Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Nasihat dari Mama


__ADS_3

...•••...


"Mama,"panggil Syakila sesaat setelah memasuki rumah mamanya.


"Syakila, kau kesini pagi pagi sekali." sambut sang mama, kemudian langsung menghampiri putrinya yang masih memakai pakaian tidur


"kamu kenapa? kenapa masih memakai pakaian seperti ini. ada masalah lagi sama suamimu.?" tanya Amelia dengan lembut


Amelia begitu sangat menyayangi putri semata wayangnya. sejak ditinggal oleh papanya, cinta Amelia terhadap Syakila semakin besar. Amelia tau jika Syakila sangat menyayangi papanya. begitu juga dengan papanya. jadi waktu papanya meninggal Syakila sangat kehilangan sekali.


"Tidak ada ma. Syakila pingin nginap disini beberapa hari, boleh?" tanya nya


Amelia tersenyum dan tatapannya tak lepas dari wajah putrinya yang cantik.


"boleh dong sayang, mama malah seneng." balasnya


"Syakila mandi dulu ya ma. habis ini kita makan bersama." sahut Syakila. sang mama hanya mengangguk dan menyunggingkan senyum untuk putrinya.


Setelah Syakila tidak terlihat, Amelia segera menelpon Iqbal. menanyakan apa yang membuat Syakila ingin menginap di rumah mamanya.


Amelia hanya mengangguk mengerti dan memakluminya. Iqbal memang tidak pernah berbohong jika di tanya mengenai rumah tangganya. berbeda dengan putrinya, Syakila.


Walau usia Syakila sudah 27 tahun. namun Amelia tetap melihat anaknya itu masih seperti putri kecilnya yang dulu selalu di timang.


Setelah mengorek informasi dari Iqbal. Amelia segera menutup kembali ponselnya. dan segera kedapur membantu bik Nur yang sedang menyiapkan sarapannya .


Tak berapa lama Syakila turun. dan melihat mamanya tengah memandang putrinya sambil tersenyum.


"mama, ada apa?" tanya Syakila. saat menyadari mamanya tidak berkedip memandang dirinya.


"Mama pikir kau sudah dewasa nak." lirihnya


"maksud mama?" tanya nya


"kau adalah putri mama. mama tak ingin kau memendam semuanya sendiri. ceritakan sama mama, apa yang terjadi di rumahmu." ujar Amelia


"Tidak ada mam. Syakila tidak ada apa apa. yaa biasa mam, Syakila kangen aja sama mama." jawab Syakila


"Sayang, dalam rumah tangga itu pasti akan ada konflik, entah itu berat ataupun ringan. jadi saat terjadi konflik rumah tangga harus di selesaikan dengan baik. jangan malah pergi." jelas mamanya dengan lembut.


"mama tidak tau. kenapa Syakila pergi dari rumah." gumam Syakila

__ADS_1


"Pasti karena mertuamu kan. tadi Iqbal sudah cerita semua sama mama." sahutnya. Syakila diam sambil jemarinya memainkan gelas yang ada di depannya.


"Syakila anak mama, Ketika kamu memperlakukan mertua dengan baik, maka kemungkinan besar mertuamu juga akan memperlakukanmu layaknya anak sendiri. Bangunlah kedekatan dengan mertua dengan melakukan aktivitas bersama, seperti memasak, berkebun, ataupun mengajak mertua pergi jalan-jalan." ujar Amelia.


"Selama ini mungkin kamu berfikir, jika memutuskan untuk berumah tangga itu hanya akan melibatkan kamu dan suamimu. itu salah nak, di sini juga ada mertuamu yang harus kamu perlakukan dengan baik , sebagaimana kamu memperlakukan mama. cobalah bicara dengan hati yang lapang , mencoba mencari sesuatu yang mertua mu butuhkan." Amelia kembali menasehati putrinya.


"Mama, mama tidak tau perasaanku mam. ibu nya mas Iqbal selalu memancing emosi Syakila mam. Syakila nggak tahan mam. dada Syakila panas saat mendengar Omelan ibu nya mas Iqbal. Syakila sudah berusaha diam dan memahami watak ibu nya mas Iqbal. tapi ibunya mas Iqbal nggak pernah mau ngerti perasan Syakila." sahut Syakila yang mulai menampakkan wajah sedihnya dan mata mulai berkaca kaca saat mengingat kembali ucapan ucapan ibu mertuanya.


