
Iqbal memasuki mobil Angkota yang biasa lewat. dan segera menuju rumah sakit tempat di mana orang tuanya berada.
Baju Iqbal sedikit basah karena guyuran hujan yang tiba tiba turun. Iqbal segera berlari melewati lorong lorong rumah sakit setelah spai di depan rumah sakit.
Iqbal melihat ibunya tengah menikmati makan siangnya. Melihat ibunya seperti itu, Iqbal menjadi membenci dirinya sendiri karena dua alasan. satu dia tidak bisa menjadi anak yang di banggakan orang tuanya. dan yang kedua dirinya gagal menjadi suami yang bertanggung jawab..
Iqbal segera melangkah dan mendekati ibunya. lalu berlutut di depan ibu yang sudah melahirkan dirinya.
"Ibu.." panggilnya
Bu Rahmi segera menghentikan suapannya dan segera menaruh nasi bungkus itu di dekatnya.
"Iqbal, kau kenapa? kenapa kamu membawa tas besar?" tanya Bu Rahmi
"maafkan Iqbal Bu, Iqbal sudah mengecewakan ibu. Iqbal tidak bisa menjadi suami yang di banggakan istri Iqbal. Iqbal juga tidak bisa menjadi anak yang di banggakan orang tua." ucap Iqbal sambil terisak.
"cerita sama ibu nak, apa yang terjadi pada kalian?" tanya Bu Rohmi
Iqbal segera mengeluarkan amplop coklat itu dan memberikan pada ibunya.
dengan ragu Bu Rahmi menerima dan mulai membuka.
Bu Rahmi begitu kaget melihat uang segepok dengan jumlah yang tertera 150 jt.
"Iqbal,, ini uang dari mana?" tanyanya
"Itu untuk biaya berobat bapak Bu. untuk kurangannya nanti Iqbal akan berusaha mencari." ucapnya
"jawab dulu ibu Bal, ini uang dari mana?" tanyanya lagi
"ibu.. Imel yang memberikan uang ini untuk ibu." jawabnya
"Dia memang menantu yang baik. ibu bangga memilki menantu seperti dia. kenapa Imel tidak kau ajak kesini bal?" tanya Bu Rahmi
"Mulai sekarang Imel bukan lagi menantu ibu. Imel sudah memberikan uang itu untuk ibu. agar aku bisa bercerai dari Imel."
Tangan bu Rahmi tiba tiba saja gemetar dan dingin. shock, itulah yang ia rasakan. menantu yang begitu baik sudah meminta cerai pada putranya
"kenapa ia lakukan itu Bal?"
"ibu, Iqbal sudah tidak mencintai Imel. Iqbal membebaskan Imel untuk bahagia dengan caranya sendiri. selama ini Imel tidak bahagi dengan Iqbal." ucapnya
"itu tidak mungkin Iqbal, ibu tau betul bagaimana Imel saat berada di dekatmu. dia sangat mencintaimu kenapa kau sia siakan dia Iqbal?"
"maafin Iqbal ibu. maafin Iqbal " kata Iqbal lagi. walau Imel sudah memperlakukan Iqbal dengan begitu seenaknya. namun Iqbal tetap menutupi keburukan yang Imel lakukan pada rumah tangganya. Iqbal masih berharap Imel akan berubah fikiran dan mengembalikan uang itu.
dan Iqbal pun masih dengan tangan terbuka akan menerima Imel kembali.
__ADS_1
satu Minggu sudah berlalu.
Syakila menjadi uring urungan sendiri. setelah pertemuan satu Minggu yang lalu. Syakila kehilangan jejak Imel dan suaminya.
"Di, apa mereka sudah menipuku? kenapa mereka tidak ada kabarnya?" tanya Syakila pada Diana.
Diana yang sedang fokus pada laptopnya segera mendongak dan melihat wajah Syakila yang Ahir ahiri ini kurang istirahat karena pekerjaan yang begitu banyak. di tambah lagi hilangnya kedua pasutri itu. yang hingga kini belum lagi menampakkan batang hidungnya.
"Sya, jika dalam 1x24 jam mereka tidak ada kabar. kita segera minta tolong pada pihak berwajib. biar mereka mendekam di penjara." usul Diana
Syakila melihat Diana. mencoba mencari kata katanya itu benar benar serius atau hanya ingin mengibur dirinya.
