnya


"Saya sudah tau alasan anda datang kesini." ucapnya


Mayang hanya mengangguk, lalu tersenyum.


"kenapa nggak di coba aja dengan bahan itu." ucap Ratih


Mayang yang paham tentang Fashion tentu saja tidak akan mempertimbangkan untuk mencoba memasarkan bahan yang tidak masuk kriteria wanita sosialita. apalagi Butik yang Mayang bangun adalah hasil kerja sama dengan sahabatnya. tentu mereka berdua tidak menghendaki kerugian.


apalagi Yang ada di dalam butik milik Mayang dan juga Syakila adalah barang branded semua.


"kami tidak akan mencobanya Bu Ratih, karena Fashion MaySya hanya ingin menjual barang barang yang sudah terjamin kwalitasnya." Jawab Mayang.


Fashion MaySya adalah gabungan dari nama Mayang dan juga Syakila. mereka yakin dengan bekerja sama hubungan mereka akan semakin dekat.


"Apa tidak mencoba dengan model yang baru?" tanya Ratih.


Mayang jadi risih saat dirinya ingin mengembalikan barang barang yang tidak sesuai. namun malah seperti nya sang pemilik modiste keberatan.


Mayang terlihat berpikir dan ingin menawarkan yang lain. namun Mayang segera mengambil keputusan


"Kami belum ada kerja sama ya Bu Ratih. dan kaki sudah bilang, jika tidak sesuai kami berhak mengembalikan dan uang kami kembali dengan utuh." ucapnya.


"ok,, ok kami akan kembalikan. sebentar saya panggil pemegang keuangan." ucapnya


...•••••...


"Kenapa sih mas, kau jahat sekali " tanya seorang wanita yang masih berada di bawah Kungkungan seorang pria.


"Kau masih belum tau kesalahanmu? DASAR BODOHH..." ucap pria itu geram.


Ya pria itu adalah Herman. lelaki yang sudah jujur akan setatus nya. Lelaki yang sudah terbuka akan kehidupannya sebelum menikahi wanita yang di kenslnya, namun wanita itu tak pernah mengatakan yang sejujurnya pada dirinya akan status nya. baru setelah pernikahan selesei Herman di buat terkejut. saat mendapati malam pertama nya milik Imelda sesuai yang ia harapkan.


Imelda Akram, wanita yang sampai pagi ini masih dalam Kungkungan seorang pria yang tidak lain adalah suaminya.


Jika saja Imel mau jujur dengan status nya. mungkin Herman tidak akan memperlakukan nya seperti ini.


Herman dengan brutal tengah menggauli Imel. sudah selama 1 Minggu dirinya di perlakukan bak seekor binatang. di kasih makan namun Herman tidak membiarkan Imel bisa makan dengan nikmat. karena saat makan Herman juga memberi hukuman dengan genjotan genjotan yang begitu cepat.


"ohhh... sakitt mas Her..." jerit Imel.

__ADS_1


Apakah ini adalah karma karena sudah menjual pria baik baik hanya demi kebahagiaan nya?


__ADS_2