Amelia segera memeluk putrinya. "mama hanya bisa menasehati kamu nak. mama tidak bisa memaksa kamu untuk selalu mengalah. mama tau perasaan kamu." ucapnya sambil mengelus punggung putrinya


"kau boleh menginap di sini sampai kapanpun. mama tidak melarang nya." ucapnya kemudian.


Syakila mengangguk. lalu segera menghapus Ait matanya.


...•••...


Rumah tangga adalah ladang pahala bagi setiap orang yang mau bersabar dengan pasangannya.


Setiap pasangan suami istri pasti menginginkan kehidupan bahagia, canda ,tawa, cerita dan kata kata romantis adalah sumber kekuatan dalam membangun keluarga.


Apalagi jika rumah tangga yang masih sangat rentan dengan konflik, di awal awal pernikahan akan banyak permasalahan yang datang. sehingga akan terjadi kata kata menyesal seusai menikah dengan pasangannya. apalagi jika pernikahan itu di awali karena perjodohan atau karena keterpaksaan.


Syakila tengah duduk di balkon kamarnya. tangannya masih memutar mutat benda pipih. dari tadi Syakila ingin sekali menghubungi suaminya. namun Syakila urungkan karena tidak ada yang ingin di obrolkan.


namun kini Syakila kehilangan hal itu. karena nggak mungkin suaminya akan nyasar dan pulang kerumah mamanya .


"Sya," panggil Amelia


Syakila yang sedang bengong pun tak mendengar panggilan mamanya.


"Syakila..." panggil Amelia lagi. kali ini Amelia langsung membuka pintu kamar putrinya. dan melihat Syakila tengah duduk melamun sambil melihat awan yang mulai berubah.


"Sya, nglamunin apa sihh .. di panggil panggil nggak nyaut." ujar Amelia


"Mama,,, lagi liat langit. udah lama sekali Syakila nggak lihat pemandangan ini. Syakila jadi merindukan papa." ungkap Syakila dan langsung menyandarkan kepalanya pada bahu mamanya.


"Mama juga sangat merindukan papa. jika papa masih disini pasti papa akan bahagia melihat kamu sudah sedewasa ini, dan bisa di andalkan." ujar Amelia


Syakila langsung memeluk sang mama.


"Di bawah ada suamimu, mau jemput tuhh.." goda sang mama

__ADS_1


"mas Iqbal, mas Iqbal kesini mam.?" tanya nya untuk memastikan


"iya, sudah sana, temui suamimu, ajak makan malam sekalian disini ya." ucap Amelia


Syakila segera merapikan rambutnya. lalu sedikit memoles bibirnya agar terlihat segar. setelah selesai Syakila segera keluar dari kamarnya. dan segera melangkah menuruni anak tangga satu persatu.


Syakila melihat suaminya masih memakai pakaian kantor.


"Mas," panggil Syakila


Iqbal menoleh dan memandang istrinya. baru sehari tidak bertemu dengan nya. Iqbal sangat kangen.


Iqbal tersenyum. lalu menghampiri Syakila.


Syakila segera mengecup punggung tangan suaminya.


"Bagaimana kabar hari ini?" tanya Iqbal


"lebih tenang mas." jawabnya


"pulang yuk. mas nggak bisa jauhan dari kamu." ujarnya


"aku di sini dulu saja mas, aku masih ingin menenangkan hatiku." sahutnya


"dek. maafin atas sikap ibuku ya, mas sudah menasehati nya. semoga ibu bisa berubah setelah kamu pulang." ucapnya


"nanti kalo aku udah tenang. aku pasti pulang mas, tidak mungkin kan aku akan tinggal di sini selamanya." jawabnya


Iqbal mengangguk lalu segera mengambil tangan istrinya, lqbal mengelus nya dan mengecup punggung tangan Syakila.


"mas, mas makan disini ya, bik Nur sudah menyiapkan makan malam." ujar Syakila.


Iqbal mengangguk. " boleh mas numpang mandi di rumah mama?" tanya nya


"ohh.. iya mas, Ayo aku antar kekamarku." jawabnya


Syakila mengantar Iqbal kekamarnya untuk membersihkan tubuhnya dari keringat. "mas sudah bawa baju ganti dek. tapi sepertinya masih di mobil." ujar Iqbal


"Biar Syakila ambil ya mas."


...••••...

__ADS_1


"Iqbal, kau di mana?"


__ADS_2