Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Mengundurkan diri


__ADS_3

Setelah meminum susu yang di buatkan suaminya. Syakila hendak beranjak dari tempat tidur. namun Iqbal segera mencegahnya


"Ada apa mas?" tanya Syakila bingung


Iqbal segera menyapu bibir Syakila yang blepotan karena susu.


"Mas,, " desis Syakila. 'Ya tuhan ternyata suaminya begitu romantis. pantas saja dia sangat mencintai mas Iqbal. mulai sekarang mas Iqbal hanya milikku." batinnya dalam hati


"Mas gendong ke kamar mandi yaa..."


"Tidak usah mas, biar Aku sendiri saja." jawabnya


Iqbal membiarkan istrinya turun sendiri. namun belum juga beranjak Syakila meringis saat merasakan bagian intinya nyeri.


"Tu kan.. biar mas bantu kekamar mandi." ucap Iqbal . kali ini Syakila tak berani membantah. menuruti saja apa yang akan suaminya lakukan


"Air hangatnya sudah mas siapkan." ucapnya


"Terimakasih mas." ucapnya seraya menunduk. jujur Syakila masih sangat malu apa lagi saat netra hitam suaminya itu bertemu dengan netranya. Syakila benar benar langsung menunduk.


"Mas bantu memberi sabun nya ya." ucap Iqbal


"Tidak usah mas." jawabnya


"kenapa?" tanyanya


"Aku bisa sendiri kok, mas." jawabnya


"Ok. mas akan keluar." balasnya kemudian.


Tak berapa Syakila sudah selesei mandi. dan sudah berganti pakaian kantor.


Syakila segera turun ke bawah untuk sarapan. sang suami ternyata masih duduk di ruang makan sambil menunggu Syakila turun.


"Mas,"


"Hai Sya," jawabnya. Iqbal segera menggeser kursi untuk istrinya


"Terimakasih mas."


"iya sayang." balas Iqbal


"mas kenapa tiba tiba baik dan peduli sama aku?" tanya Syakila yang belum percaya akan perubahan sikap suaminya


"kita sudah membahasnya tadi malam. kita mulai semuanya dari awal. hanya ada aku dan kamu. tidak ada yang lain di keluarga kita." jawabnya


"Apa ini juga termasuk kenapa kamu belum berangkat kerja?" tanya Syakila


Iqbal tersenyum lalu mengangguk.


Iqbal menyodorkan ponselnya pada sang istri yang sudah Iqbal siapkan chattingan nya bersama Ratih.


"Mas,, mas yakin ingin mengundurkan diri." tanya nya tidak percaya

__ADS_1


"iya mas sudah bertekad untuk memperbaiki hubungan kita sebelum semuanya terlambat." jawabnya


Syakila di buat kaget kembali oleh suaminya. setelah perlakuan yang begitu manis padanya, kini suaminya juga akan mengundurkan diri dari sopir pribadi Ratih.


"Mas akan membantumu di kantor." sahutnya


Syakila segera berdiri lalu segera menghampiri suaminya den memeluk begitu erat.


"Kau senang sayang?" tanyanya


Syakila mengangguk sebagai jawabannya.


mereka kembali melanjutkan sarapan nya.


"mas mau bawa mobil ke rumah mbak Ratih?" tanya Syakila


"Tidak usah, mas naik ojol aja, lagian mas nggak ingin dia terlalu banyak bertanya. mas hanya ingin menyerahkan surat pengunduran diri saja." jawabnya


Tadi Ratih meminta Iqbal untuk membawa surat pengunduran diri. karena Iqbal dulu masuk dan di gaji dari perusahaan Ratih.


...•••...


"Kenapa Iqbal tiba tiba berhenti?" gumam Ratih. saat ini Ratih masih berada di rumah. sedangkan Tiara sudah berangkat naik mobil sekolah.


"Apa dia sudah memilki pekerjaan? atau karena dia tidak tahan disini karena sikapku yang seolah selalu mancing dia" batinnya


"Apa Imel yang memintanya karena cemburu?" itu lah pertanyaan Ratih yang belum ia utarakan pada Iqbal


Ratih memijit pelipisnya karena pusing memikirkan Iqbal yang tiba tiba berhenti.


Setelah ritual mandinya selesei, Ratih segera memakai pakaian kantor. rambutnya ia biarkan tergerai bebas. memoles sedikit wajahnya dengan bedak dan lipstik.


Tok tok tok .