"Sya, aku serius,,, aku tidak rela ada yang menipumu.." kata Diana lagi
"apa kita akan menggunakan jalur itu, apa kita tidak terlihat bodoh Di?" tanya Syakila
"kita itu tertipu Sya, penipuan itu bisa di alami oleh siapapun terkadang mentri saja bisa kena tipu. apalagi kita." jelas Diana
"masalahnya ini kasus sangat memalukan Di. kita memberikan uang pada orang yang katanya akan menjual suaminya. dan kita akan di ketawai oleh mereka." jelas Syakila
Diana mengangguk paham. ' benar juga jika kasus ini di tangani polisi. pasti berita itu akan keluar dan terpampang di berita News. membayangkan SEORANG CEO TELAH TERTIPU PADA WANITA YANG BERPURA PURA MAU MENJUAL SUAMINYA. dan bahkan jika di cerna itu sangat buruk di mata masyarakat. seorang CEO telah menduduki berita teratas sebagai pelakor.' Membayangkan saja Diana langsung bergidik
"terus apa yang akan kita lakukan Sya."
"aku juga tidak tau Di." jawabnya
Tok... tok... tok..
"Imel, ahirnya kau kesini juga." ucap Diana sinis
Syakila tiba tiba jadi gugup dan segera berdiri.
"Saya mau bertemu mbak Syakila, apa dia ada?" tanyanya
"silahkan.. kau sudah di tunggu." jawabnya
Syakila juga terkejut saat melihat penampilan Imel saat ini. benar benar beda. Syakila jadi merasa memilki saingan terberat jika dirinya menerima Iqbal.
Tapi Syakila tak perlu berkecil hati. Syakila cantik alami dalam kesehariannya, dan Syakila lebih mempesona sebenarnya.
Sedangkan Imel, sebenarnya dia cantik walau tanpa riasan di wajahnya. namun saat melihat cara berpakaian Imel, Saat ini terlihat jauh lebih anggun
"mbak Syakila,," panggil Imel
"ohh iya silahkan duduk." kata Syakila
"tidak perlu mbak. saya hanya ingin menyerahkan kopian surat perceraian kami berdua. Dan saya sudah menepati janji." ucap Imel dengan menyerahkan kopian nya
__ADS_1
Syakila segera menerima surat itu lalu membaca sebentar. "terimakasih kamu sudah menepati janji" kata Syakila
Imel membalas dengan senyuman. "Selamat ya mba. semoga pernikahan kalian berjalan dengan lancar." ucapnya. lalu Imel segera undur diri karena hari ini Imel akan berlibur
"itu namanya janda gatal Sya," ucap Diana setela Imel tidak ada di ruangan ini
"kau ini kenapa sihh kau selalu mengibarkan bendera perang pada Imel?" tanya Syakila
"karena aku yakin. dia pasti akan minta kembali pada suaminya suatu saat nanti." jawabnya
"kau mendoakan begitu?? kau jahat pada sahabatmu sendiri." ucap Syakila
"bukan begitu Sya, lihatlah cara dia berpakaian, pasti dia tidak akan tahan dengan kesendirian nya."
"Sudahlah kau lanjutkan saja pekerjaan ini. aku akan keluar sebentar." ucap Syakila. lalu Syakila segera mengambil tas Selempangnya
...••••...
"Iqbal, kau kenapa?" tanya Ratih yang dari tadi memperhatikan sopirnya seperti banyak masalah
"tidak mbak, saya tidak apa apa." jawabnya
"bagaimana keadaan bapak Bal?" tanya Ratih
"bapak sudah membaik mbak. mungkin besok sudah boleh pulang." jawabnya
Ratih mengangguk. Ratih belum tau jika Iqbal sudah bercerai dengan Imel. Ratih beranggapan jika muka kusut yang Iqbal perlihatkan itu karena penyakit bapaknya.
"apa kau butuh biaya buat bapak Bal?" tanyanya
"ohh tidak mbak. semua sudah beres kok." jawabnya
Ratih mengangguk.
"mbak hari ini saya ijin keluar sebentar ya. saya ada urusan."
"iya nggak papa Bal, tapi kau harus jemput Tiara terlebih dahulu. karena Tiara paling tidak suka menunggu."
"iya mbak."
Ratih segera memasuki perusahan peninggalan suaminya.
sedangkan Iqbal, Iqbal kembali mengeluarkan surat cerai yang sudah keluar pagi tadi.
Iqbal masih ingat betul penampilan Imel tadi pagi. Imel terlihat sangat lebih cantik dan mempesona.
"kenapa kau mengingkari janjimu Mel." gumamnya
__ADS_1
Iqbal masih ingat pesan Imel tadi pagi
"mas tolong jangan buat aku makin susah, aku sudah menandatangani perjanjian itu. dan bapak sudah mendapat pengobatan yang terbaik. kau harus temui mbak Syakila dan katakan jika kau sanggup melanjutkan hubungan kalian. jangan buat aku masuk kedalam penjara karena kamu."