Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Kau membohongiku


__ADS_3

"Ceritakan padaku mas, kenapa kau selalu membuatku terluka . salah apa aku itu mas?" tanya Syakila


"Imel.. cepat tinggalkan ruangan ini. dan terimakasih kau sudah mengantar dompetku." ucap Iqbal


Iqbal mulai mendekat kearah Syakila, lalu mengelus punggung tangannya. "mas akan jelaskan.." ucapnya


Syakila tetap diam. menunggu suaminya bercerita.


Iqbal pun menceritakan semuanya.tidak ada yang Iqbal tutupi. karena pondasi rumah tangga adalah saling terbuka. biarpun itu menyakitkan.


Kali ini Syakila memaafkan Iqbal. namun sekali lagi Iqbal membodohinya . maka Syakila akan mengambil keputusan sendiri.


...••••...


Ditempat yang beda


Bu Rohmi tengah berjalan jalan bersama Ratih, tadi siang Ratih mengajak Bu Rohmi keluar. untuk sekedar melihat lihat pakaian.


"ibu.. ini bagus nggak buat Iqbal?" tanya Ratih


"bagus.. pasti Iqbal sangat menyukai nya." jawabnya


Ratih pun membelikan Hem warna abu untuk Iqbal. setelah mereka puas dengan belanja. mereka segera menuju restoran yang ada di mall.


"ibu mau makan apa?" tanya Ratih


"nasi goreng saja. soalnya ibu tidak biasa makan geti geti."


"Geti geti?" tanya nya


"ini.. apa?" tanyanya


"Spaghetti ibu." jawabnya


mereka ngobrol sambil nunggu pesanan datang.


"Ibu, bagaimana kalau Iqbal di ajak kesini?" tanya Ratih


"ide bagus, lagian kan ini sudah waktunya makan siang ." sahut Bu Rohmi


"Iya,," jawabnya


Ratih segera menelpon Iqbal.


"ibu.. kok ponsel Iqbal ada pada ibu sih." tanya Ratih


"ohh iya, ibu lupa . kemarin kan Iqbal lupa naruh ponselnya. jadi ibu rawat saja." sahutnya.


"sini Bu, biar Ratih yang hubungi Iqbal." ujar Ratih. tanpa curiga Bu Rohmi memberikan nya pada Ratih.


Ratih segera menelpon Iqbal dengan nomer Iqbal. Ratih kembali mengurungkan niatnya saat melihat kontak yang bertuliskan 'my hanny.'


"Ini kan, nomer Syakila" gumamnya


Tanpa pikir panjang Ratih menghubungi nomer Syakila dengan nomer Iqbal.


Tuutttt... tuutttt.. tuutttt.


dalam deringan ke 3 baru di angkat.


"Hallo ini dengan siapa?"' tanya Syakila

__ADS_1


"Halo Syakila, ini aku Ratih." jawabnya


"Ratih, bagaimana ponsel mas Iqbal bisa bersamamu.?" tanya Syakila


"Oohh iya, tadi malam kan Aku bertamu kerumahmu Sya, dan karena aku tidak bisa membawa mobil sendiri. ahirnya Iqbal yang mengantarku " jawabnya.


"Aku cuma mau menyampaikan. jika ibu sekarang sedang di mall bersama ku. tolong sampaikan pada Iqbal. ibu minta di jemput." ujar Ratih. setelah itu Ratih segera menutup ponselnya


...•••••...


Ditempat yang beda.


"Mas, katakan padaku tadi malam kau di mana?" tanya Syakila


"Kemana ? nggak kemana mana, mas kan di rumah kamu terus pulang." jawabnya


"Kau mengantar Ratih pulang?" tanya nya


Iqbal mengerutkan keningnya. "tidak benar, aku bahkan mengusirnya karena sudah lama." sahutnya


"Jangan bohong mas, kau mengantarnya kan?" tanya nya lagi


"Tidak , aku tidak ke mana mana" jawabnya


"Bagaimana ponselmu bisa berada di Ratih, " tanya nya.


"Yang benar saja. kok bisa bersama dia?"


"makanya itu, aku nanya padamu." sahut Syakila


"Benar Sya, aku sama sekali tidak tau. dan aku tidak mengantar Ratih." jawabnya


"Tidak, biar ibu bersama Ratih. aku masih banyak pekerjaan." jawabnya.


Iqbal segera duduk kembali di kursinya. Syakila hanya menatap suaminya . entah apa yang akan suaminya itu lakukan. benarkah apa yang ia bicarakan. atau karena di sini masih ada aku.


"mas, jika kau tidak jadi menjemput ibu karena ada aku. maka aku tidak keberatan. kau adalah anaknya, jadi aku tidak akan menghalangi kamu untuk berbuat baik pada orang tuamu." ucap Syakila


Iqbal terdiam sambil menatap Syakila.


