Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Menjadikan suami seorang pembantu


__ADS_3

"Ibu .." gumam Iqbal,


"dasar menantu tidak tau diri. suaminya di jadikan pembantu dirumahnya. keterlaluan sekali dia. mentang mentang orang kaya, seenaknya memperlakuka. suami seperti pembantu." teriak Bu Rohmi


Bu Rohmi segera masuk dan berteriak teriak menyeru nama Syakila.


"Ibu... ibu jangan teriak teriak, Syakila belum pulang kerja." tegur Iqbal


"lagian kenapa sih kamu harus keluar dari sopirnya Ratih. dia itu orang baik Iqbal." ucap Bu Rohmi


"Bu, Iqbal akan memulai semuanya dari awal. Iqbal dan Syakila sudah sepakat, jika Iqbal akan membantu di perusahaan milik orang tua Syakila" jawabnya


"tu kan... udah jadi pembantu di rumah masih di jadikan pembantu di kantor. seneng banget yaa istrimu itu memanfaat kamu." ucap Bu Rohmi lagi


"Bu.. sudahlah Bu.. jika ibu ingin membuat Iqbal dan Syakila ribut, mending ibu tidak usah kesini." ucap Iqbal


"kau berani mengusir ibu demi wanita itu.. kau durhaka pada ibumu Iqbal.." ucap sang ibu lagi.


"Mas,"


"Syakila, kau sudah pulang." tanya Iqbal


"Iya Syakila sudah pulang."


"Mas, kenapa usir ibu. dia ibumu loh." ucap Syakila. tadi Syakila mendengar saat mertuanya teriak teriak pada putranya. dan mengatakan jika Iqbal mengusirya


"kamu nggak usah pura pura peduli pada ibu. kau pikir ibu tidak tau, kamu sudah menyuruh Iqbal mengerjakan pekerjaan rumah. kamu sebagai wanita harus bisa membagi waktu. jangan suami mu yang di minta risegn dari kerjaannya dan meminta untuk jadi pembantu di rumah mu ini." Bu Rohmi kembali berkata dengan menampakkan wajah benci pada Syakila


"ibu... ibu itu salah paham. ini kemauan Iqbal untuk membersihkan rumah." jawabnya.


"Kau jangan membelanya Iqbal. ibu tau kau tidak terbiasa melakukan pekerjaan rumah." sela ibunya


"Mas,, aku capek mas. aku mau mandi, aku tidak ingin melihat perdebatan ini." kata Syakila, sebenarnya tadi Syakila sudah berencana, sepulang dari kantor terus mandi dan rebahan sebentar sambil menunggu suaminya pulang

__ADS_1


Namun saat sampai rumah malah di sambut dengan omongan sang mertua yang tidak pernah di kontrol.


"ibu.. ibu sudah tau kan, jika mas Iqbal melakukan ini atas kemauan nya sendiri. jadi tolong ibu jangan selalu menyalahkan Syakila Bu. Syakilla tidak pernah menyuruh mas Iqbal untuk mengerjakan pekerjaan rumah. biasnya di rumah ada bik Darmi Bu." kata Syakila menjelaskan.


"Hallaahh... nggak ngaku kamu." ucapnya.


"Asal kamu tau. sampai kapanpun ibu tidak pernah menerima mu jadi menantu ibu. dengar itu." tambahnya


"ini.. ini ada apa ya?" tiba tiba Amelia datang dan melihat ada sedikit kejadian yang tidak enak untuk di dengar.


"Mama.." panggil Syakila


Syakila dan Iqbal segera menyalami Amelia.


"Ini ada apa nak? kenapa' Bu Rohmi kok marah marah sama kamu?" tanya nya


"ini hanya salah paham aja kok ma" jawab Syakila


"Ibu Rohmi. kita sudah sama sama tua, kita sudah pernah berumah tangga. jadi kita tau dalam keluarga itu akan selalu ada perselisihan jadi nggak usah di besar besarkan, anak saya baru pulang dari kantor, pasti capek tolong jangan buat keributan lagi." ujar Amelia.


Iqbal bingung harus mengantar ibunya itu dengan apa. Iqbal sadar dirinya kesini tidak membawa barang berharga apapun.


"Antar ibu dulu mas, ini kuncinya." ucap Syakila, seraya menyerahkan beberapa lembar uang untuk ibunya


"Sya... ini ?"


"Berikan pada ibu. biar untuk biaya hidup ibu." Jawab Syakila lirih. agar kedua orang tua nya tidak mendengar.


Iqbal tersenyum sambil menerima nya. "terimakasih Sya. walaupun ibu selaku berlaku kurang baik padamu, tapi kamu malah membalas dengan cinta." ucap Iqbal.


Syakila tersenyum."hati hati mas." ucapnya


...••••...

__ADS_1


BRUUGHHH....Ouhhh..


"itu akibatnya jika kau sudah berani menantang ku. sudah di bilang jangan coba coba lari dariku. tapi kau malah nekad ingin pergi." Kata Herman


"Mas, tolong jangan sakiti aku lagi, aku minta maaf atas semua yang sudah kulakukan. tolong ceraikan aku mas." mohon Imel


"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menceraikan kamu Imel. kau akan selamanya menjadi istriku. dengar ituu" tekannya. Herman tidak pernah puas memberi hukuman buat Imel. padahal Imel sudah banya memar di tubuhnya. tapi semakin Imel merasa kesakitan. Herman malah semakin senang.


"Ouuhhh...." pekiknya saat rambut Imel di tarik oleh Herman


"Jangan mencoba melarikan diri lagi. karena jika sampai kau tertangkap akan menghukum mu lebih parah dari ini." ucapnya.


Imel menunduk, airmatanya kembali membanjiri pipi mulusnya. bibirnya merasa perih saat tersentuh oleh airmatanya sendiri.


"kau benar benar kejam mas, aku tidak menyangka kau sekasar itu padaku." gumamnya


Herman segera meninggalkan ruangan yang di huni oleh Imel. lalu segera pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian. hari ini Herman ada laporan dari hotel miliknya jika hotelnya ada kebakaran. beruntung kebakaran itu segera di atasi sehingga tidak mengalami kerugian yang besar.


"Bik, jangan bukain pintu ruangan itu. jika wanita itu teriak teriak minta di buka. jangan kau bukakan." ucapnya


"baik tuan." ucap pelayan dirumah ini. pelayan ini begitu patuh pada Herman. karena Herman sudah berjasa banyak untuk keluarganya.


...••••...


"Mama, ada apa sihh?" tanya Syakila yang saat ini tengah duduk di ruang utama bersama mamanya


"Tante Widya Sya, Tante Widya butuh uang untuk operasi om Haadi." katanya. Widya adalah adik kandung suaminya


"Om Hadi kenapa ma?" tanya nya


"Om Hadi kemarin kena musibah Sya, Hotel milik Om Hadi kemarin terbakar, dan om Hadi sempat kena api saat mau menyelamatkan dirinya." ucapnya


"Ya Tuhan."

__ADS_1


"Kau bisa kan bantu Tante pinjemin duit buang operasi?" tanya nya


"Ma,, mama kan tau, jika Syakila habis membayar PT Dirtama dan sebentar lagi butik milik Syakila juga udah hampir selesai." jawabnya


__ADS_2