"Iyaa.." sahut Ratih.


"nyonya ada mas Iqbal di luar." ucap Bik Sri


"ohh iya bik, suruh duduk dulu dan buatkan minum ya." ucap Ratih


"baik Nya." jawabnya


Ratih segera keluar setelah mematut dirinya di depan cermin. hanya memakai tank top dan rok span sebatas atas lutut. karena biasanya Ratih akan menutup dengan jas kantor.


"Selamat pagi Iqbal," sapa Ratih saat sudah berada di ruang tamu


Iqbal segera mengalihkan atensinya dan menatap Ratih. Iqbal segera menunduk dan ingin segera keluar dari rumah ini sebelum dirinya benar benar terjebak.


"Selamat pagi mbak." jawabnya


"ibu mbak, surat pengunduran diri saya." ucap Iqbal sambil menyerahkan map berwarna Hijau


"Seharusnya kau berikan surat itu di kantor bal, bukannya disini karena yang menggaji kamu masih kantor." ucapnya

__ADS_1


Iqbal mengerutkan keningnya.


"Maaf Iqbal, tadi aku memang mengatakan untuk mengantar kesini. tapi setelah aku tanya pada pak Rosi. kaupun masih terhitung karyawan pabrik. jadi sebaiknya kau mengajukannya di kantor." ucap Ratih lagi


"Kalo begitu, saya langsung kekantor mbak. biar urusannya ceper selesei." ucap Iqbal


Ratih mengangguk. "ohh iya Iqbal. untuk yang terakhir aja ya. jadilah sopirku untuk sehari ini saja. setelah itu aku akan mengabulkan permohonan mu " ucap Ratih


"maaf mbak, istri saya sudah menunggu saya di kantornya." ucap Iqbal


"kantor?" tanyanya . Iqbal mengangguk


"Ya sudah, kalo begitu bareng aku ja ke kantor. karena aku masih belum ingin nyetir sendiri " tambah Ratih


Iqbal terpaksa harus menuruti. karena Ratih selalu punya 1000 alasan agar kemauannya bisa dituruti.


Iqbal menunggu di ruang tamu. hingga beberapa menit kemudian Ratih turun sudah rapi dengan pakaian kantornya.


Cara berpakaian Ratih dan Syakila pun sangat berbeda. Syakila lebih suka memakai pakaian kantor dengan sopan


Roknya selaku di bawah lutut. dan pakaian kantornya Syakila lebih suka memakai Hem kadang blus yang sedikit longgar. sehingga tidak menampakkan tonjolan dadanya.


Sedangkan Ratih. Ratih lebih suka memakai kaos ketat dan selalu di tutupi dengan jas atau Rompi


Iqbal segera menyalakan mobilnya setelah berada di dalam mobil Ratih.


"Iqbal, apa alasanmu keluar dari perusahaan ku. apa kau sudah punya pekerjaan lain yang lebih bagus?" tanyanya


Iqbal mengangguk.


"apa kau yakin di tempat kerjaku yang baru kau bisa mendapat gaji lebih banyak dari perusahaan ku?" tanya lagi


"maaf mbak. kalo untuk masalah gaji saya tidak akan jadi masalah." jawabnya


"lalu apa?" tanya nya. selama ini Ratih belum tau jika Iqbal sudah bercerai dari Imel. dan sudah menikah dengan orang kaya.


"Istri saya mbak. saya akan membantu pekerjaan istri saya di kantor." jawabnya


seketika Ratih tertawa menertawakan Iqbal yang kelewat polos.


"kantor? Iqbal Iqbal... Apa Imel cemburu pada ku. sehingga memintamu untuk keluar dari perusahaan ku dan lebih memilih jadi buruh resto seperti dia?" tanya Ratih lagi


"Tidak mbak... saya dan Imel suda..." ucapnya terpotong karena Ratih harus mengangkat panggilan telponya.


"Iya halo Sat" sapa Ratih


"Bu bos, ada klien datang. katanya ingin membatalkan pemesanan seragam nya." ucap satria


"Apa... tidak bisa begitu dong.." ucap Ratih


"mereka sangat kecewa dengan bahannya Bu, dan itu semua di luar perjanjian yang tertulis." jawabnya


"Ok.. aku sudah hampir sampai. sebenar lagi aku akan temui dia. tahan jangan sampai pergi dulu Sat."

__ADS_1


...••••...


"Keterlaluan kau Imel, kau membohongiku katanya kau .."


__ADS_2