"Tidak, mas banyak kerjaan." jawabnya


...••••...


Syakila menunggu kedatangan suaminya di rumah. Tadi Iqbal bilang mau menginap di sini.


"Sya, lebih baik jual saja rumahnya di sana. tinggal dengan mama disini " ujar Amelia


"Ma, Syakila nyaman tinggal berdua saja dengan mas Iqbal. jadi nanti Syakila pasti akan kembali ke rumah dan tinggal berdua." jawabnya


Karena Syakila masih melakukan pendekatan pada suaminya. selama ini pendekatan yang mereka lakukan belum sempurna. karena terkadang ada saja masalah yang hadir.


Syakila menunggu Iqbal di taman belakang. Sambil membaca novel dari aplikasi biru. beberapa hari yang lalu Syakila sengaja mendownload aplikasi ini. karena merasa bosan menunggu di rumah mamanya.


Syakila melihat pergelangan tangannya . "Sudah jam 7 malam. tapi suaminya belum juga pulang." kehadiran mulai menghampiri nya.


Syakila segera membuka aplikasi hijau. untuk melakukan panggilan pada suaminya. namun Syakila ragu.


Akhirnya Syakila menelpon bik Darmi. karena jam segini biasanya wanita itu masih di rumahnya .


"Iya nona, ini saya Bik Darmi" jawabnya

__ADS_1


"Apa mas Iqbal ada dirumah bi?" tanya nya


"Iya nona, baru saja sampai itu. bersama ibu dan wanita yang kemarin kesini" jawabnya


"Wanita? wanita siapa bik?" tanyanya


"Wanita yang kemarin juga kesini non. bahkan tadi siang juga kesini menjemput ibu." jawabnya


"Apakah Ratih?" tanya nya


"Ya udah bik. Syakila tutup telponya."


Syakila segera kekamar dan mengambil tas Selempangnya dan juga kunci mobilnya.


"Ma, Syakila pulang kerumah dulu ma." pamit Syakila


"katanya nunggu Iqbal sampai. ini kok malah pulang." sahut sang mama


"Mas iqbal ingin memberi kejutan di rumah ma. Syakila berangkat dulu ma," jawabnya


"Ya udah hati hati di jalan." kata sang mama.


Syakila segera keluar dan menghampiri mobil miliknya yang masih terparkir rapi di halaman rumahnya.


Hatinya begitu gelisah, marah dan juga kecewa, bagaimana tidak merasakan hal itu?


suami yang ia tunggu bukannya datang ke, tapi malah asyik berkumpul dengan wanita lain.


Syakila mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat. rasanya begitu nyesek saat membayangkan mereka tertawa dirumah nya dirinya sendiri.


Sekitar 35 menit, Syakila sudah sampai di halaman rumahnya. Syakila melihat pintu ruang tamu masih terbuka lebar. dan mobil suaminya juga masih terparkir di sana.


Syakila turun dan segera melangkah menuju halaman rumahnya.


Syakila menghela nafas untuk mengusir rasa yang sedang ia rasakan.


terdengar sangat jelas jika mereka tengah ngobrol asyik dan tetwaa.


"Ibu, Iqbal Bu... godain terus " Rajuk Ratih yang terdengar tengah bermanja pada Bu Rohmi


istri mana yang tidak sakit. saat mendengar ada wanita lain yang tengah menggoda iman suaminya.


menantu mana yang tidak tersinggung. jika mertuanya lebih memilih wanita lain untuk jadi menantu nya ketimbang dirinya.


Dengan memberanikan diri untuk masuk Syakila kembali menghela nafas.


"Mas," panggil Syakila


Sontak mereka bertiga langsung mendongak menatap siapa wanita yang sudah berani mengganggu malam mereka.


"Dek, kau.. bukannya mau menunggu mas datang?" tanya nya Iqbal


"Aku pulang mas, karena aku merasa di rumah ku sendiri seperti ada yang tidak beres." jawab Syakila sembari menatap Ratih yang tengah bergelayut pada lengan Bu Rohmi


"Dek, ini tadi mas jemput ibu. karena mbak Ratih harus kerumah sakit. dan setelah ibu mas jemput, ternyata mobil Ratih masih di bengkel. dan ahirnya Ratih mampir kesini." kata Iqbal


"Aku tidak menanyakannya mas. itu terserah kamu." jawabnya


"Dan karena ibu sudah malam. sebaiknya kau pergi dari rumahku. aku ingin istirahat.' ujar Syakila


"Kau mengusir Ratih?" tanya Bu Rohmi

__ADS_1


__ADS_2