Kubeli Suamimu

Kubeli Suamimu
Kita besarkan Dia bersama sama


__ADS_3

Hari sudah sore, dan Syakila sudah berada di rumah mamanya sendiri. Syakila ingin menenangkan hatinya di rumah mamanya.


Syakila merebahkan tubuhnya yang terasa amat lelah. Setelah seharian kerja duduk membuat pinggang agak merasakan kurang nyaman.


"Sya," panggil Amalia


Syakila segera menoleh kearah mamanya, lalu segera duduk untuk menunggu sang mama mau ngobrol apa.


"Ada apa? Apa kalian kembali ada masalah?" tanya sang mama


Syakila segera menghela nafas, lalu memandang wajah mamanya yang sudah merawat sampai sebesar ini.


"Ma, Syakila menggugat cerai mas Iqbal, Syakila cape mam jika setiap hari harus di hadapkan dengan wanita wanita yang tidak jelas di sisi Iqbal, Syakila mnenikaj untuk mencari ketenangan dan juga kebahagiaan bersama mas Iqbal, buksn senam jantung yang setiap hari harus Syakila hadapi." jawab Syakila.


Amalia segera merengkuh tubuh putrinya, Amalia tentu tau bagaimana perlakuan mertuanya dan juga Iqbal sang menantu itu pada putrinya. Waktu itu Amelia pernah melihat ibu mertuanya jalan jalan di mall berasama seorang wanita yang juga cantik. Terlihat masih muda hanya mungkin selisih usianya tidak mau dari Syakila.


Amalia tidak menceritakan itu pada Syakila, hawatir putrinya akan semakin sedih ketika mertuanya belum bisa menerima Syakila.


"Kau jangan hawatir, semuanya akan baik baik saja setelah kau memutuskan untuk melepas mereka. Kita besarkan dia bersama sama." ujar Amalia


"Mama, mama tau dari mana Syakila hamil?" tanya Syakila


"Mama sudah tau semenjak kau menginap di sini beberapa hari yang lalu, Dan tadi pagi Hana juga bercerita sama mama" sahut Amelia


"Hsna" desisnya


"Jangan. Marah pada Hana, Dia hanya ingin memberi kabar baik untuk mama." ucap Amelia.


Tok... Tok..


"Nyonya, di depan ada den Iqbal." seri ini nur


"iya bik, sebentar." sahut mama Amelia


"mama aja temui dia, bilang jika aku tidak mau Di ganggu karena sudah tidur." ujar Syakila


"Kau yakin tidak ingin menemui nya?" tanya Amelia


"Tidak mam, aku pingin istirahat." sahutnya


Amelia segera berjalan ke pintu keluar, sedangkan Syakila lanjut untuk mengistirahatkan pikiran dan juga rasanya. Syakila segera mematikan lampu kamarnya dan segera bersembunyi di bawah selimut tebalnya.


○○○○○

__ADS_1


"Kau. Untuk apa kau kesini? Kau mau mengajak Syakila pulang?" tanya Amelia dengan tatapan datarnya


"Ma, saya hanya ingin bertemu dengan Syakila sebentar, Saya hanya butuh kunci rumah. Saya yakin pernikahan kami masih bisa di perbaiki." ucap Iqbal


"Kau tidak malu, meminta kunci rumah, padahal kau tau itu rumah putri saya, rumah yang di beli sebelum kalian menikah." ejek Amelia.


Tadinya Iqbal sudah pulang kerumah orang tuanya, saat pulang kerumah Syakila namun pintu rumah sudah di kunci. Dan pakaian Iqbal sudah berada di teras rumah Syakila yang besar.


Karena di rumah ibunya sedang ada Ratih. Dan Iqbal tidak ingin Syakila kembali salah paham padanya. Ahirnya Iqbal kembali keluar dan menuju rumah Syakila. Dan Iqbal memutuskan untuk mendatangi rumah orang tua Syakila. Namun bukan sambutan hangat yang di berikan pada Iqbal. Melainkan sikap dingin yang seolah terpaksa haru menemui dirinya.


"Mohon maaf ma, saya ingin bertemu dengan Syakila, ada yang harus saya obrolkan." mohon Iqbal


"Perlu saya tegaskan? Jika putri saya sudah istirahat. Jadi sebaiknya kau pergi dari rumah saya." usirnya.


Ahirnya Iqbal mengalah untuk meninggalkan rumah besar milik orang tua Syakila . Dan segera pergi kerumah orang tuanya.


Tak berapa lama, Iqbal sudah sampai rumah. Setelah membayar taxinya, Iqbal segera turun dan ternyata Ratih masih ada di dalam.


"Assalamualaikum " ucap nya


"wa'alaikumussalaam " jawab mereka serentak.


"Iqbal." pekik Bu Rohmi seraya memandang koper yang Iqbal bawa


"Iqbal mau istirahat bu, besok saja kita bicaranya." ujar Iqbal. Lalu segera berjalan memasuki kamarnya


Iqbal yang mendengar istrinya di sebut sebut tidak terima. Iqbal segera keluar dan menegur Ratih.


"Mbak, sepertinya mbak ini tidak punya kesibukan lain selain membicarakan istri saya." tegur Iqbal


"hmm.. Bukan begitu Iqbal, aku hanya mengatakan yang nyata dari yang aku lihat." jawabnya.


"Mbak sebaiknya mbak pulang. Karena ini sudah sangat malam. Dan sebaiknya mbak Ratih jangan sering sering kesini, karena itu sangat tidak baik." tegur Iqbal


"Iqbal, kau tidak boleh berkata seperti itu. Ratih itu sudah baik pada ibu." sahut Bu Rohmi


"Sudah ya bu, Iqbal mau istirahat." timpal Iqbal


Ratih segera pergi meninggalkan rumah bu Rohmi. Dan bu Rohmi pun mengantar Ratih sampai depan.


"wong baru jam 8 kok ya katanya sudah malam." gerutu Bu Rohmi


"Sudah bu. Tidak apa apa. Mungkin memang Iqbal butuh istirahat." sahut Ratih.

__ADS_1


Ratih segera memasuki mobilnya dan segera menyalakan mesinnya. Ratih melambaikan tangannya ada bu Rohmi, ketika melihat bu Rohmi masih di teras rumahnya.


Bu Rohmi segera masuk ke kamar Iqbal. Menuntut penjelasan kenapa harus membawa koper.


"Katakan pa yang terjadi? Apa Syakila kembali mengusirmu?" tanya Bu Rohim


Iqbal masih diam membisu, seraya menatap layar ponselnya yang ada foto Syakila.


Bu Rohmi hanya geleng kan kepala nya melihat perubahan Iqbal.


"Kau kenapa,?" tanya nya lagi.


"Ibu, Iqbal pingin istirahat, kita ngobrol besok saja." jawab Iqbal, lalu segera menyimpan ponselnya do atas meja. Iqbal segera membaringkan tubuhnya yang terasa sangat letih.


Bu Rohmi beranjak meninggalkan putra nya sendiri. Ada perasaan kasian sebenarnya. Namun karena tidak tau apa yang terjadi, terpaksa Bu Rohmi hanya bisa diam dan menuruti permintaan anaknya.


Iqbal kembali mengambil ponselnya, dan mencoba mengirim pesan pada Syakila.


"Lho kok.." gumamnya. Saat tidak mendapati kontak Syakila sudah hilang.


"Kenapa? Apa dia blokir nomer ku?" monolognya. Iqbal kembali di buat galau oleh istrinya. Iqbal hanya bisa menyesali apa yang sudah dia perbuat. ( Ternyata hati wanita jika sudah tidak tahan dengan yang namanya penghianatan. Ia akan melambaikan tangannya untuk menyerah, dan melepasnya. )


Iqbal segera beranjak dari tempat tidurnya. Dan segera mengambil jaket kulitnya. Iqbal keluar dengan langkah terburu buru. Iqbal segera menuju jalan raya dan mulai menyetop taxi yang lewat.


"Iqbal, kau mau kemana..!" seru bu Rohmi


Nsmun Iqbal sudah masuk kedalam taxi. Iqbal mengatakan alamat yang akan di tuju..


Tak berapa lama Iqbal sudah sampai di depan rumah Diana. Hanya wanita itu yang ia andalkan untuk saat ini..


Diana tengah mengobrol dengan salon suaminya di teras. "Diana," panggil Iqbal.


kedua orang itu segera menoleh ke asal suara yang menyebut namanya.


"Siapa dia Hanny?" tanya Galih calon suaminya Diana.


"Dia, suami bosku, tunggu sebentar yaa?" ujar Diana.


"Ada apa?" tanya Diana


"Di.. Tolong hubungi Syakila, untuk tidak memblokir namaku." ucap Iqbal


"Memblokir?" cicitnya

__ADS_1


"Rasanya, baru kali ini sahabatnya itu menghindari dari masalah." katanya, "dan dia bukanlah wanita yang suka main blokiran." ujar Diana


"Ini. Nomer Syakila menghilang dari ponselku." tunjuknya


__ADS_2